Blurb
Kala memilih menghabiskan akhir tahun di sebuah hotel tua di ujung kota—tempat yang menjanjikan sunyi dan jarak dari dunia yang menuntutnya terus menjadi “cukup”.
Namun hotel itu memiliki satu keanehan: tidak ada satu pun cermin.
Awalnya terasa sepele. Hingga perlahan Kala mulai lupa seperti apa wajahnya sendiri.
Di lorong paling ujung, sebuah pintu tanpa nomor menyimpan satu-satunya cermin yang tersisa. Di sanalah ia dihadapkan pada pertanyaan yang lebih menakutkan daripada kegagalan:
Apakah ia datang untuk menulis… atau untuk berhenti menjadi dirinya?
Sebab di Hotel Tanpa Cermin, yang menghilang bukan bayangan—melainkan keberanian untuk tetap mengenali diri sendiri.
Other Stories
Curahan Hati Seorang Kacung
Saat sekolah kita berharap nantinya setelah lulus akan dapat kerjaan yang bagus. Kerjaan ...
Dua Bintang
Bintang memang selalu setia. Namun, hujan yang selalu turun membuatku tak menyadari keha ...
Bumi
Seni mencintai terkadang memang menyenangkan, tetapi tak selamanya berada dalam titik mani ...
Bu Guru Dan Mantan Murid
Salsa, guru yang terjebak pernikahan dingin, tergoda perhatian mantan muridnya, Anton. Per ...
7 Misteri Di Korea
Untuk membuat acara spesial di ulang tahun ke lima majalah pariwisata Arsha Magazine, Om D ...
Di Bawah Langit Al-ihya
Meski jarak dan waktu memisahkan, Amri dan Vara tetap dikuatkan cinta dan doa di bawah lan ...