Seribu Wajah Venus

Reads
425
Votes
0
Parts
4
Vote
Report
Penulis Lia Soeparno

2. Dianti

Dianti
Bubur Pelangi, jam 7 malam.
Dianti mengirim pesan singkat. Tidak perlu kalimat panjang, Rian sudah mengerti maksudnya. Jarum jam bergerak sangat lamban, setumpuk pekerjaan tak mampu mengalihkan perhatian Dianti. Alam pikirannya tak ubahnya seperti pertunjukan sirkus. Hingar bingar tak berhenti.
Akankah Rian menepati janjinya kali ini?Seribu ragu, seribu tanya yang selalu mengganggu.
Dianti, perempuan usia pertengahan tiga puluhan. Seorang manajer operasional sebuah perusahaan periklanan. Berwajah manis, rambut hitam sebahu, pipi tirus, hidung mancung dengan kulit kuning langsat. Aura cerdas selalu tampak dari raut wajahnya, melalui setiap kata yang terucap dari mulutnya.
Di usia yang sudah cukup matang, Dianti belum menikah. Belum ada laki-laki yang sanggup menaklukkan hatinya.
“Seleramu terlalu tinggi, kamu terlalu pemilih,”begitu para sahabatnya menuduh. Memang, dari empat teman karib semasa kuliah, hanya Dianti yang belum menikah.
Nayla pemegang rekor tercepat. Hari ini wisuda, esok harinya langsung menikah. Namun baru dikaruniai seorang putri setelah delapan tahun kemudian. Eka, si anak tunggal, menyusul Nayla setahun kemudian, dan langsung hamil sepasang anak kembar. Terakhir Bryna, si imut bertubuh mungil. Baru saja melangsungkan pernikahan kedua, bulan lalu. Setelah sukses menjadi single parent bagi Drake selama lima tahun.
Salahkah aku bila memilih calon yang terbaik untuk pasangan hidupku?
Dianti teringat beberapa tahun lalu, saat masih menempuh pendidikan pasca sarjana di Melbourne. Di usianya yang 28 tahun, Dianti teramat sangat ingin menikah. Hampir putus asa menunggu Dave melamarnya. Beberapa teman kampus sampai menertawakan kegalauan Dianti. Bahkan ada yang menawarkan cincin supaya Dianti-lah yang melamar Dave. Namun semua tak pernah terjadi. Dianti tahu, Dave tidak pernah berkeinginan menikah. Bagi Dave, kondisi saling mencinta sudah cukup membahagiakan. Tanpa harus terbelenggu ikatan pernikahan.
Lepas dari Dave, Dianti seolah menjadi brutal mencari cinta. Bergonta-ganti teman kencan hingga pasangan tidur malam. Semuanya hampa. Tak satupun sesuai kriteria. Tak ada yang selevel bahkan melebihi kepribadian Dianti yang kuat. Dianti merindukan sosok laki-laki yang mampu membuatnya tunduk dan takluk.
Hingga tiga bulan lalu, Rian datang ke dalam hidup Dianti. Proses perkenalan begitu cepat. Komunikasi yang terjalin sangat intens. Rian berusia lima tahun di bawah Dianti. Seorang guru sekolah internasional di Surabaya. Masa lalu yang hampir sama, pegiat olahraga dan selalu ingin terlihat memiliki bentuk tubuh sempurna. Satu hal yang membuat Dianti tertarik, Rian juga berkeinginan segera menikah.Berhijrah dari kehidupan liar di masa lalu dan memperbaiki ritual religi.
“Ketemu di mana tuh?”tanya Bryna, satu-satunya teman tempat Dianti bercerita mengenai Rian.
“Please, jangan tertawa, ya. Via dating apps,” Dianti menunduk, menunggu reaksi Bryna.Sudah bisa ditebak, Bryna tertawa keras hingga tubuh mungilnya terguncang.
“Sorry, jadi akhirnya elo ketemu Kangmas Arjuna di dating apps?” Bryna melanjutkan tawanya.
“Ok, lalu sudah berapa kali kalian bertemu offline sampai elo merasa it’s him?”
“Belum sekalipun, Bry,”jawab Dianti menatap mata Bryna yang membelalak. “Entahlah Bry, gue langsung merasa Rian yang gue cari selama ini. Doakan saja, ok?”
“Iya, Say. Pasti gue berdoa buat elo. Selalu,” Bryna mencoba menenangkan.
Dianti tahu, masih banyak pertanyaan yang hendak dilontarkan Bryna. Ada banyak keraguan di sorot matanya. Bryna paling mengerti isi hati Dianti, begitu pula sebaliknya.
Untuk dua orang dewasa yang sudah merasa dekat, merasa cerminan diri antara satu dengan lainnya, jarak antara Surabaya dan Denpasar seharusnya bukan masalah. Hal ini yang menjadi ganjalan hati Dianti.
Bukan tak pernah mereka merencanakan pertemuan, tapi selalu gagal. Entah di Surabaya atau Denpasar, selalu ada schedule mendadak yang merusak. Sampai akhirnya Dianti melihat foto Rian di Instagram sedang berada di Yogyakarta bersama gadis bule, seminggu yang lalu.
Rian bilang, gadis itu hanya seorang siswa tempatnya mengajar. Dianti mengingatkan, ketika itu Rian membatalkan keberangkatan ke Denpasar karena ibunya sakit. Rian hanya menjawab singkat, “Itu foto lama, sebelum kenal kamu.”
Dua hari lalu, Rian mengabarkan berada di Denpasar mengikuti seminar keguruan.Hari Jumat selepas jam 5 sore, Rian bebas tugas dan mereka bisa bertemu.
***
Bubur Pelangi di jalan raya Tuban. Dianti sudah berada disana setengah jam sebelum waktu yang ditentukan. Notifikasi Whatsapp masih centang satu. Gelisah Dianti menahan diri untuk tetap menunggu.
Sudah pukul 20.09 wita. Para pelayan restaurant saling berbisik sambil memandang ke arah Dianti yang hanya memesan minuman sejak kedatangannya tadi. Mengemasi smartphone dan kunci mobil yang tergeletak di meja, Dianti bangkit menuju cashier seraya menyambar sling bag hitam yang sudah lama menemaninya. Keputusannya sudah bulat. Ini kesempatan terakhir. Hidup harus berjalan terus ke depan.Lelaki yang tidak memegang janji, bukan lelaki sejati. Itu prinsip Dianti.
Puluhan notifikasi Whatsapp dari Rian sehari berselang tak diindahkannya. Asa sudah terlanjur patah. Dianti menutup diri untuk melindungi hatinya yang tak ingin jauh tersakiti.
Running shoes warna biru sudah dikenakan. Berlari di sepanjang pantai Double Six sebelum matahari datang menyapa. Membuang puluhan rencana masa depan bersama Rian yang ternyata hanya wacana.Ketika janji tak seindah pelangi, maka cinta menjadi tiada arti.
***

Other Stories
Kastil Piano

Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...

Blind

Ketika dunia gelap, seorang hampir kehilangan harapan. Tapi di tengah kegelapan, cinta dar ...

Haura

Laki-laki itu teringat masa kecil Haura yang berbakat, berprestasi, dan gemar berpuisi, na ...

Mozarella (bukan Cinderella)

Moza tinggal di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu sejak ia pertama kali melihat dunia. Seseora ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Pahlawan Revolusi

tes upload cerita jgn di publish ...

Download Titik & Koma