Seratus Juta Untuk Sebuah Restu

Reads
972
Votes
24
Parts
12
Vote
Report
Seratus juta untuk sebuah restu
Seratus Juta Untuk Sebuah Restu
Penulis Rista

Blurb

Niat hati liburan lebaran ingin bersilaturahmi tapi hidup Nadia runtuh dalam satu pengakuan: ia lahir dari perselingkuhan ayahnya.

Sejak kecil ia tumbuh sebagai anak yang selalu merasa kurang—kurang disayang, kurang dihargai—tanpa pernah tahu bahwa dirinya adalah luka yang tak pernah sembuh bagi ibunya.

Ketika kebenaran terungkap, Nadia nyaris menyerah pada takdir yang terasa memalukan. Ia takut menjadi aib bagi lelaki yang mencintainya.

Namun Daniel tidak melihatnya sebagai kesalahan masa lalu. Ia melihat perempuan kuat yang bertahan di tengah penghakiman hidup—dan memilih untuk memperjuangkannya.

Dengan keberanian, Daniel datang membawa niat baik, restu yang diminta dengan hormat, dan tanggung jawab nyata—seratus juta untuk ibunya sebagai tanda terima kasih, dan seratus juta untuk masa depan pendidikan adik Nadia.

Bukan untuk membeli cinta, melainkan untuk memuliakan keluarga yang telah membesarkan Nadia.

Di hari kemenangan itu, Nadia belajar bahwa ia bukan anak haram yang harus menunduk seumur hidup. Ia adalah perempuan yang layak dicintai, diterima, dan diperjuangkan.

Karena terkadang, kebahagiaan lahir bukan dari masa lalu yang bersih—tetapi dari hati yang berani memaafkan dan memilih masa depan.


Other Stories
Aku Pulang

Raina tumbuh di keluarga rapuh, dipaksa kuat tanpa pernah diterima. Kemudian, hadir sosok ...

DAISY’s

Kisah Tiga Bersaudari ...

Perpustakaan Berdarah

Sita terbayang ketika Papa marah padanya karena memutuskan masuk Fakultas Desain Komunikas ...

Cinta Satu Paket

Renata ingin pasangan kaya demi mengangkat derajat dirinya dan ibunya. Berbeda dari sahaba ...

Rembulan Di Mata Syua

Syua mulai betah di pesantren, tapi kebahagiaannya terusik saat seorang wanita mengungkapk ...

Lantas, Kepada Siapa Ayah Bercerita?

Asdar terpaksa menjalani perjalanan liburan akhir tahun ke kampung halaman sang nenek sela ...

Download Titik & Koma