The Innocent

Reads
364
Votes
2
Parts
10
Vote
Report
Penulis CaRyn

Bab 5 Gangguan

Ini hari ke lima tanpa Arya di pabrik sablon. Polisi belum menemukan siapa pelakunya. Padahal… aku tahu. Hanya saja, tahu saja tidak cukup. Siang itu, aku duduk di kantin seperti biasa. Di tempat yang sama, Meski kursi di depanku kini kosong. Tiba-tiba kursi disampingku bergeser. Aku menoleh.

Joko.

Topi biru mudanya masih terpasang. Wajahnya lebih keras dari biasanya. Aku sempat melirik sekeliling. Tidak ada lagi yang mau duduk bersamanya. Aku kembali fokus ke makananku.

“Lu bilang apa ke polisi?”

Aku tidak langsung menjawab.

“Semua yang seharusnya.”

Joko tertawa pendek. Kering.

“Katanya yang nusuk Arya… pakai topi kayak gini?” Tangannya menyentuh topinya sendiri. “Apa maksudnya?”

Aku mengangkat bahu pelan.

“Gue Cuma bilang apa yang gue ingat.”

Rahang Joko mengeras. Beberapa detik hening. Lalu aku bicara lagi tanpa menoleh.

“Istri Arya lagi hamil tua…” Sendokku berhenti sebentar.

“Kasihan ya… kalau ada yang hancurin hidupnya di saat kaya gitu.”

“Apa maksud lu?” Suara Joko naik.

Aku kembali diam. Membereskan makananku perlahan, seolah tidak terjadi apa-apa. Lalu berdiri. Dan Pergi. Meninggalkan Joko dengan pertanyaannya sendiri.

Hari ini berlalu seperti biasa. Pekerjaan berjalan lancar. Mesin-mesin tetap bekerja tanpa gangguan, seolah tidak ada yang berubah. Tapi ada satu hal yang berubah. Joko.

Sejak pagi aku bisa merasakan keberadaannya…Bukan karena dia selalu berada di dekatku, justru sebaliknya. Dia menjaga jarak. Terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Seperti seseorang yang tidak ingin terlihat sedang memperhatikan… padahal sedang mengamati setipa gerak.

Sesekali, aku sengaja membalas tatapannya lebih lama dari yang seharusnya. Hanya untuk memastikan. Dan setiap kali itu terjadi, dia akan memalingkan wajahnya, atau berpura-pura sibuk dengan hal lain. Namun dia selalu kembali. Selalu mengarah padaku. Seolah aku adalah sesuatu yang perlu ia pastikan keberadaannya… atau kesalahannya. Aku tidak tahu sejak kapan hal itu dimulai. Tetapi hari ini, pola itu terasa lebih jelas dari biasanya.

Saat jam pulang tiba, aku berganti pakaian di ruang ganti seperti biasa. Lokerku dan loker Joko berada cukup jauh, tidak ada alasan logis baginya untuk berada di area itu. Namun Ketika aku menuju lokerku, aku melihatnya. Di sana… Berdiri disekitar lokerku. Tidak membuka apa pun. Tangannya tidak menyentuh pintu logam itu. Tidak ada Gerakan mencurigakan yang bisa dijelaskan secara langsung. Hanya… berhenti. Dan itu berlangsung cukup lama untuk membuatku memperhatikannya. Dua orang pekerja lain lewat di belakangnya, mengambil barang mereka masing-masing, lalu pergi tanpa memberi perhatian sedikit pun. Seolah tidak ada yang aneh. Tapi Joko tetap di sana. Dan entah kenapa, itu justru terasa lebih mencurigakan.

Aku menahan napas sebentar, mencoba Menyusun ulang apa yang sebenarnya sedang terjadi. Mungkin dia hanya lewat. Mungkin dia hanya mengambil sesuatu. Tapi tidak ada Gerakan membuka loker. Tidak ada alasan dia berhenti tepat di titik itu, cukup lama untuk diperhatikan, namun cukup diam untuk tidak terlihat jelas. Dan itu tidak bisa dianggap kebetulan. Tidak setelah cara dia mengawasi sepanjang hari. Aku yakin itu bukan kebetulan. Dia sedang mengawasiku. Dan kalau dia sudah sejauh ini berani bergerak tanpa alasan yang jelas, maka satu hal yang pasti, dia tidak bisa dibiarkan terus seperti ini. Dia harus dilaporkan ke polisi.

Masalahnya hanya satu. Belum ada bukti yang cukup untuk membuat semuanya masuk akal bagi orang lain. Tapi di kepalaku… semuanya sudah sangat jelas.


Other Stories
Bukan Cinta Sempurna

Meski populer di sekolah, Dini diam-diam mencintai Widi. Namun Widi justru menjodohkannya ...

Harapan Dalam Sisa Senja

Apa yang akan dalam pikiran ketika dinyatakan memiliki penyakit kronis? Ketika hidup berg ...

Ada Apa Dengan Rasi

Saking seringnya melihat dan mendengar kedua orang tuanya bertengkar, membuat Rasi, gadis ...

Lydia

Di usianya yang menginjak tiga puluh satu tahun, Lydia merasa waktu berjalan terlalu cepat ...

DI BAWAH PANJI DIPONEGORO

Damar, seorang Petani, terpanggil untuk berjuang mengusir penjajah Belanda dari tanah airn ...

Dante Fair Tale

Dante, bocah kesepian berusia 9 tahun, membuat perjanjian dengan peri terkurung dalam bola ...

Download Titik & Koma