After Honeymoon (17+)

Reads
132
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
Penulis Hana Larasati

Pengejaran Di Ambang Batas

Pagi itu fajar tidak datang dengan cahaya yang lembut, melainkan dengan semburat merah darah di cakrawala. Di hotel kecil itu, Kirana dan Rhea terbangun bukan oleh suara kicau burung, melainkan oleh getaran ponsel yang tertinggal di atas nakas. Layar ponsel Kirana menyala tanpa henti,lima puluh panggilan tak terjawab dari Aris.

Di tempat lain, Baskara telah menemukan surat singkat yang ditinggalkan Rhea. Kehormatannya sebagai pria bangsawan hancur berkeping-keping. Bukan cinta yang membuatnya mengejar, melainkan obsesi untuk memiliki kembali "properti" yang telah berani melarikan diri.

"Mereka sudah tahu," bisik Rhea, suaranya tercekat saat melihat dari balik tirai jendela yang kusam sebuah mobil hitam mewah melintas pelan di jalanan depan hotel. Aris memiliki koneksi yang luas, melacak sinyal ponsel adalah hal mudah baginya.

Mereka segera berkemas. Dengan sisa adrenalin dan ketakutan yang mencekam, mereka menyelinap melalui pintu belakang hotel, berlari menuju mobil tua yang sudah disiapkan Rhea sebelumnya. Di dalam mobil yang sempit dan berbau bensin itu, ketegangan fisik di antara mereka justru semakin memuncak. Kematian terasa begitu dekat, dan itu membuat mereka merasa lebih hidup dari sebelumnya.

"Jika mereka menangkap kita, mereka akan memisahkan kita selamanya," ujar Kirana, jemarinya mencengkeram erat paha Rhea yang sedang menyetir.

Rhea melirik Kirana. Di tengah pelarian yang berbahaya, tatapan Rhea masih menyimpan api gairah yang tak kunjung padam. Ia menepikan mobil di sebuah gudang tua di pinggiran dermaga, tempat persembunyian sementara sebelum kapal yang akan membawa mereka pergi tiba di tengah malam.

Gudang itu gelap, lembap, dan dingin. Suara ombak yang menghantam dermaga menciptakan irama yang menakutkan. Di sana, di antara tumpukan peti kayu dan bayang-bayang hitam, ketakutan mereka berubah menjadi gairah yang primitif. Mereka tidak tahu apakah mereka akan melihat matahari terbit lagi.

"Sentuh aku, Rhea. Sekarang. Buat aku lupa bahwa kita sedang diburu," rintih Kirana.

Di tengah ancaman maut, mereka kembali menyatu. Rhea mendorong Kirana ke dinding kayu yang kasar. Tanpa melepaskan pakaian sepenuhnya, Rhea menyingkap gaun Kirana dengan kasar. Adegan itu sangat intens dan mendesak. Di tengah kegelapan yang pekat, sentuhan mereka terasa lebih tajam. Setiap desahan Kirana tertahan oleh tangan Rhea yang membungkam mulutnya agar suara mereka tidak memancing perhatian pengejar yang mungkin sudah berada di sekitar sana.

Rhea bergerak dengan ritme yang cepat, seolah-olah ia sedang berpacu dengan waktu. Keringat dingin bercampur dengan panas tubuh yang membara. Penyatuan ini adalah bentuk perlawanan terakhir mereka terhadap dunia yang mencoba memisahkan mereka. Di tengah debu dan bau laut, mereka mencapai puncak ekstasi yang menyakitkan,sebuah ledakan rasa yang dibayangi oleh desing mesin mobil hitam yang mulai terdengar mendekat ke area dermaga.

"Mereka di sini," bisik Rhea tepat di bibir Kirana, napasnya masih memburu.

Cahaya lampu mobil menyapu celah-celah dinding gudang. Aris dan Baskara tidak lagi bermain halus. Suara sepatu bot yang menghantam lantai semen terdengar dari pintu depan. Kirana dan Rhea saling bertatapan, tangan mereka bertautan erat. Mereka tidak akan menyerah begitu saja. Di balik bayangan peti-peti besar, mereka menyiapkan langkah terakhir. Jika mereka harus jatuh, mereka akan jatuh bersama,dalam pelukan yang tak akan pernah bisa dilepaskan oleh tangan pria mana pun.


Other Stories
Mauren Lupakan Masa Lalu

Mauren menolak urusan cinta karena trauma keluarga dan nyaman dengan tampilannya yang mask ...

Misteri Kursi Goyang

Rumah tua itu terasa hangat, sampai kursi goyang mewah dari tetangga itu datang. Saretha d ...

Keluarga Baru

Surya masih belum bisa memaafkan ayahnya karena telah meninggalkannya sejak kecil, disaat ...

Cinta Dibalik Rasa

Cukup lama menunggu, akhirnya pramusaji kekar itu datang mengantar kopi pesananku tadi. A ...

Perpustakaan Berdarah

Sita terbayang ketika Papa marah padanya karena memutuskan masuk Fakultas Desain Komunikas ...

Absolute Point

Sebuah sudut pandang mahasiswa semester 13 diambang Drop Out yang terlalu malu menceritaka ...

Download Titik & Koma