Bab 5 Gangguan
Ini hari ke lima tanpa Arya di pabrik sablon. Polisi belum menemukan siapa pelakunya. Padahal… aku tahu. Hanya saja, tahu saja tidak cukup. Siang itu, aku duduk di kantin seperti biasa. Di tempat yang sama, Meski kursi di depanku kini kosong. Tiba-tiba kursi disampingku bergeser. Aku menoleh.
Joko.
Topi biru mudanya masih terpasang. Wajahnya lebih keras dari biasanya. Aku sempat melirik sekeliling. Tidak ada lagi yang mau duduk bersamanya. Aku kembali fokus ke makananku.
“Lu bilang apa ke polisi?”
Aku tidak langsung menjawab.
“Semua yang seharusnya.”
Joko tertawa pendek. Kering.
“Katanya yang nusuk Arya… pakai topi kayak gini?” Tangannya menyentuh topinya sendiri. “Apa maksudnya?”
Aku mengangkat bahu pelan.
“Gue Cuma bilang apa yang gue ingat.”
Rahang Joko mengeras. Beberapa detik hening. Lalu aku bicara lagi tanpa menoleh.
“Istri Arya lagi hamil tua…” Sendokku berhenti sebentar.
“Kasihan ya… kalau ada yang hancurin hidupnya di saat kaya gitu.”
“Apa maksud lu?” Suara Joko naik.
Aku kembali diam. Membereskan makananku perlahan, seolah tidak terjadi apa-apa. Lalu berdiri. Dan Pergi. Meninggalkan Joko dengan pertanyaannya sendiri.
Hari ini berlalu seperti biasa. Pekerjaan berjalan lancar. Mesin-mesin tetap bekerja tanpa gangguan, seolah tidak ada yang berubah. Tapi ada satu hal yang berubah. Joko.
Sejak pagi aku bisa merasakan keberadaannya…Bukan karena dia selalu berada di dekatku, justru sebaliknya. Dia menjaga jarak. Terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Seperti seseorang yang tidak ingin terlihat sedang memperhatikan… padahal sedang mengamati setipa gerak.
Sesekali, aku sengaja membalas tatapannya lebih lama dari yang seharusnya. Hanya untuk memastikan. Dan setiap kali itu terjadi, dia akan memalingkan wajahnya, atau berpura-pura sibuk dengan hal lain. Namun dia selalu kembali. Selalu mengarah padaku. Seolah aku adalah sesuatu yang perlu ia pastikan keberadaannya… atau kesalahannya. Aku tidak tahu sejak kapan hal itu dimulai. Tetapi hari ini, pola itu terasa lebih jelas dari biasanya.
Saat jam pulang tiba, aku berganti pakaian di ruang ganti seperti biasa. Lokerku dan loker Joko berada cukup jauh, tidak ada alasan logis baginya untuk berada di area itu. Namun Ketika aku menuju lokerku, aku melihatnya. Di sana… Berdiri disekitar lokerku. Tidak membuka apa pun. Tangannya tidak menyentuh pintu logam itu. Tidak ada Gerakan mencurigakan yang bisa dijelaskan secara langsung. Hanya… berhenti. Dan itu berlangsung cukup lama untuk membuatku memperhatikannya. Dua orang pekerja lain lewat di belakangnya, mengambil barang mereka masing-masing, lalu pergi tanpa memberi perhatian sedikit pun. Seolah tidak ada yang aneh. Tapi Joko tetap di sana. Dan entah kenapa, itu justru terasa lebih mencurigakan.
Aku menahan napas sebentar, mencoba Menyusun ulang apa yang sebenarnya sedang terjadi. Mungkin dia hanya lewat. Mungkin dia hanya mengambil sesuatu. Tapi tidak ada Gerakan membuka loker. Tidak ada alasan dia berhenti tepat di titik itu, cukup lama untuk diperhatikan, namun cukup diam untuk tidak terlihat jelas. Dan itu tidak bisa dianggap kebetulan. Tidak setelah cara dia mengawasi sepanjang hari. Aku yakin itu bukan kebetulan. Dia sedang mengawasiku. Dan kalau dia sudah sejauh ini berani bergerak tanpa alasan yang jelas, maka satu hal yang pasti, dia tidak bisa dibiarkan terus seperti ini. Dia harus dilaporkan ke polisi.
Masalahnya hanya satu. Belum ada bukti yang cukup untuk membuat semuanya masuk akal bagi orang lain. Tapi di kepalaku… semuanya sudah sangat jelas.
Other Stories
Negeri Bawah Laut Porkah: Cakra Di Samudra Hindia
Liburan kelulusan SMA membawa Cakra Abiyoga dan sahabat-sahabatnya ke Pantai Parangtritis. ...
Testing
testing ...
Warung Kopi Reformasi
Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...
Pintu Dunia Lain
Nadiva terkejut saat gedung kantor berubah misterius: cat memudar, tembok berderak, asap b ...
Diary Superhero
lanjutan cerita kisah cinta superhero. dari sudut pandang Sefia. superhero berkekuatan tel ...
Viral
Nayla, mantan juara 1 yang terkena PHK, terpaksa berjualan donat demi bertahan. Saat video ...