Pra Wedding Escape

Reads
4.3K
Votes
0
Parts
20
Vote
Report
pra wedding escape
Pra Wedding Escape
Penulis Nenny Makmun

Epilog

Setahun lewat...
Nastiti tersenyum melihat foto yang dikirim lewat WA. Saron mengirim foto Arka, dirinya, dan Bram. Disusul Arka yang gemuk di antara Tante Linda dan Om Fatir. Semua kelihatan bahagia.
Sesaat foto Arka tengah digendong Bram yang juga tampak bahagia. Nastiti tersenyum. Semua bagai bergulir cepat. Rasa benci terhadap Icang di masa belia, perselingkuhan Bram, dan kemudian jatuh cinta kembali pada Icang masih melekat dalam ingatannya.
Pelarian di Tanah Karo dan pelarian di hari pernikahan. Kembali ke rumah bersama Icang yang disambut dengan hangat oleh ayah ibunya. Setelah itu proses meminta maaf pada keluarga besar Bram saat dirinya kabur. Tampaknya keluarga Bram sudah tuntas usahanya untuk memaksakan kehendak mereka.
Rasa luluh Tante Linda dan Om Fatir saat menatap cucunya. Nastiti lega tetap mengikuti kata hatinya. Setahun ini benar-benar mendekatkan hatinya dengan Icang. Membuka cerita cinta baru dan nyatanya hatinya telah nyaman pada hati Icang yang sangat paham akan dirinya. Mencintai kelebihan dan kelemahan diri pasangan adalah keyakinan untuk menerima lamaran Icang.
Luna juga sudah melangsungkan pernikahannya dengan Roy. Tampaknya semua sudah terurai dengan baik dan bermuara pada semestinya.
Nastiti bersyukur, untung Saron menolak segala uang sogokan ibu mertuanya di waktu lalu untuk menggugurkan kandungannya.
Cinta! Hanya cinta yang murni yang membuat Saron kuat untuk mempertahankan bayi dalam kandungannya, walau dengan konsekuensi harus melahirkan tanpa lelaki yang seharusnya bertanggung jawab.
Nastiti tersenyum bahagia. Allah jugalah yang telah membantunya melewati semuanya. Mengikuti bisikan hati dan membiarkan cinta mencari jalan yang sempurna. Kita memang tidak pernah tahu jodoh yang akhirnya dipilihkan-Nya pada kita. Tidak selamanya benci menjadi kebencian, dan nyatanya Nastiti malah menjadi sebaliknya dari kebencian menjadi cinta.
“Semoga kebahagiaan kalian juga menjadikan aku seorang mempelai pengantin wanita yang paling berbahagia jug…” Nastiti berbisik menutup picture yang dikirim Saron.
Sebuah tangan menyentuh lembut pundaknya. Icang tersenyum bahagia melihat Nastiti dalam balutan brokat putih berpayet silver. Wanita tercantik yang akan disuntingnya.
“Sudah siap, Sayang?” Icang mengulurkan tangannya.
“Insya Allah…”
Nastiti menyambutnya dengan senyum mengembang. Mengizinkan Icang membimbingnya melangkah ke masjid dan menemui penghulu yang sudah siap mengesahkan mereka menjadi suami istri.

Other Stories
Kala Kisah Menjadi Cahaya

seorang anak bernama Kala Putri Senja, ia anak yatim piatu sejak bayi dan dibesarkan oleh ...

Lantas, Kepada Siapa Ayah Bercerita?

Asdar terpaksa menjalani perjalanan liburan akhir tahun ke kampung halaman sang nenek sela ...

Pacar Sewaan

Sebagai pacar sewaan yang memiliki kekasih, Ledi yakin mampu menjaga batas antara pekerjaa ...

Death Cafe

Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...

Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat

Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...

Balada Cinta Kamaliah

Badannya jungkir balik di udara dan akhirnya menyentuh tanah. Sebuah bambu ukuran satu m ...

Download Titik & Koma