Terlupakan

Reads
5.3K
Votes
0
Parts
24
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

10. Candle Light Dinner

“Biarkan mengikuti getar hati yang menuntunmu untuk menemukan sumber yang telah membuat dirimu merasa bahagia. Membuat sekitar menjadi indah dan detak jarum jam bergerak sangat cepat karena rasa untuk bertemu dengan kekasih yang masih malu-malu bersembunyi untuk merekah di musim semi yang sejuk.”
“Wah Aden Pras luar biasa ganteng! Cakep banget! Mamang ikut bahagia kalau akhirnya Aden bisa membuka diri dengan Neng Gadis. Mamang lihat Neng Gadis juga suka dengan Den Pras,” Mang Seno menatap Pras yang sudah memakai setelan hem bersalur cokelat muda dan berdasar putih.
“Mang Seno… aku sudah 24 tahun! Jangan panggil aku Aden lagi ya!” Pras pura-pura memarahi orang tua yang begitu dekat dengannya, bahkan lebih dekat dari mama dan papa.
“Siap-siap! Aden yakin nggak mau Mang anterin? Biar Mang anterin ya, janji Mang Seno nggak akan ganggu deh kalau Mas Pras mau paca... r... an... eh aduh ampun Aden!” belum selesai ngomong, Pras sudah mencubit pinggang Mang Seno dan membuatnya menjerit-jerit. Kalau orang tidak tahu bisa mengira mereka seperti anak dan ayahnya. Bukan anak dan pembantunya.
“Mang aku hanya ke Restoran Harmoni, dekat kan? Cuma makan malam dan setelah itu jam 21.00 aku usahain kita sudah sampai di rumah. Aku akan mengajak Gadis ke kamar ini…” Pras sejurus menatap lurus Mang Seno yang mendengarkan sambil mengangguk-angguk.
“Eiit… Mang jangan berpikiran macam-macam dong, aku cuma mau menunjukkan kenapa aku begitu mencintainya. Semua karena setiap pagi aku selalu menunggu wajahnya muncul di antara himpitan rumah seberang tempat asrama Gadis. Setelah itu Mang punya tugas menemani aku mengantar Gadis ke asramanya. Aku takut ibu kostnya marah gara-gara aku dia pulang malam.”
“Okay, siap… demi Mas Pras, semua Mang Seno lakukan. Mas Pras hati-hati ya bawa mobilnya.”
“Iya Mang, makasih ya Mang,” Mas Pras memeluk mang Seno erat.
***
“Hmmm mana ya Mas Pras?” Gadis mulai resah, jam sudah menunjukkan pukul 19.10.
Tapi keresahannya berlalu ketika mobil BMW berplat B 4545 CH terlihat menepi dan mengedipkan lampu dua kali, bersamaan turunnya kaca sebelah kiri tampak di balik setir wajah Pras.
“Maaf Dis, telat sepuluh menit. Tadi Mang Seno maunya mengantar, cuma aku larang hehehehe…”
Gadis masuk dan aroma jasmine merebak tercium segar, “Hmmm gak apa-apa Mas Pras, kaget juga Mas yang bawa mobilnya sendiri.”
“Jujur Gadis kagum, tidak nyangka kalau Mas Pras bisa setir mobil juga,” ucap Gadis polos tanpa mencoba berpura-pura.
“Hmm kaget ya aku yang bawa mobil? Gampang kok, ini matic jadi tinggal rem dan gas, nggak pakai acara mindah kopling, juga nggak terlalu capek. Besok-besok aku ajari setir ya,” Pras sebenarnya sangat terpesona dengan penampilan Gadis yang memakai rok krem panjangnya dan pas banget dengan atasan yang berwana broken white tanpa kerah. Kalung mutiara kecil sederhana melingkar di lehernya. Rambut tetap terurai dan dandanan natural membuat wajahnya memancarkan sinar jelitannya.
“Cantik sekali Dis…” Mas Pras memandangnya wajahnya sesaat lalu berkonsentrasi menyetir kembali.
“Eheem… Mas Pras berlebihan,” tapi tak urung ada rasa bahagia menyelimuti Gadis dengan ucapan Mas Pras barusan.
Mas Pras bagi Gadis menyimpan banyak misteri walau selama tiga bulan ini banyak komunikasi dalam obrolan WA yang membawa rasa kehangatan dan kenyamanan tersendiri.
Mas Pras tidak mengekspos fisik dan tidak mendekati dengan kasar seperti banyak cowok yang sebelum-sebelumnya Gadis tipu dengan jinak-jinak merpatinya. Gadis tahu persis apa yang diinginkan cowok-cowok yang hanya tertarik fisik tanpa memperhitungkan isi otaknya yang cerdas.
Keadaan bapak dan ibu telah membuat Gadis belajar, tidak akan pernah jatuh ke pelukan siapa pun kecuali hatinya mantap. Karena di matanya, lelaki adalah makhluk yang sangat kejam dan tega seperti bapak kandungnya.
Apa yang dialami ibunya tidak akan pernah menimpa dirinya, untuk itu Gadis sangat waspada walaupun yang lalu-lalu dia juga harus bisa “memeras” setiap cowok yang berhasil didekati. Hanya disanjung tanpa pernah Gadis izinkan satu orang pun menyentuhnya.
Gadis tahu bersama cowok-cowok di masa lalu yang dia tipu memang bukan cinta, entah buat mereka yang telah menjadi korbannya, tapi Gadis yakin akan kata hati dengan siapa nantinya dia akan menentukan pilihan cowok yang akan menjadi pendamping hidupnya.
Here I am now with a strange man who after three months we were close though only in words, and I felt comfortable with him. So even though I was beating just name it. The feeling that I had never felt before.
Gadis baru merasakan apa yang dinamakan getar hati sepenuhnya, sebuah kencan yang aneh. Yang tidak pernah terpikirkan dalam hidupnya akan bersungguh-sungguh menerima kencan. Atau Gadis yang terlalu GR dengan perasaannya akan pria berinisial FA.
“Mas Pras apakah setelah aku menerima tawaran makan malam, maukah Mas bercerita tentang misteri inisial FA padaku? Aku janji kalau itu memang tidak ingin dipublikasikan, izinkan aku hanya menulis tentang diary-ku, bukan untuk konsumsi majalah Fragment,” Gadis menatap Pras yang konsentarsi dengan kemacetan sesaat.
“Apakah FA itu sangat mengusik hatimu Dis?” Pras tersenyum memandang Gadis yang penuh wajah penasaran.
“Aku merasa dekat dengan Mas Pras dan rasanya aneh saja aku tidak bisa tahu inisial yang selalu ada dalam foto-foto kerennya. Walau hanya kepanjangan dari FA aja yang Mas Pras info setidaknya aku nggak terlalu penasaran.
“Iya Gadis, nanti-nanti banyak yang akan aku ceritakan padamu. Tapi kamu nggak bosan jadi tempat curhatan aku?” Mas Pras kembali menatap Gadis.
“Heee, malah senang bahkan tersanjung karena Mas Pras percaya padaku. Padahal jujur aku bukan gadis yang baik sesuai harapan Mas Pras. Yah seperti curhatan dalam WA aku berasal dari keluarga broken home dan aku telah banyak mempermainkan cowok-cowok dan beberapa kasarannya aku “peras” buat memenuhi kebutuhan aku dalam materi. Tetapi semua sakit hati karena aku tidak pernah mau menuruti apa yang diharapkan mereka padaku. “
“Hmm, yah setiap orang pasti punya kesalahan Dis. Sekarang kamu sudah mandiri, tidak perlu lagi pura-pura dengan pria yang hanya kamu peras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Gadis yang lalu biarlah berlalu, nyatanya Allah telah memberikan jalan terbaik dengan karier kamu yang mulai naik bahkan kamu akan mendapat kesempatan melanjutkan ke jenjang S2. Semua telah terbuka, hmmm nanti kita teruskan lagi… kita sudah sampai,” Pras memarkir mobilnya.
Gadis membantu Pras yang kali ini tidak memakai kursi tetapi tongkat penyangga pada satu lengan. Entahlah ada yang sangat special tanpa sadar semua berjalan begitu saja. Gadis tidak memandangnya rendah sebagai laki-laki cacat akibat polio dan apa yang barusan dilakukan Gadis juga tidak berlebihan.
Tanpa sadar mereka berdua bergandengan tangan memasuki Restoran Harmoni yang bernuansa tenang. Restoran Harmoni terletak agak di ketinggian sehingga keindahan gemerlap keramaian Cibubur tampak indah memesona.
Seorang waitres yang tampaknya sudah familiar dengan Pras mempersilakan pasangan muda yang tampak serasi ini. Pras tanpa mengurangi kegagahan tubuhnya walau memakai krek penyangga dan Gadis yang anggun sempat membuat beberapa tamu melirik kagum pada pasangan yang tampak saling care.

Other Stories
Cicak Di Dinding ( Halusinada )

Sang Ayah mencium kening putri semata wayangnya seraya mengusap rambut dan berlinang air m ...

Ablasa

Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan berubah mencekam saat mereka tersada ...

Love Of The Death

Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...

Tersesat

Tak dipungkiri, Qiran memang suka hal-hal baru. Dia suka mencari apa pun yang sekiranya bi ...

Aku Pulang

Raina tumbuh di keluarga rapuh, dipaksa kuat tanpa pernah diterima. Kemudian, hadir sosok ...

Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster

Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...

Download Titik & Koma