2. Flash Back
Delapan Tahun Lalu
Sekolah Menengah Atas Nusantara, Yogyakarta kelas tiga IPS dua sudah sepi. Sebenarnya menunggu adalah hal yang paling Zita benci, tapi demi Putera Andika Fauzi, mantan Ketua OSIS yang selalu membuat hatinya panas dingin, Zita bela-belain menunggunya di kantin bakso Bu Ndoko.
Jam istirahat kedua Fauzi menitipkan kertas pada Astuti sahabatku, “Zita nanti tunggu aku sebentar ya pulang sekolah. Tunggu di kantin bakso Bu Ndoko saja, aku menghadap Pak Dirman dulu membicarakan serah terima kepengurusan OSIS. Ada yang ingin aku omongin. Tentang kita ...” (Fauzi).
Bakso Bu Ndoko memang tempat nongkrong anak-anak SMA Nusantara karena rasanya yang dahsyat. Tempat ini menjadi favorit selepas kita pulang sekolah. Zita tidak bisa menahan rasa lapar yang menyerang perut keroncongannya.
“Bu, pesan semangkuk baksonya.”
Ada beberapa murid kelas satu dan dua, sepertinya mereka tanggung mau pulang karena ada tugas praktikum atau ekstrakulikuler.
“Zit maaf ya jadi menunggu lama, hmm tambah lagi dong baksonya. Mosok aku makan sendiri, mana enaknya…” tiba-tiba Fauzi sudah duduk di sebelahnya.
Zita mendadak grogi, bakso di mulutnya nyaris saja loncat, “Egh! Iya Zi… aku pesan es kelapanya aja ya, sudah kenyang nih,” katanya mencoba bersikap biasa. Padahal hatinya berdebar tidak karuan.
“Iya deh yang penting aku tidak sendirian, ada kamu yang menemani pasti makan bakso kali ini nikmat sekali. Terima kasih ya sudah menungguku. Maaf tadi Pak Dirman agak panjang lebar menjelaskan untuk acara pergantian kepengurusan OSIS baru.”
“Nggak apa-apa ko Zi, lagian aku juga lama nggak nge-bakso jadi nggak masalah kok aku nungguin kamu. By the way ada apa ya?” kata Zita tanpa berani menatap manik mata Fauzi yang tajam memandangnya.
Sesaat Fauzi terdiam…
“Zit… kalau aku jujur tentang perasaanku, kamu tidak marah kan?” tanya Fauzi ragu. Baru kali ini Zita melihat Fauzi begitu serius.
“Hmmm iya nggak apa-apalah,” ada debar yang luar biasa dalam hati Zita setelah setahun mereka bersahabat. Semua gara-gara Zita menjadi Pemred Majalah Dinding, jadi saat setiap Zita mengajukan naskah-naskah yang akan dimuat, dia selalu meminta Fauzi untuk approve terlebih dahulu karena dirinya selaku ketua OSIS.
Ternyata Fauzi menanggapi hasil kerja keras team Mading dengan semangat juga, sejak itu Zita jatuh hati padanya.
Fauzi suka buku dan membaca seperti Zita, beberapa kali mereka terlibat diskusi naskah, ternyata Fauzi juga banyak memberikan masukan. Sungguh Zita diam-diam mengaguminya.
“Zita, aku sayang kamu…” Fauzi mengucap lirih tapi terdengar bagai angin surga buat dirinya.
Hati Zita sungguh berdebar, “Aku Zita Maharani berumur tujuh belas tahun dan pertama kalinya ada cowok yang menyatakan sayangnya.” Pasti itulah yang akan dia tulis di diary-nya sepulang sekolah.
“Zit, maukah kamu menjadi cinta pertamaku?” Fauzi tiba-tiba meraih tangannya yang sudah dingin karena memegang gelang es kelapa muda, sekarang semakin dingin karena ditimbulkan efek rasa grogi.
Cukup anggukan dan senyuman mewakili bahwa Zita menerima cinta Fauzi dengan sukacita. Ya, sesungguhnya sejak diskusi pertama kali dengannya, Zita telah jatuh cinta. Hatinya selalu deg-degan tidak karuan saat bersamanya.
Tapi Zita tidak mau berharap banyak karena Fauzi adalah cowok idola di sekolah mereka. Banyak yang menyukai karena kecerdasan, ketampanan, dan kesupelan dia dalam pergaulan sehari-hari.
Bahkan Riana, sekretaris OSIS yang jelas-jelas jatuh cinta kabarnya ditolak oleh Fauzi. Zita tidak mau ambil pusing dengan gosip-gosip tentang cewek-cewek yang patah hati.
Selanjutnya setahun menyisakan mereka di SMA Nusantara dengan hubungan yang jelas dan berjuang untuk bisa lolos ke perguruan tinggi.
Other Stories
Kucing Emas
Kara Swandara, siswi cerdas, mendadak terjebak di panggung istana Kerajaan Kucing, terikat ...
Awan Favorit Mamah
Mamah sejak kecil sudah ditempa kehidupan yang keras, harus bekerja untuk bisa sekolah, tu ...
Anak Singkong
Sebuah tim e-sport dari desa, "Anak Singkong", mengguncang panggung nasional. Dengan strat ...
Kenangan Yang Sulit Di Ulang Kembali
menceritakan hidup seorang Murid SMK yang setelah lulus dia mendapatkan kehampaan namun di ...
Coincidence Twist
Kejadian sederhana yang tak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Sera menyeretnya pada hal-h ...
Kita Pantas Kan?
Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...