Dari Lembang Ke Lembar Kumon
Kelas dua SMP. Rumah terasa lebih sepi.
Sekarang hanya ada Mama, Lydia, Siska… dan keheningan yang entah kenapa, seperti ikut duduk di meja makan setiap pagi.
Kak Kartika sekolah di boarding school.
Yang Lydia nggak mengerti waktu itu: biaya sekolah boarding itu… gila. Tapi Mama tetap berusaha—gesek kartu kredit, pinjam sana-sini, bahkan menjual barang yang Lydia pikir nggak akan pernah dijual.
Semuanya demi pendidikan. Demi masa depan anak-anaknya.
Pengorbanan itu nggak kelihatan di mata Lydia.
Yang dia lihat hanya: Kak Kartika pergi.
Nggak ada lagi partner senasib-sepenanggungan.
Tinggal Siska, si bungsu yang menurut Lydia masih “anak kecil nggak ngerti apa-apa.”
Liburan sekolah pun berubah.
Dulu, Ayah masih bisa ajak keluarga besar—baik dari pihak Ayah maupun Mama—jalan-jalan bareng ke Lembang.
Ramai, seru, penuh tawa.
Sekarang?
Liburan = bangun siang, nonton sepuasnya, lalu tetap harus mengerjakan Kumon.
Yes, bimbingan belajar yang Ayah dan Mama ngotot anak-anaknya ikuti.
Ayah dan Mama, sebagai lulusan SMA, paham banget gimana pendidikan bisa jadi jalan kesuksesan.
Dan Lydia—mau nggak mau—harus ikut di jalan yang Ayah dan Mama percayai.
Sekarang hanya ada Mama, Lydia, Siska… dan keheningan yang entah kenapa, seperti ikut duduk di meja makan setiap pagi.
Kak Kartika sekolah di boarding school.
Yang Lydia nggak mengerti waktu itu: biaya sekolah boarding itu… gila. Tapi Mama tetap berusaha—gesek kartu kredit, pinjam sana-sini, bahkan menjual barang yang Lydia pikir nggak akan pernah dijual.
Semuanya demi pendidikan. Demi masa depan anak-anaknya.
Pengorbanan itu nggak kelihatan di mata Lydia.
Yang dia lihat hanya: Kak Kartika pergi.
Nggak ada lagi partner senasib-sepenanggungan.
Tinggal Siska, si bungsu yang menurut Lydia masih “anak kecil nggak ngerti apa-apa.”
Liburan sekolah pun berubah.
Dulu, Ayah masih bisa ajak keluarga besar—baik dari pihak Ayah maupun Mama—jalan-jalan bareng ke Lembang.
Ramai, seru, penuh tawa.
Sekarang?
Liburan = bangun siang, nonton sepuasnya, lalu tetap harus mengerjakan Kumon.
Yes, bimbingan belajar yang Ayah dan Mama ngotot anak-anaknya ikuti.
Ayah dan Mama, sebagai lulusan SMA, paham banget gimana pendidikan bisa jadi jalan kesuksesan.
Dan Lydia—mau nggak mau—harus ikut di jalan yang Ayah dan Mama percayai.
Other Stories
Kukejar Impian Besarku
Ramon, Yongki,Dino,Jodi,Eka adalah sekumpulan anak band yg rutin manggung di sebuah cafe d ...
Dia Bukan Aksara
Kiara masih mengalami nestapa semenjak kehilangan adiknya, Aksara saat liburan tahun lalu. ...
My 19 Story
Di usia sembilan belas, Liora dikhianati dan melarikan diri ke Jakarta, tempat seorang pri ...
Permainan Mematikan: Narsistik
Delapan orang asing diculik dan dipaksa mengikuti serangkaian permainan mematikan. Tujuh d ...
Menjamah Jauh: Tentang Kota Dan Kenangan
Kadang, cerita liburan tak selalu berakhir indah. Musim panas tahun lalu di Malang, Tama m ...
Perpustakaan Berdarah
Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...