Tea Love

Reads
5.8K
Votes
0
Parts
26
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

16. I\'am Nothing

Ibu Ratna mengelus rambut Naila. “Sudahlah Nai jangan menangis, kita harus sadar kalau kita memang hanya menumpang di sini. Seharusnya kita bisa lebih menjaga sikap. Ibu tahu perasan kamu terhadap Fabian."
"Iya Bu, Nai tahu dan sadar diri. Tapi kenapa sih setiap kebahagiaan hadir selalu ada kesedihan mengintai? Naila juga ingin bahagia. Naila menyukai Fabian Bu."
"Iya Ibu tahu Nak, sebenarnya Ibu mau berterus terang tentang ayahmu. Entahlah ini khabar gembira atau sebaliknya buatmu.Tapi Ibu tidak berhak menutupi keberadaan ayahmu sekarang," Ibu Ratna memutuskan untuk mengungkapkan tentang seseorang yang berperan penting atas keberadaan Naila di dunia.
“Ayah?”tanya Naila kaget. Selama ini dia merindukan sekaligus membenci sosok yang bernama ayah.
"Ayah ada dimana Bu?" Naila bertanya penuh debar.
"Sudah seminggu ini ayahmu selalu menghubungi Ibu dan meminta kita untuk kembali padanya. Bagaimanapun Ibu dengan ayahmu memang statusnya belum bercerai tapi ...."
"Tapi kenapa Ibu?"desak Naila.
“Ibu masih menghindar bertemu dengan ayahmu karena ternyata dia sudah menikahi seorang wanita saat merantau di negeri Arab. Sekarang ayahmu pulang dengan kesuksesan, ayahmu sudah jadi pengusahan agen haji dan umroh. Sangat kaya Nai, tapi jika kita mau kembali ke ayahmu... kita juga harus siap menerima orang lain yang ada di kehidupan ayah sekarang.” Terang Bu Ratna dengan nada sedih.
Naila tahu ibunya sedih dan kecewa karena suami yang diharapkan kembali tapi dengan wanita lain yang sudah dinikahi. Tampak gurat kesedihan menghias di wajah ibundanya.
“Ibu...” Naila memeluk Ibu Ratna ikut merasakan pedih karena ayahnya menduakan mereka.
"Ibu juga bisa merasakan hati kamu yang terhina dengan perkataan Mama Miranda tadi. Ibu jadi berpikir kita sudah bertahun-tahun menumpang tinggal di rumah ini. Dan saatnya kita kembali jadi satu keluarga."
"Satu keluarga dengan isteri dan anak-anak ayah juga maksud Ibu?”ulang Naila menatap pilu.
“Iya Nai sepertinya ini lebih baik,” Ibu Ratna meyakinkan Naila.
Naila termenung, dirinya bingung haruskah bergembira ataukah bersedih dengan kabar yang barusan disampaikan ibunya.
Ayah yang dinanti dan dirindukan akhirnya memang datang tetapi kenapa dia datang dengan seorang isteri dan dua anak laki-laki mereka. Naila harus siap menerima satu paket ayah, ibu tiri, dan dua saudara tiri laki-laki.
Perkataan mama Miranda tadi membuat Naila merasa dirinya bukan siapa-siapa dalam keluarga ini bahkan sebaliknya dia dianggap sebagai pecundang yang membuat gagalnya kebahagiaan keluarga Papa Ramon dan Mama Miranda yang selama ini jadi tumpangan hidup dirinya dan ibunya.
Tiba-tiba Naila merasa tidak berarti apa-apa buat orang-orang di sekelilingnya dan tidak juga punya harga diri di mata Papa Ramon dan Mama Miranda.
“I am just nothing...” laras hati Naila pilu.

Other Stories
Sweet Haunt

Di sebuah rumah kos tua penuh mitos, seorang mahasiswi pendiam tanpa sengaja berbagi kamar ...

Rei Kazama

Sebuah helm retak. Sebuah arwah yang tak bisa pergi. Dan seorang gadis yang bisa mendengar ...

Hujan Yang Tak Dirindukan

Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh, berbalut baju penuh n ...

Susan Ngesot Reborn

Renita yang galau setelah bertengkar dengan Abel kehilangan fokus saat berkendara, hingga ...

Lantas, Kepada Siapa Ayah Bercerita?

Asdar terpaksa menjalani perjalanan liburan akhir tahun ke kampung halaman sang nenek sela ...

Bayangan Malam

Riel terus bereinkarnasi untuk keseimbangan Klan Iblis dan Klan Dewi. Tapi ia harus merela ...

Download Titik & Koma