Sudut Pandang

Reads
89
Votes
0
Parts
7
Vote
Report
Penulis Rahanda Putra Purnama

Bab 4: Memandang Ujian: Mencari Hikmah Di Balik Tabir

Antara Syukur dan Sabar: Dua Sayap Ketenangan

Hidup itu ujian. Ini bukan kata-kata motivasi, tapi fakta yang dijamin sama Allah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)

Yang menarik dari ayat ini: Allah ngga bilang "kabarkanlah kepada orang yang ngga kena ujian" atau "kabarkanlah kepada orang yang hidupnya enak terus". Tapi kabar gembira itu dikasih ke orang yang sabar. Berarti ujian itu pasti, yang nentuin kita dapet kabar gembira atau ngga adalah sikap kita waktu ngadepin ujian.

Syaikh Ibnu Athaillah dalam Kitab Al-Hikam bilang: Allah memperkenalkan diri-Nya melalui dua jalan—kelapangan untuk memunculkan syukur, dan kesempitan untuk memunculkan sabar. Jadi, apapun kondisinya, sebenarnya kita lagi diajak buat lebih dekat sama Allah.

Aku pernah ngalamin masa-masa berat: usaha bangkrut, orang tua sakit, dan istri minta cerai, semua terjadi dalam waktu berdekatan. Rasanya dunia kayak runtuh. Tiap bangun tidur, aku berharap ini cuma mimpi buruk.

Tapi di tengah kegelapan itu, perlahan-lahan aku mulai liat titik-titik terang. Waktu usaha bangkrut, aku jadi lebih dekat sama Allah karena cuma Dia tempat aku curhat. Waktu orang tua sakit, aku jadi punya waktu lebih banyak buat nemenin beliau, ngobrol, minta maaf atas kesalahan masa lalu. Waktu istri minta cerai... ini yang paling susah, tapi dari situ aku belajar buat lebih dewasa, lebih ngerti perasaan orang lain.

Aku inget kata-kata Imam Syafi'i:

تَغَرَّبْ عَنِ الْأَوْطَانِ فِي طَلَبِ الْعُلَا # وَسَافِرْ فَفِي الْأَسْفَارِ خَمْسُ فَوَائِدَ
تَفَرُّجُ هَمٍّ وَاكْتِسَابُ مَعِيشَةٍ # وَعِلْمٌ وَآدَابٌ وَصُحْبَةُ مَاجِدِ
"Berpindahlah dari kampung halaman untuk meraih kemuliaan, dan bepergianlah karena dalam perjalanan ada lima faedah: menghilangkan kegelisahan, mencari penghidupan, menambah ilmu, mendapatkan adab, dan berteman dengan orang mulia."

Tapi bagiku, "perjalanan" itu ngga harus fisik. Perjalanan batin, melewati ujian, juga bawa faedah-faedah yang sama: kegelisahan ilang, penghidupan baru, ilmu baru, adab yang lebih baik, dan kadang dapet temen yang mulia di tengah ujian.

Merdeka Bersama Allah

Satu hal yang paling berharga yang aku pelajari dari ujian: kemerdekaan. Saat semua hal di dunia goyah, saat harta ilang, saat orang pergi, saat kesehatan menurun—yang tersisa cuma satu: hubunganku sama Allah.

Ada hadis qudsi yang sangat indah:

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي
"Allah Ta'ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya apabila ia mengingat-Ku." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalau aku berprasangka baik sama Allah di saat ujian, Allah akan kasih yang terbaik. Kalau aku yakin Allah punya rencana indah di balik semua ini, Allah akan wujudkan itu. Tapi kalau aku berburuk sangka, ya Allah akan perlakukan aku sesuai prasangkaku.

Ini berat banget. Apalagi pas ujian lagi bertubi-tubi. Tapi aku inget kata-kata ulama: "Ujian itu bukan hukuman, tapi undangan buat lebih dekat. Kalau Dia panggil dengan musibah, itu karena Dia rindu suara hambanya yang merintih."

Aku jadi mikir, mungkin selama ini aku ngga deket-deket sama Allah pas lagi seneng. Waktu sehat, aku jarang sholat malam. Waktu kaya, aku lupa sedekah. Waktu bahagia, aku lupa bilang Alhamdulillah. Maka Allah panggil aku lewat jalan yang lain: lewat sakit, lewat bangkrut, lewat kehilangan. Bukan buat nyiksa, tapi buat narik aku balik.

Latihan Kecil untuk Hari Ini:

Setiap kali ujian datang, aku coba tanya: "Apa yang mau Allah ajarkan ke aku lewat kejadian ini?" Bukan "Kenapa ini terjadi sama aku sekarang?"

Other Stories
The Museum

Mario Tongghost, penangkap hantu asal Medan, menjadi penjaga malam di Museum Bamboe Kuning ...

Hopeless Cries

Merasa kesepian, tetapi sama sekali tidak menginginkan kehadiran seseorang untuk menemanin ...

Don't Touch Me

Malam pukul 19.30 di Jakarta. Setelah melaksanakan salat isya dan tadarusan. Ken, Inaya, ...

Escape [end]

Setelah setahun berlarut- larut dalam luka masa lalunya, Nadine pun dipaksa oleh sahabatny ...

Free Mind

“Free Mind” bercerita tentang cinta yang tak bisa dimiliki di dunia nyata, hanya tersi ...

After Honeymoon

Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...

Download Titik & Koma