Blurb
Niat hati liburan lebaran ingin bersilaturahmi tapi hidup Nadia runtuh dalam satu pengakuan: ia lahir dari perselingkuhan ayahnya.
Sejak kecil ia tumbuh sebagai anak yang selalu merasa kurang—kurang disayang, kurang dihargai—tanpa pernah tahu bahwa dirinya adalah luka yang tak pernah sembuh bagi ibunya.
Ketika kebenaran terungkap, Nadia nyaris menyerah pada takdir yang terasa memalukan. Ia takut menjadi aib bagi lelaki yang mencintainya.
Namun Daniel tidak melihatnya sebagai kesalahan masa lalu. Ia melihat perempuan kuat yang bertahan di tengah penghakiman hidup—dan memilih untuk memperjuangkannya.
Dengan keberanian, Daniel datang membawa niat baik, restu yang diminta dengan hormat, dan tanggung jawab nyata—seratus juta untuk ibunya sebagai tanda terima kasih, dan seratus juta untuk masa depan pendidikan adik Nadia.
Bukan untuk membeli cinta, melainkan untuk memuliakan keluarga yang telah membesarkan Nadia.
Di hari kemenangan itu, Nadia belajar bahwa ia bukan anak haram yang harus menunduk seumur hidup. Ia adalah perempuan yang layak dicintai, diterima, dan diperjuangkan.
Karena terkadang, kebahagiaan lahir bukan dari masa lalu yang bersih—tetapi dari hati yang berani memaafkan dan memilih masa depan.
Sejak kecil ia tumbuh sebagai anak yang selalu merasa kurang—kurang disayang, kurang dihargai—tanpa pernah tahu bahwa dirinya adalah luka yang tak pernah sembuh bagi ibunya.
Ketika kebenaran terungkap, Nadia nyaris menyerah pada takdir yang terasa memalukan. Ia takut menjadi aib bagi lelaki yang mencintainya.
Namun Daniel tidak melihatnya sebagai kesalahan masa lalu. Ia melihat perempuan kuat yang bertahan di tengah penghakiman hidup—dan memilih untuk memperjuangkannya.
Dengan keberanian, Daniel datang membawa niat baik, restu yang diminta dengan hormat, dan tanggung jawab nyata—seratus juta untuk ibunya sebagai tanda terima kasih, dan seratus juta untuk masa depan pendidikan adik Nadia.
Bukan untuk membeli cinta, melainkan untuk memuliakan keluarga yang telah membesarkan Nadia.
Di hari kemenangan itu, Nadia belajar bahwa ia bukan anak haram yang harus menunduk seumur hidup. Ia adalah perempuan yang layak dicintai, diterima, dan diperjuangkan.
Karena terkadang, kebahagiaan lahir bukan dari masa lalu yang bersih—tetapi dari hati yang berani memaafkan dan memilih masa depan.
Other Stories
Dante Fairy Tale
“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita gemu ...
Pertemuan Di Ujung Kopi
Dari secangkir kopi yang tumpah, Aira tak pernah tahu bahwa hidupnya akan berpapasan kemba ...
7 Misteri Korea
Saat liputan di Korea, pemandu Dimas dan Devi terbunuh, dan mereka jadi tertuduh. Bisakah ...
Bali Before Sun Set
Perjalanan di pulau dewata tak hanya menyajikan sesuatu yang amat indah untuk di pandang t ...
Kating Modus!
Kisah seorang pemuda yang mengikuti organisasi internal di kampusnya. Ia diberi mandat ole ...
Melinda Dan Dunianya Yang Hilang
Melinda seorang gadis biasa menjalani hari-hari seperti biasa, hingga pada suatu saat ia b ...