Chapter 20
“Apa yang akan kau lakukan, Eulia?” tanya Juan yang tampak cemas. Eulia harus berhadapan dengan Marco yang membawa pistol. Tentu itu tindakan yang berbahaya.
“Kau di sini saja. Tolong selamatkan Elena. Kakakku harus memenangkan permainan ini dan membayar ganti rugi. Dia juga harus bahagia bersama kekasihnya.” Eulia merasa sangat bersalah atas masa lalunya. Dia telah membuat Elena kehilangan Cariann. Kali ini, dia tidak ingin Elena kehilangan kebahagiaannya lagi. Daunte sedang menunggu Elena kembali.
Eulia berjalan mendekati Marco yang masih mengacungkan pistol. “Aku akan mengakui sesuatu padamu. Kau mau tahu tentang Cariann, kan? Kenapa dia sampai meninggal? Aku yang paling tahu.”
“Kau tidak perlu membela pembunuh itu. Elenalah yang telah membunuh Cariann.” Marco masih tetap kokoh memegang pistol.
Apa yang aku lakukan? Apa kau mau mati, Eulia? Lihat pistol itu! Lihat! Saat kau tertembak, mungkin kau tidak akan selamat. Eulia sudah berada sangat dekat dengan Marco, terutama pistol di tangan laki-laki itu. “Turunkan pistol itu dan aku akan menceritakan yang sebenarnya.”
“Kau jangan main-main denganku!” Marco masih memperlihatkan kesangarannya.
“Baiklah, tembak aku jika kamu ingin. Tapi aku mohon padamu, lepaskan mereka semua setelah ini. Bebaskan mereka semua.” Eulia tidak punya pilihan lain selain mengambil risiko. Apabila mereka bisa selamat, mungkin ini satu-satunya cara untuk bertahan dan menyelesaikan permainan ini.
“Kau sebaiknya cepat bicara! Aku tidak ingin mendengarkan omong kosong!”
“Cariann benar pernah menjadi kekasih Elena. Tapi aku juga pernah mencintai Cariann. Saat Cariann mabuk, aku yang terakhir bersamanya. Kami hampir saja bermesraan malam itu. Tapi, Cariann sangat mengenali dan mencintai Elena. Dia meninggalkanku hanya karena Elena. Jadi, kau salah besar kalau menganggap Elena yang membunuh Cariann. Aku yang terakhir bersamanya dan yang mendorongnya dari belakang. Akulah yang sebenarnya membunuh Cariann, bukan Elena. Kau dengar itu?”
“Kau berengsek!” Marco merasa merinding mendengar itu lalu bersiap menarik pelatuk. “Mati kau pembunuh!”
Sebuah pukulan mengenai punggung Marco hingga membuat laki-laki itu terjatuh. Namun, pistol yang sudah mengeluarkan peluru mengenai pundak Eulia. Eulia terjatuh ke belakang, berguling, hingga terjatuh ke air. Juan segera melompat ke air. Dia sedikit kesulitan untuk berenang karena lengannya yang tertembak masih mengalirkan darah. Dia berhasil menemukan Eulia dan meraihnya dengan satu tangan. Lengan yang tertembak tidak kuat untuk memegang Eulia. Air yang bening berubah menjadi merah darah. Dia membawa Eulia berenang ke perairan yang lebih rendah. Dia menepikan Eulia. Laki-laki itu melepaskan pakaian atas, memerasnya, lalu mengikat ke luka Eulia.
Javiar mencari sesuatu untuk mengikat Marco.
Elena langsung memeluk Daunte yang datang bersama beberapa pengawal. “Kenapa kau bisa ke sini?” tanyanya heran. Daunte bukan merupakan peserta undangan.
“Aku menginap di O Pindo. Aku tidak akan pulang sebelum melihatmu kembali. Petugas yang waktu itu mengantarkanmu, memberitahu kalau permainan sudah berakhir, jadi kami langsung lari ke sini. Mereka mengizinkanku ikut.”
Para pengawal melakukan evakuasi. Sudah ada beberapa mobil ambulan yang masuk, termasuk mobil yang membawa jenazah teman-teman mereka.
Juan membantu Eulia naik ke tempat yang lebih tinggi dibantu oleh Eulia. Setelah berhasil membawa dan merebahkan Eulia ke tandu, laki-laki itu tiba-tiba terjatuh.
***
Juan, dengan rambut keriting dan berkacamata, memisahkan diri dari keramaian saat bermalam di Monte Pindo. Dia melihat Lucia yang membuat Cariann mabuk berat. Namun, Lucia gagal mendapatkan Cariann malam itu. Juan juga melihat pertengkaran kecil antara Cariann dan Elena yang saat itu didengar dan dilihat banyak mahasiswa.
Karena pertengkaran itu, Cariann memisahkan diri, berjalan pergi dari area perkumpulan. Juan juga memilih untuk keluar dari area perkumpulan. Dia mengikuti Cariann sambil bersembunyi. Tidak disangka, dia melihat perempuan yang mirip Elena mendekati Carian. Dia menyaksikan bagaimana mereka berciuman. Dia menyadari kalau perempuan itu bukan Elena, melainkan Eulia.
Juan mengikuti mereka berdua. Untuk apa? Dia hanya ingin memperhatikan sesuatu yang menarik. Eulia ternyata licik. Laki-laki itu sering memperhatikan Eulia yang tidak terlalu banyak bergaul, tetapi tetap ramah dan murah tersenyum. Dia menyukai senyum Eulia. Namun, apakah setelah ini dia akan tetap menyukainya?
Laki-laki itu terus mengikuti dalam bayang-bayang kegelapan sampai Cariann dan Eulia mendaki ke tempat yang lebih tinggi. Dia berdiri di sudut yang dapat melihat mereka berdua. Mereka hampir saja melakukannya, tetapi Cariann menolak dan pergi. Eulia terus menahan sampai akhirnya justru mendorong Cariann.
Saat itu, Eulia tidak menyadari bahwa Juan menjadi saksi kematian Cariann yang dilakukan olehnya.
***
Eulia, Elena, Juan, dan Javiar mengunjungi makam Hector, Jade, Teo, dan Lucia. Mereka memberikan bunga serta mendoakan para korban. Jasad mereka berhasil ditemukan oleh tim penyelamat yang bertugas, tetapi badan mereka sudah mulai membusuk. Pihak Galicia Interesante sudah memberikan kompensasi pada keluarga korban. Mereka meminta pihak yang bersangkutan dalam kematian keluarga mereka untuk diadili seadil-adilnya.
Marco merupakan salah satu pekerja terbaik yang bertugas untuk memajukan Monte Pindo dalam bidang eletronik. Dia menguji ponsel tanpa sinyal yang tetap terhubung agar bisa digunakan pendaki. Dia membuat mesin pendeteksi kehadiran pendaki melalui sensor. Dia juga membuat maps Monte Pindo digital. Namun, kesalahan yang dilakukannya menggunakan kecerdasan dan kekuasaan untuk membalas dendam.
Beberapa hari kemudian, Eulia yang masih dalam pemulihan luka tembak di pundak kanan masuk dalam pengawasan kepolisian Galicia. Dia dianggap terlibat dalam kematian Lucia yang menurut saksi, seperti Elena, Javiar, dan Juan, termasuk Marco, telah mendorong Lucia sampai jatuh ke sungai Rio Xallas. Akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kondisi fisik dan mental Eulia sehingga perempuan itu harus siap dipanggil untuk interogasi.
Javiar sudah kembali bekerja dan menerima sebagian hadiah untuk melunasi hutang-hutang, sisanya dia kembalikan ke pihak Galicia Interesante.
Elena dan Daunte memutuskan menemani Eulia sampai kasus Monte Pindo selesai. Elena juga menerima sebagian hadiah untuk membayar ganti rugi dan membiayai perawatan Eulia.
Juan beberapa kali berkunjung. Namun, setelah hari terakhir kunjungan laki-laki itu, mereka tidak bertemu lagi.
“Aku memiliki rahasia yang kusimpan lama. Kau ingin mengetahuinya?” tanya Juan yang berada di meja makan bersama Eulia.
Eulia sudah mulai memasak semenjak pundaknya lebih baik. “Kenapa aku harus tahu? Itu kan rahasiamu.” Eulia menyeruput kopi susunya.
“Kurasa kau berhak mengetahuinya. Sebagian rahasia ini tentangmu.”
Eulia mengernyit. “Bagaimana bisa tentangku?”
“Ini tentang malam yang panas dan tragis di Monte Pindo bertahun-tahun yang lalu.” Juan tersenyum, sedikit menyeringai.
“Apa maksudmu?” Eulia tampak tegang
“Aku melihat semua yang kaulakukan pada Cariann.”
Eulia menelan ludah dengan susah payah. Pengakuan Juan membuatnya merasa lebih memalukan daripada pengakuannya di Monte Pindo.
“Aku juga yang mencari data tentangmu dan yang lainnya. Aku membantu Marco untuk mencari tahu siapa saja yang pernah berhubungan dengan Cariann.”
“Apa?”
“Aku juga yang sering mengikutimu di hotel dan sekitar rumah.”
“Kau? Kau juga menakut-nakutiku?” Eulia hampir lupa dengan pengancam tersebut. Akan tetapi, kenapa harus Juan?
“Benar. Aku berusaha keras agar kau bisa ikut permainan. Aku juga yang memberikan undangan.”
“Ke-kenapa?”
“Karena aku suka memperhatikan sesuatu yang menarik. Aku bekerja sama dengan Marco untuk menarikmu keluar dan mengakui semuanya.”
“Lalu kenapa kau membantuku? Kenapa tidak membiarkan aku mati saja?”
“Karena kalau kau mati, sudah tidak ada yang menarik lagi. Aku suka padamu sejak kau sengaja mendorong Cariann.” Juan tersenyum menyeringai.
“Kau benar-benar sudah gila, Juan.” Eulia tampak ketakutan. Dia merasa lebih takut daripada saat malam tragis di Monte Pindo.
Other Stories
Kado Dari Dunia Lain
Kamu pasti pernah lelah akan kehidupan? Bahkan sampai di titik ingin mengakhirinya? Sepert ...
Test
Test ...
Plan B
Liburan tiga sahabat di desa terpencil berubah jadi mimpi buruk saat satu dari mereka meng ...
Diary Superhero
lanjutan cerita kisah cinta superhero. dari sudut pandang Sefia. superhero berkekuatan tel ...
Puzzle
Ros yatim piatu sejak 14 tahun, lalu menikah di usia 22 tapi sering mendapat kekerasan hin ...
Hopeless Cries
Merasa kesepian, tetapi sama sekali tidak menginginkan kehadiran seseorang untuk menemanin ...