Bab 12 – Keputusan
Sarah menelan ludah. Ia maju selangkah. Pisau di tangannya bergetar.
Satu langkah lagi.
Darius di belakangnya berseru, “Ayo, Sayang.”
Sarah berhenti tepat di depan Iko.
Tanpa menoleh, ia berjalan melewati kursi itu. Pisau di tangannya bergerak cepat. Serat tali di belakang sandaran kursi putus dengan bunyi pendek. Iko langsung menarik kedua tangannya ke depan.
Darius tersentak. “Apa—”
Sarah menyerahkan pisau itu ke tangan Iko.
Iko berdiri dalam satu gerakan.
Darius maju dan menebaskan pisaunya ke arah dada Iko.
Iko menangkis.
Dua bilah logam beradu dengan bunyi keras.
Iko menyerang.
Darius menangkis.
Pisau mereka beradu lagi—cepat, kasar, tanpa teknik yang rapi.
Monitor bergoyang ketika tubuh mereka menghantam meja. Gambar di layar monitor bergetar sesaat sebelum kembali stabil.
Darius mendorong. Iko terhuyung ke belakang.
Pisau Iko menyayat udara kosong—Darius menghindar dan menyayat lengan Iko.
Pisau Iko jatuh ke lantai.
Iko menendang tangan Darius hingga pisaunya terpental.
Mereka saling bertukar pukulan ke arah wajah.
Iko menerjang. Mereka bertubrukan keras.
Tubuh mereka bergulat di lantai beton. Darius memukul punggung Iko. Sekali. Dua kali.
Iko meninju wajah Darius. Sekali. Dua kali.
Darius membalas dengan siku ke rahang.
Keduanya terengah-engah.
Ketika Darius kembali berdiri, ia menyambar pisau yang tadi jatuh, lalu meraih Sarah. Satu tangan memeluk dada dari belakang. Tangan yang lain menempelkan pisau di leher Sarah. “Berhenti,” kata Darius.
Iko mengangkat kedua tangannya ke udara.
Sarah membeku. Dadanya naik-turun cepat.
“Pisau itu,” kata Darius pada Iko. “Tendang ke sini.”
Iko menendang pisau itu menjauh—meluncur di lantai.
Darius tersenyum tipis.
Sarah memejamkan mata. Ia menggigit bibir lalu menginjak kaki Darius sekuat mungkin.
Darius menggeram.
Sarah menjatuhkan berat badannya ke samping dan menghantamkan sikunya ke perut Darius.
Pisau itu terjatuh.
Iko langsung menerjang. Tubuhnya menabrak Darius keras. Mereka jatuh bersama.
Sarah menendang pisau tadi hingga meluncur menjauh ke bawah meja kerja.
Mereka bergulat dan saling mengunci di lantai.
Darius melepas kuncian Iko dan berdiri—lalu menendang wajah Iko.
Darius menyambar pisau di lantai. Tanpa menunggu, ia mengangkat pisau itu, siap menikam Iko—
Sarah memukul tengkuk Darius dengan kunci Inggris.
Benturan logam itu membuat tubuhnya tersentak. Ia terhuyung ke belakang.
Darius menatap Sarah sambil mengacungkan pisau.
Sarah mundur. Keringat mengalir di dahinya.
“Ko, tolong!” teriak Sarah sambil melihat kiri-kanan dan melangkah mundur.
Darius mengayunkan pisau itu ke arah Sarah.
Iko menangkap tangan Darius dari samping.
Darius memegang pisau dengan kedua tangan. Iko berusaha merebutnya.
Pisau bergerak ke arah Iko dan Darius.
Pisau berbelok.
Suara logam menembus daging.
Keduanya terdiam.
Darius menatap Iko dengan tatapan tak percaya.
Iko mundur.
Darah mulai merembes dari bawah gagang pisau.
Tubuhnya jatuh ke lantai.
Tak bergerak.
Basement kembali sunyi. Hanya suara hujan yang samar terdengar dari atas.
Sarah menjatuhkan kunci Inggris dari tangannya.
Iko berdiri terpaku.
Di depan mereka, tubuh Darius tak lagi bernyawa. Malam panjang itu berakhir juga.
***
Iko dan Sarah menatap dua buah ponsel di meja. Layar salah satunya menyala—wajah Rudi menatap dari wallpaper.
“Udah dihapus semua?” tanya Iko.
“Udah,” ucap Sarah pelan. Ia meletakkan ponsel ketiga yang menampilkan wajah Bayu.
“Kita naik dan lapor polisi sekarang,” kata Iko.
Sarah mengangguk lemah.
Other Stories
Death Cafe
Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...
Pahlawan Revolusi
tes upload cerita jgn di publish ...
Akibat Salah Gaul
Kringgg…! Bunyi nyaring jam weker yang ada di kamar membuat Taufiq melompat kaget. I ...
Nina Bobo ( Halusinada )
JAM DINDING menunjukkan pukul 12 lewat. Nina kini terlihat tidur sendiri. Suasana sunyi. S ...
Dante Fairy Tale
“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita gemu ...
Aku Versi Nanti
Mikha, mahasiswa design semester 7 yang sedang menjalani program magang di sebuah Agency t ...