Blurb
"Beberapa tempat tidak seharusnya dikunjungi, dan beberapa hidangan tidak seharusnya dicicipi."
Enam mahasiswa dan sebuah desa terpencil yang menjanjikan ketenangan. Namun, suara kamera ponsel yang mengabadikan senyum mereka di pagi hari menjadi saksi bisu awal dari sebuah bencana.
Di Desa Sukma Mulya, sesajen bukan sekadar hiasan, melainkan cara warga lokal memberi makan "sesuatu" yang lapar dengan suatu “imbalan”.
Saat salah satu dari mereka hilang dan meja perjamuan menyajikan daging berasa manis yang asing, mereka sadar bahwa mereka bukan lagi turis, melainkan mangsa.
Kini, mereka harus berpacu dengan waktu sebelum matahari mencapai puncak kepala. Karena di desa ini, jika kau tidak segera pergi, sukmamu akan tinggal selamanya sebagai persembahan.
Enam mahasiswa dan sebuah desa terpencil yang menjanjikan ketenangan. Namun, suara kamera ponsel yang mengabadikan senyum mereka di pagi hari menjadi saksi bisu awal dari sebuah bencana.
Di Desa Sukma Mulya, sesajen bukan sekadar hiasan, melainkan cara warga lokal memberi makan "sesuatu" yang lapar dengan suatu “imbalan”.
Saat salah satu dari mereka hilang dan meja perjamuan menyajikan daging berasa manis yang asing, mereka sadar bahwa mereka bukan lagi turis, melainkan mangsa.
Kini, mereka harus berpacu dengan waktu sebelum matahari mencapai puncak kepala. Karena di desa ini, jika kau tidak segera pergi, sukmamu akan tinggal selamanya sebagai persembahan.
Other Stories
Filosofi Sampah (catatan Seorang Pemulung)
Samsuri, seorang pemulung yang kehilangan istri dan anaknya akibat tragedi masa lalu, menj ...
Kucing Emas
Suasana kelas 11 IPA SMA Kartini, Jakarta senin pagi cukup kondusif. Berhubung ada rapat ...
Bungkusan Rindu
Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...
Melinda Dan Dunianya Yang Hilang
Melinda seorang gadis biasa menjalani hari-hari seperti biasa, hingga pada suatu saat ia b ...
Tea Love
Miranda tak ingin melepas kariernya demi full time mother, meski suaminya meminta begitu. ...
Cinta Dibalik Rasa
Cukup lama menunggu, akhirnya pramusaji kekar itu datang mengantar kopi pesananku tadi. A ...