1. Accident
\"Mas Bram!\" Dika menghardik kakaknya yang tengah tidur berpelukan entah dengan siapa.
Bram tersirap! Tersadar di antara kebingungan yang tengah terjadi. Tapi suara teriakan Dika dan bau lontong sayur yang tercecer cukup menjelaskan sebuah kesalahan dan masalah besar telah menimpa dirinya.
\"Nastiti!\" Bram berdesis halus. Wajahnya mendadak pias dan ada yang hilang tiba-tiba dalam hatinya.
Sementara Dika geleng-geleng tidak percaya dengan pemandangan yang ada di depannya. Sementara wanita yang tadinya tertidur lelap sudah terjaga menutup badannya dengan selimut sampai leher.
\"Mbak Nasti sudah pulang Mas! Mbak Nas lihat dengan mata kepala sendiri kalau Mas Bram tengah tidur dengan wanita lain! Tega sekali kamu Mas!\" Dika hanya menatap tajam kakaknya dengan rasa benci bercampur kecewa. Bagaimana bisa mas yang diidolakan melakukan perbuatan yang jelas-jelas dilarang agama.
\"Aaghhhh shit! Damn!\" dua kalimat serapah mengutuk kebodohannya. Bram mengepalkan tangannya. Bram meraup mukannya yang kusut dan menutupi dengan dua tangannya.
Sementara wanita yang di sebelahnya pura-pura bingung tapi dalam hatinya berlonjak gembira. Bagaimanapun dia akan dibayar mahal karena berhasil memenangkan pertaruhan. Bram semalam telah bertekuk lutut dalam permainannya. Masalah hari ini kepergok dengan calon istrinya bukan salah dirinya, semua terjadi di luar dugaannya tapi sekaligus kecelakaan yang menguntungkan.
\"Sudahlah Bram! Ini masalah kecil saja. Cewek kecilmu itu sedikit dirayu juga akan kembali pada dirimu!\" kata wanita yang tengah sibuk mencari pakaiannya yang entah terlempar ke mana semalaman.
\"Diam Saron! Tahu apa kamu dengan cewekku. Gara-gara kamu yang tidak mau langsung pulang semalam dan… uuuughh kupikir kamu sudah minggat dari subuh tadi!
\"Mendadak Bram jadi kasar dan geram dengan wanita yang semalam ditiduri. Jelas berputar-putar diotaknya bagai slide film terekam apa yang telah mereka lakukan.
\"Brengsek!\" Bram membanting botol vodka yang menyisakan sedikit air ke lantai dan menyatu dengan lontong sayur yang tersia-sia.
Lontong sayur kegemarannya yang sesekali Nastiti bawakan atau mereka nikamti bersama di warung kecil pinggiran masuk kompleks Bukit Golf tergelat tak berdaya tanpa aroma nafsu harumnya. Seperti juga wajah Bram menyisakan kekhawatiran yang sulit diartikan.
Saron tersenyum penuh arti, \"Sudahlah Sayang, anak kecil itu sangat mencintai kamu dan tidak mungkin akan membatalkan perkawinan kalian hanya karena melihat kamu memeluk aku!\"
“Dia bukan anak kecil! Jaga mulutmu! Dia punya nama… Nastiti Prameswari, calon istriku,” jawab Bram kesal.
“Iyeee mau Nastiti atau Nastoto, gue gak ada urusan dengan dia. Cuma gue yakin dia cinta mati ama loe jadi santai sajalah, dia akan memaafkanmu. Kamu itu sangat sempurna Bram, nyadar gak sih! Kamu ganteng! Pintar! Eksekutif muda dan kaya raya! Pacarmu tidak akan melepaskanmu, kecuali kalau dia memang tidak bisa terima juga kan kamu masih punya aku. Aku bersedia kok jadi mempelai wanitamu, bahkan aku bisa lebih jauh mencintai ketimbang anak kecil tadi,” Saron terlihat pongah dan tidak tersirat rasa bersalah sedikitpun.
Kalimat Saron barusan membuat Bram kesal, “Dasar! Wanita gila!”
“Ya, gila karena kamu, Sayang,” Saron mendekatkan wajahnya hingga tersisa hanya beberapa inchi dari wajah Bram yang memerah memendam berbagai rasa kesal, marah bercampur jadi satu.
“Maaf tapi gadis kecilmu pasti akan balik kok!” kata Saron ketus sambil membalik badannya dan mengambil handuk yang ada di depan kamar mandi kamar.
\"Aku harap juga begitu, tapi entahlah!\" Bram menjawab lesu.
Sementara Saron cuek masuk ke kamar mandi dan mulai bersenandung kecil sambil mandi.
Bram mencoba menghubungi Nastiti yang tidak mau mengangkat teleponnya dan me-reject, beberapa lama kemudian sepetinya hp dinonaktifkan.
Bram mengira-ngira Nastiti yang masih menyetir dan belum sampai rumah. Karena mencoba telepon rumah pun tidak ada yang angkat, jam segini Ibu Ratna dan ayahnya juga suka jalan-jalan. Teteh yang biasa pulang pergi bisa saja sedang membersihkan rumah di belakang jadi tidak dengar.
Bram menarik napas panjang. Apa yang akan terjadi di depan setelah perselingkuhan tanpa sengaja ini. Terbersit sesal mengikuti geng The Only Man yang tanpa sadar menjerumuskan dalam pergaulan yang menyesatkan.
Selalu, sesal datang terlambat. Bram hanya bisa membayar waktu berjalan dengan segala kemungkinan.
Other Stories
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Kenangan Indah Bersama
tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...
Yume Tourou (lentera Mimpi)
Kanzaki Suraha, seorang Shinigami, bertugas menjemput arwah yang terjerumus iblis. Namun i ...
Kenangan Indah Bersama
tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...
Jika Nanti
Adalah sebuah Novel yang dibuat untuk sebuah konten ...
Hopeless Cries
Merasa kesepian, tetapi sama sekali tidak menginginkan kehadiran seseorang untuk menemanin ...