Se-birru Langit. Se-bening Embun

Reads
405
Votes
8
Parts
8
Vote
Report
Se-birru langit. se-bening embun
Se-birru Langit. Se-bening Embun
Penulis YESA

Se-Birru Langit. Se-Bening Embun

Beberapa malam ini Birru merenung, mengingat kilas balik kebersamaannya dengan saudara kembarnya.


Ia menarik napas panjang.


Bibirnya diam, kepalanya berisik.


Bagaimana bisa manusia yang terlahir bersama, punya batas waktu yang berbeda?


Ia memandangi foto lama mereka — pagi itu, saat jogging, berhenti di sebuah taman. Matanya terpaku pada potret Bening. Taman yang basah oleh embun.


Birru teringat ucapan Bening tempo hari: ia akan menulis di belakang foto itu, Se-Birru langit.


Birru membalik foto di tangannya, Foto diri Bening. Lalu menuliskan di balik potret Bening: Se-Bening embun.


Malam itu, Birru mulai melepaskan Bening—pelan, setahap demi setahap.

Mengurai dukanya dengan sunyi, sendiri dan rapi.



Other Stories
Diary Anak Pertama

Sejak ibunya meninggal saat usianya baru menginjak delapan tahun, Alira harus mengurus adi ...

Testing

testing ...

Dari Luka Menjadi Cahaya

Azzam adalah seorang pemuda sederhana dengan mimpi besar. Ia percaya bahwa cinta dan kerja ...

Buah Mangga

buah mangga enak rasanya ...

Agum Lail Akbar

Tentang seorang anak yang terlahir berkebutuhan khusus, yang memang Allah ciptakan untuk m ...

Di Luar Rencana

Hubungan Hening sedang tidak akur dengan Endaru, putri semata wayangnya, namun mereka haru ...

Download Titik & Koma