Hotel Tanpa Cermin

Reads
7.8K
Votes
4K
Parts
11
Vote
Report
Penulis Eiko Purvanto

3. Sunyi Yang Dipilih

Malam pertama, ia mencoba menulis.

Laptopnya menyala, layar kosong memantulkan cahaya kebiruan di wajahnya—atau setidaknya ia membayangkan begitu, karena ia tak punya cara memastikan seperti apa wajahnya malam itu.

Ia menulis satu kalimat.

Menghapusnya.

Menulis lagi.

Menghapus lagi.

Tiba-tiba ia sadar, sudah dua jam berlalu dan ia belum sekali pun merasa ingin bercermin. Tidak seperti biasanya. Di rumah, ia kerap memeriksa wajahnya saat berpikir. Seolah-olah inspirasi bisa muncul dari tatapan sendiri.

Di sini, tidak ada itu.

Hanya dinding. Hanya sunyi.


Other Stories
Akibat Salah Gaul

Nien, gadis desa penerima beasiswa di sekolah elite Jakarta, kerap dibully hingga dihadapk ...

Mozarella (bukan Cinderella)

Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseora ...

Romance Reloaded

Luna, gadis miskin jenius di dunia FPS, mendadak viral setelah aksi no-scope gila di turna ...

Desa Seribu Sesajen

"Sukma yang datang, sukma yang pulang sebagai persembahan." Liburan semester enam mahasis ...

Warung Kopi Reformasi

Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...

Baim Dan Kelapa Yang Masih Puber

Baim menghabiskan liburan akhir tahun di pantai dengan harapan menemukan ketenangan. Namun ...

Download Titik & Koma