Lantas, Kepada Siapa Ayah Bercerita?

Reads
215
Votes
10
Parts
10
Vote
Report
Lantas, kepada siapa ayah bercerita?
Lantas, Kepada Siapa Ayah Bercerita?
Penulis Aogsta

Dua Peluru Ayah

Tante Ila dan rombongannya pulang menjelang maghrib. Karena rumah mereka tidak terlalu jauh, mereka tidak menginap. Begitu suara mesin mobil mereka menghilang, aku turun ke bawah.
Aku menemukan Ibu duduk di sofa ruang tengah, matanya sembab seperti habis menangis. Di mana Ayah? Aku tidak melihatnya di sana. Aku baru saja hendak menghampiri Ibu untuk bertanya apa yang terjadi, tapi tanganku ditarik oleh Satria.
"Mas, sini bentar," bisik Satria. Dia membawaku ke balkon kecil di samping kamar.
Wajah Satria tampak tenang, bahkan ada sisa-sisa senyum dari permainan bulutangkis pagi tadi. "Mas, hari ini aku bahagia banget. Aku rindu momen kayak gini. Akhirnya kita bisa liburan beneran," katanya.
Kalimat Satria membuatku lupa sejenak pada mata sembab Ibu. Aku menatap adikku yang mulai tumbuh jadi laki-laki dewasa itu.
"Tadi pagi pas Mas tidur lagi abis subuh, sebenarnya aku mau bangunin. Tapi Ayah melarang," Satria melanjutkan. "Ayah bilang, 'Kasian Masmu, dia capek kerja terus di kota. Biarin dia tidur agak lama'. Terus Ayah bilang sesuatu yang bikin aku merinding, Mas."
"Ngomong apa dia?" tanyaku penasaran.
"Ayah bilang, dia ngerasa keluarganya sekarang sudah utuh. Dua pelurunya sudah besar-besar. Sudah mau gantiin peran Ayah," suara Satria sedikit bergetar. "Ayah ternyata bisa lembut juga ya, Mas? Dia ngajakin aku main bulutangkis karena dia bilang dia nostalgia, inget dulu pas dia ngajarin kamu pertama kali main di depan rumah. Makanya dia pengen ngulang itu lagi sama aku."
Aku terdiam. Dadaku terasa sesak mendengar cerita itu. Ayah, pria yang kusebut robot, pria yang kusebut kaku, ternyata menyimpan kasih sayang yang begitu dalam di balik diamnya. Dia melihat kami sebagai “dua peluru” senjata terakhir yang dia miliki untuk bertahan hidup.
Tapi di tengah kehangatan cerita Satria, bayangan mata Ibu yang menangis tadi kembali melintas. Ayah yang lembut itu, sekarang ada di mana? Kenapa dia tidak ada di samping Ibu setelah Tante Ila pulang? Aku masih tidak tahu apa yang terjadi pada kedua orang tuaku itu.

Other Stories
My 19 Story

Di usia sembilan belas, Liora dikhianati dan melarikan diri ke Jakarta, tempat seorang pri ...

Kau Bisa Bahagia

Airin harus menikah dalam 40 hari demi warisan ayahnya, namun hatinya tetap pada Arizal, c ...

(bukan) Tentang Kita

Tak sanggup menanggung rada sakit akibat kehilangan, Arga, seorang penulis novel romantis ...

Balada Cinta Kamilah

Sudah sebulan Kamaliah mengurung diri setelah membanting Athmar, pria yang ia cintai. Hidu ...

Ijr

hrj ...

Cowok Hujan

Ia selalu terlihat tenang. Tapi setiap kali langit mulai gelap dan angin berhembus kencang ...

Download Titik & Koma