Blurb
Sepuluh tahun setelah kehilangan ibunya, Khalil tumbuh dengan kemarahan yang tak pernah benar-benar padam. Di matanya, Ale, adik yang lahir bersamaan dengan kepergian sang ibu adalah alasan mengapa keluarganya tidak pernah utuh lagi.
Namun sebuah perjalanan sederhana ke pantai bersama Bapak perlahan membuka luka lama yang selama ini mereka simpan. Di tengah debur ombak dan hangatnya kebersamaan yang jarang terjadi, Khalil mulai memahami satu hal yang selama ini ia abaikan: bahwa kehilangan bukan hanya miliknya.
Ketika takdir kembali menguji keluarga kecil itu, Khalil harus menghadapi kenyataan paling pahit dalam hidupnya, bahwa tidak semua perjalanan bisa diulang, dan tidak semua perpisahan memberi kesempatan untuk kembali.
Sebuah kisah tentang keluarga, penyesalan, dan cinta seorang ayah yang terlalu luas untuk diukur.
Namun sebuah perjalanan sederhana ke pantai bersama Bapak perlahan membuka luka lama yang selama ini mereka simpan. Di tengah debur ombak dan hangatnya kebersamaan yang jarang terjadi, Khalil mulai memahami satu hal yang selama ini ia abaikan: bahwa kehilangan bukan hanya miliknya.
Ketika takdir kembali menguji keluarga kecil itu, Khalil harus menghadapi kenyataan paling pahit dalam hidupnya, bahwa tidak semua perjalanan bisa diulang, dan tidak semua perpisahan memberi kesempatan untuk kembali.
Sebuah kisah tentang keluarga, penyesalan, dan cinta seorang ayah yang terlalu luas untuk diukur.
Other Stories
Keeper Of Destiny
Kim Rangga Pradipta Sutisna, anak dari ayah Korea dan ibu Sunda, tumbuh di Bandung dengan ...
Cahaya Menembus Senesta
Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...
Pantaskah Aku Mencintainya?
Ika, seorang janda dengan putri pengidap kanker otak, terpaksa jadi kupu-kupu malam demi b ...
Buah Mangga
buah mangga enak rasanya ...
Youtube In Love
Wahyu yang berani kenalan lewat komentar YouTube berhasil mengajak Yunita bertemu. Asep pe ...
Bagaimana Jika Aku Bahagia
Sebuah opini yang kalian akan sadari bahwa memilih untuk tidak bahagia bukan berarti hancu ...