Prolog
“Kamu nggak pernah mau ngertiin aku, selalu nuntut ini-itu, harus begini harus begitu.” Suara seorang wanita dewasa terdengar dipenuhi amarah sekaligus kekecewaan. “Emange aku salah nuntut kon, ngono ngene[1]? Apa sih yang kamu lakuin di rumah seharian sampai semua kerjaan rumah nggak ada yang beres. Aku wis kesel[2] kerja masih harus bantuin kamu beberes.” Seorang laki laki menimpali dengan suara tak kalah keras. “Oh, jadi kamu ngerasa jadi superior sekarang?” “Aku laki-laki, jelas aku superior.” “Karena alasan itu kamu selingkuh dari aku? Karena alasan kelelakian dan kesuperioran kamu itu? Hah?” Kali ini suara si wanita terdengar naik dua oktaf. Tak ada balasan dari si lelaki, sebagai gantinya terdengar suara pukulan yang diiringi dengan rintihan pelan.
Other Stories
Hati Yang Beku
Jasmine menatap hamparan metropolitan dari lantai tiga kostannya. Kerlap-kerlip ibukota ...
Dante Fair Tale
Dante, bocah kesepian berusia 9 tahun, membuat perjanjian dengan peri terkurung dalam bola ...
Dentistry Melody
Stella ...
Haura
Apa aku hidup sendiri? Ke mana orang-orang? Apa mereka pergi, atau aku yang sudah berbe ...
Desviar : Libur Dari Kata-kata
Dua penulis yang berniat berlibur justru terjebak dalam kolaborasi tak disengaja ketika ke ...
Curahan Hati Seorang Kacung
Saat sekolah kita berharap nantinya setelah lulus akan dapat kerjaan yang bagus. Kerjaan ...