Dua Tangkai Edelweis

Reads
2.1K
Votes
274
Parts
23
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

HATI YANG ENGGAN

Setelah hari itu, Mimi memberi tahu Rani bahwa besok mereka akan pulang.

Rani tertegun.

Kata pulang itu jatuh terlalu cepat di telinganya.

Dadanya terasa mengempis. Hatinya diliputi rasa kecewa yang tak sempat ia siapkan. Ia pikir masih punya waktu. Masih bisa tinggal lebih lama.

Dalam hatinya, Rani belum ingin pergi.

Ia masih ingin bertemu Kinkin.

Masih ingin melihatnya duduk dengan gitar di pangkuan, memetik senar perlahan, memainkan lagu-lagu sederhana yang entah kenapa selalu terdengar istimewa di telinga Rani.

Ia masih ingin menghabiskan sore bersama mereka—Bagas, Mang Acep, Bi Nadin—tertawa, bercanda, dan membiarkan waktu berjalan tanpa terburu-buru.

Karena di momen-momen itulah, hati Rani merasa utuh.

Merasa bahagia.

Dan sekarang, semua itu harus segera ditinggalkan.

Rani menunduk, menyembunyikan wajahnya.

Tak semua rasa bisa ia ucapkan…

tapi hatinya sedang berat sekali hari itu.


Other Stories
Menolak Jatuh Cinta

Maretha Agnia, novelis terkenal dengan nama pena sahabatnya, menjelajah dunia selama tiga ...

Suara Dari Langit

Apei tulus mencintai Nola meski ditentang keluarganya. Tragedi demi tragedi menimpa, terma ...

Cinta Rasa Kopi

Kesalahan langkah Joylin dalam membina bahtera rumah tangga menjadi titik kulminasi bagi t ...

Tersesat

Tak dipungkiri, Qiran memang suka hal-hal baru. Dia suka mencari apa pun yang sekiranya bi ...

Setinggi Awan

Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...

Hujan Dan Lagu-lagu Tentang Rindu

Randy sekarat, dan seorang malaikat maut memberinya pilihan untuk meminta maaf pada para p ...

Download Titik & Koma