Prolog
“Ayo, Mala, lari... sembunyi di sini, cepat!”
Mala segera berlari menuju ke belakang punggung Gema yang terlebih dahulu sudah merunduk di semak-semak. Mala selalu percaya hanya pada Gema dibandingkan dengan Aryo, Budi, atau Deni yang suka mengganggunya, bahkan menjebaknya dalam setiap permainan. Apalagi mereka sudah kelas enam Sekolah Dasar, sedangkan dirinya dua tahun di bawahnya, jadi terkadang mereka suka mengganggunya sebagai adik kelas.
Aryo suka sekali mengganggu Mala, si gadis kecil yang manis dengan menyembunyikan buku, kotak pensil, atau mainan Mala lainnya sehingga Mala kerap menangis. Untung ada Gema, walau tingkah lakunya seperti perempuan, tapi selalu melindunginya. Bahkan Gema bisa diumpamakan seperti seorang induk yang melindungi anaknya.
Anak-anak laki-laki sebenarnya tidak takut pada Gema karena perilaku Gema yang halus seperti perempuan. Gema pun sering dipanggil dengan sebutan ‘banci’ oleh teman-temannya.
Hanya sesekali Gema bermain sepak bola, layang-layang, petak umpet, atau gobak sodor dengan anak-anak laki-laki, namun tampaknya Gema cepat kelelahan jika bermain terlalu berat. Gema lebih asyik bermain dengan anak-anak perempuan seperti bermain rumah-rumahan, masak-memasak, memetik bunga, bahkan menari.
Mala tidak pernah keberatan Gema bergabung bermain bersama dirinya dan teman-temannya, malahan Mala suka karena Gema sangat melindungi dan membelanya setiap saat. Seperti saat bermain petak umpet, Mala paling bingung kalau harus bersembunyi dan Gema pasti menyuruh Mala mengekor dirinya saja. Sebaliknya, kalau Gema tidak ingin main sepak bola, Mala juga akan menarik tangan Gema agar ikut dirinya saja membaca buku di rumah atau bermain yang lain.
Tanpa disengaja mereka selalu kompak bersama dan susah untuk dipisahkan. Gema selalu melindungi Mala dengan keterbatasannya sebagai anak laki-laki. Sementara Mala juga demikian, berusaha melindunginya dengan keterbatasan sebagai anak perempuan.
Dari kecil mereka sudah terbiasa bersama. Entahlah, persahabatan ini akan abadi selamanya atau hanya melewati sebuah masa dan pada akhirnya terpisah begitu saja. Hanya waktu yang akan mengurai satu per satu setiap kisah perjalanan mereka. Gema dan Mala adalah dua sahabat kecil yang akan menjalani hari demi hari bersama dalam perbedaan yang tercipta.
***
Other Stories
Bapakku Bukan Pengkhianat
Udin, seorang laki-laki biasa, berharap kehidupannya baik-baik saja saat para pengkhianat ...
Cinta Dibalik Rasa
Cukup lama menunggu, akhirnya pramusaji kekar itu datang mengantar kopi pesananku tadi. ...
Setinggi Awan
Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...
Queen, The Last Dance
Di panggung megah, di tengah sorak sorai penonton yang mengelu-elukan namanya, ada air mat ...
Reuni Mantan
Arif datang ke vila terpencil bersama para mantan Sarah lainnya. Ketika seorang pembunuh m ...
Diary Anak Pertama
Sejak ibunya meninggal saat usianya baru menginjak delapan tahun, Alira harus mengurus adi ...