Pra Wedding Escape

Reads
3.8K
Votes
0
Parts
20
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

15. Fly Back To

Icang tersadar akan lamuan panjang tentang Luna, tujuh tahun jauh dari Nastiti tapi hatinya tetap merasa hanya dialah satu-satunya gadis yang harus diperjuangkan.
Terlihat Nastiti terlelap kecapean, Apalagi Icang mengepres waktu dengan padat agar Nastiti merasa sudah menjelajah Tanah Karo paling tidak 80 persen. Icang geli pada dirinya sendiri seumur-umur baru kali ini dia menjadi guide wisata. Biasanya males sekali apalagi tugas kampus dan kerjaan yang membelenggunya.
Bersama Luna pun tidak ada waktu untuk bersama-sama menikmati indahnya Danau Toba, tapi dengan Nastiti apapun akan dilakukan, bahkan Icang sangat ingin memperkenalkan tanah kelahirannya selengkap-lengkapnya. Icang yakin Nastiti akan jatuh cinta dengan kotanya.
Icang memacu mobilnya, kali ini malam terakhir dia ingin mengajak Nastiti berkuliner. Besok Senin pagi dia harus balik ke Jakarta dan menghadapi kembali dunia nyatanya.
“Nasti, semoga ada jalan terbaik antara kita… aghhh… aku tidak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya,” bisik hati Icang.
“Nasti... siap berkuliner dan cari oleh-oleh?” Icang membangunkan Nastiti lembut. Tubuhnya dicondongkan mendekat pada Nastiti yang mengerjapkan mata.
“Hmmmm siap, guide,” Nastiti menegakkan kursi dan menggelung rambutnya ke atas,” tampak lehernya yang jenjang dan anak rambut yang terurai karena tidak terikat semua.
Semua tampak cantik di depan Icang yang tertegun memandangnya. Nastiti jadi salah tingkah. Pertemuan mereka yang tak terduga setelah tujuh tahun kemudian hampir tiga bulan hanya dalam WA dan sekarang dua hari yang penuh cinta juga kejutan kemarahan Luna.
Waktu bisa saja lama dan cepat, nyatanya waktu tidak melelehkan sebuah cinta di hati seseorang. Cinta pertama yang tak pernah pudar.
Berkuliner
The first destination Toko Bika Ambon Zulaikha, mereka membeli bika ambon, sirup terong belanda, sirup rhesberry, lapis legit pandan.
Mata Nastiti berbinar riang, tidak ada rasa cape sedikitpun mendera. Tangannya asyik menulis repotasenya di hp-nya.
Second ke Miranti yang terletak di Jalan Kruing No. 2K, di sini Nastiti membeli bolu miranti cokelat, keju, strawberry, dan nanas. Teri Medan atas saran Icang untuk dibuat nasi goreng, terinya putih bersih, digoreng biasa dicocol sambal cabe merah dan nasi hangat saja sudah sangat nikmat.
Belum afdol ke Medan bila tidak mampir ke Ucok Durian yang terletak di Jalan Iskandar Muda (Pecel Lele Lela). Menurut Icang, bisa telepon dulu untuk pemesanan yang akan dibawa terbang balik ke daerah asal. Satu-satunya tempat untuk memuaskan perut dengan durian.
Menurut cerita awalnya, gerai ini hanyalah salah satu gerai durian yang umum ditemukan di Kota Medan. Namun kejujuran, kesederhanaan, dan sikap nggak neko-neko Bang Ucok sang pemilik menjadikan gerai ini yang semakin ramai dikunjungi. Asiknya lagi gerai ini menawarkan durian dari berbagai daerah dengan karakteristik berbeda, kita akan selalu mendapatkan durian dengan kualitas terbaik karena bisa ditukar bila ternyata tidak memuaskan. Ada durian Sidikalang khas Sumatera Utara hingga durian Monthong yang lebih terkenal berasal dari Thailand. Durian Sisakalanga terkenal kering dan empuk harga relatif terjangkau tergantung ukuran dan musim.
Saatny berburu pancake durian, dan Nastiti diajak ke Mei Cin (Home Made Durian Pancake) ternyata sebuah rumah yang dijadikan industri. Rumah yang rapi dan bersih. Mei Cin Durian Pancake (MCDP) bisa bertahan selama 10-15 jam diluar freezer (beku), begitu sampai di tujuan kalau tidak langsung dimakan MCDP langsung dibongkar dan dimasukkan kedalam freezer (beku). Kalau tetap di dalam freezer, MCDP bisa bertahan selama dua bulan. Apabila mau makan satu hari sebelumnya MCDP diturunkan dari freezer (beku) ke kulkas pendingin biasa beberapa potong yang hendak dimakan. MCDP setelah diturunkan dari freezer hanya bertahan dua hari saja (harus segera dimakan) Kalau tidak, dijamin basi.
Pancake durian di sini bentuknya hampir sama dengan satu biji durian itu sendiri, tanpa pewarna. Sekilas seperti menikmati durian asli. Kulit pancake-nya tipis dan lembut dengan rasa durian yang dominan.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00. Mobil melintas lebih cepat kembali ke hotel tempat Nastiti menginap.
“Nasti istirahat ya, besok pagi banget kamu sudah harus ke bandara. Jam setengah tujuh aku jemput ya. Kita pulang bareng.”
“Ok, kamu tidur di mana?”
“Malam ini aku mau kangenan ama Opung Boru. Aku mau cerita tentang kamu. Hanya Opung Boru yang malah mengerti kalau kamu cinta sejatiku.”
“Aku boleh ikut?”
“Janganlah, kamu perlu istirahat .. tunggu…,” hp Icang berdering-dering.
“Luna ..?”
Sesaat Icang menerima telepon dan wajahnya berubah tegang, “Apa? Sekarang di mana?”
\"…..\"
Nastiti yakin pasti berita yang tidak enak saat melihat perubahan wajah Icang yang kaku.
“Kenapa Icang? Luna?”
“Iya, Luna kecelakaan… entahlah seberapa parahnya… Nasti sepertinya aku tidak bisa pulang besok. Aku batalin penerbangan kembali ke Jakarta. Nasti maaf kamu pulang sendiri ya, aku harus segera menemui keluarga Luna.”
Nastiti bingung, merasa bersalah dan ada lara di hatinya. Icang tiba-tiba memeluk dan menciumnya. Ciuman yang sempat menghangat di bibirnya dan menyisakan sensasi yang menyesakkan. Selalu begitu tanpa dirinya mampu berkata apa-apa.
***
Finaly must be back to Jakarta kembali aku di bandara Kualanamu, Nastiti memperhatikan berbagai kedai yang masih ada di Bandara Kualanamu.
Salah satunya Kedai Kok Tong yang menyajikan khasnya kopi hitam, roti bakar, nasi prang, cakue, telur setengah matang, dan lupis srikaya. Ada juga Starbuck, Metro Café dalam area food hall bisa alternatif menunggu pesawat setelah check in.
Flying to Jakarta with Garuda dengan santapan irisan kentang rebus dengan spagheti, agar-agar rasa orange plus teh hangat sedikit gula. Dan dua jam tanpa terasa dengan selesainya film anak negeri menemani sepanjang perjalanan sebuah film yang harus dibeli CD-nya “Ambilkan Bulan”.
Rumah tampak lengang, sengaja Nastiti agak berlama-lama di bandara, membiarkan waktunya larut bersama kopi yang tengah disesapnya di sebuah kedai. Rasanya bagai mimpi saja dia kabur dari rumah, lost in Tanah Karo bersama orang yang dulunya dibenci, menemukan cinta yang serasa abadi ditawarkan tetapi dia harus menolaknya karena tujuh tahun ternyata Icang punya cerita.
Nastiti melara sendiri, ternyata ada perih yang tergores saat mengetahui Icang terperangkap dalam perjodohan yang diakuinya belum bisa memberikan keputusan terbaik.
Bisa saja Icang kabur dan tetap mengejar cinta Nastiti. Tapi bagaimana perasaan dengan Luna dan orang tua mereka yang telah berencana menyatukan mereka.
Nastiti terpekur menyadari betapa egoisnya kalau dia berusaha memengaruhi Icang untuk menjadi miliknya atau bahkan memberikan satu pilihan iya atau tidak yang akan membuat Icang terpojok.
Apalagi ditambah Luna kecelakaan dan sampai detik ini Icang tidak memberikan kabar apapun.
Nastiti ragu untuk mengatakan dirinya sudah sampai Jakarta dan bagaimana kabar dia juga Luna. Bukan karena egois, hanya saja kata hatinya menyuruh dirinya untuk tidak mendekatkan dahulu dengan Icang.
“Aku harus mengalah, apapun yang terjadi antara Icang dan aku seperti waktu lalu... aku hanya berpasrah dengan waktu. Biarkan waktu yang akan mengantar kita untuk bertemu dalam suatu muara,” Nastiti meneguhkan hatinya dan membuang wajahnya pada jalanan taxi memasuki tol Semanggi ke dalam kota.

Other Stories
Diary Superhero

lanjutan cerita kisah cinta superhero. dari sudut pandang Sefia. superhero berkekuatan tel ...

Deska

Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sek ...

Rahasia Ikal

Ikal, bocah yang lahir dari sebuah keluarga nelayan miskin di pesisir Pulau Bangka. Ia tin ...

Hantu Kos Receh

Mahera akhirnya diterima di kampus impiannya! Demi mengejar cita-cita, ia rela meninggalka ...

Breast Beneath The Spotlight

Di tengah mimpi menjadi idol K-Pop yang semakin langka dan brutal, delapan gadis muda dari ...

Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat

Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...

Download Titik & Koma