10. Hotel Tanpa Cermin
Pagi hari, kamar nomor tujuh kosong.
Tempat tidur rapi.
Laptop tidak ada.
Nama Kala tidak pernah tercatat di buku tamu.
Di lobi, resepsionis menutup buku kosongnya.
Satu halaman tiba-tiba terisi sendiri.
Hanya satu kalimat:
“Beberapa orang tidak menghilang. Mereka hanya berhenti menjadi diri mereka.”
Di sudut kota, di apartemen kecil yang telah lama tak berpenghuni, sebuah laptop menyala sendiri.
Di layar, file terakhir Kala terbuka.
Judulnya:
Hotel Tanpa Cermin.
Dan kursor berhenti tepat di akhir kalimat.
Other Stories
Bungkusan Rindu
Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...
Tersesat
Tak dipungkiri, Qiran memang suka hal-hal baru. Dia suka mencari apa pun yang sekiranya bi ...
Puzzle
Ros yatim piatu sejak 14 tahun, lalu menikah di usia 22 tapi sering mendapat kekerasan hin ...
Hati Yang Beku
Jasmine menatap hamparan metropolitan dari lantai tiga kostannya. Kerlap-kerlip ibukota ...
Rumah Rahasia Reza
Di balik rumah-rumah rahasia Reza, satu pintu belum pernah dibuka. Sampai sekarang. ...
Hati Yang Terbatas
Kinanti termenung menatap rinai hujan di balik jendela kaca kamarnya. Embun hujan mengh ...