Terlupakan

Reads
5.3K
Votes
0
Parts
24
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

12. First And First

Pukul 21.30 mobil BMW sudah meluncur keluar dari Restoran Harmoni, hanya butuh waktu dua puluh menit untuk meluncur kembali ke rumah. Gadis tercengang saat Pras memasukkan mobil BMW-nya ke dalam rumah yang megah dengan luas halaman sekitar 750m2. Sebuah bangunan semi minimalis berpadu klasik, ada sebuah taman dan bungalow juga kolam renang keluarga.
Rumah bertingkat dua yang selama ini hanya menjadi pandangan sekilas setiap berangkat dan pulang kerja.
“Jadi ini rumah Mas Pras. Hmm apakah hubungannya dengan enam bulan Mas Pras mengenalku?” Gadis seorang wartawan, otaknya juga bisa seperti detektif. Gadis tengah menebak-nebak. Gemas sekali melihat Pras yang hanya senyum-senyum simpul dan tetap tenang. Pras tidak melepaskan genggaman tangannya, perjalanan pulang sekali-kali meremas lembut tangan Gadis.
“Mang Seno… Mang Seno…”
Tanpa menunggu lama Mang Seno sudah membukakan pintu dan tersenyum penuh arti melihat tuannnya sedang menggenggam erat tangan Gadis.
“Mang aku mau mengajak Gadis ke kamarku, aku mau menunjukkan kebenaran kalau aku sudah mencintainya sejak enam bulan lalu. Soalnya gadis cantik ini tidak percaya kalau aku sudah jatuh cinta setengah tahun ini. Dia bersikeras tidak mungkin karena baru berkenalan denganku tiga bulan,” Mas Pras memegang hidung bangir Gadis.
Gadis yang hanya membalas dengan cubitan lembut di pinggang Pras. “Aduh… aduh…” Pras menangkap tangan Gadis yang lincah mencubitinya dan menggenggam erat sambil membimbing naik ke kamarnya.
Gadis berdebar dengan romansa rumah yang sunyi dan suara jangkrik lembut menyanyi. Tidak ada orang kecuali berdua dengan Mang Seno dan seorang Satpam yang hanya membukakan pintu lalu melanjutkan menonton TV di Pos Satpam dekat taman.
Dan Gadis membiarkan dirinya mengikuti bimbingan Pras.
***
“Click!”
Lampu setengah remang dinyalakan, Gadis berdebar. Tampak kamar Pras yang tertata rapi dengan dinding kamar yang terpampang beberapa hasil foto jepretannya.
Ada foto sunset, hujan, dan mata Gadis tertuju pada foto bermacam-macam pose alami dirinya, menandakan sang empunya model tidak tahu ada fotografer profesional tengah menguntit dirinya untuk diambil sosoknya.
Ada yang tengah tersenyum lebar, termenung, asyik menelepon, menunggu bis dan yang foto terbesar dirinya tengah memakai topi, jeans ketat casual, hem kotak pas tubuh, dan tas ransel yang menambah sportif.
“Mas Pras… jadi…” Gadis menutup bibirnya melongo.
Benar tanggal fotonya adalah bulan Desember tahun kemarin, berarti enam bulan dari dia mulai tinggal di asrama putri Seruni.
“Dan ini…” Pras menunjukkan sebuah teropong yang mengarah pada gang biasanya dia keluar.
“Hmm… jadi Mas Pras sudah mengintai aku sebelum aku mewawancarai Mas Pras,” Gadis pura-pura marah, tidak menyangka setiap pagi jadi jeperetan Mas Pras.
“Dan ini adalah foto termahal yang tidak akan pernah aku lepas pada pencinta fotografi.
Gadis menatap dirinya dalam foto ukuran yang asli sebesar dirinya, foto yang diambil dengan natural karena modelnya sama sekali tidak tahu kalau dirinya tengah menjadi objek seorang fotografer professional.
“Penampilan kamu sangat sportif, ini adalah yang membuat aku semakin jatuh hati padamu. Karena setiap malam aku selalu ditemani dengan kamu.”
Gadis masih menatap detail di sekitar foto utama ternyata ada foto-foto kecil dia dalam berbagai pose. Ada foto dia yang tengah menelepon, resah terlambat ke kantor karena bis Mayasarinya belum tampak, ada juga yang basah kuyup kehujanan, ada yang memakai payung, ada yang bengong bahkan tampak mengantuk.
“Jadi percaya kan aku sudah jatuh cinta padamu sejak enam bulan lalu Sayangku?” Pras tersenyum lembut tapi juga jahil.
“Hiiii… curang-curang, kamu jahiiillll ngambil-ngambil fotoku tanpa permisi. Mas Pras jahiiil!!” kembali Gadis meluncurkan cubitan-cubitan di pinggangnya. Akibatnya Pras oleng dan berdua terjatuh pada tempat tidur Pras yang empuk terbentang.
“Bruuuk!!”
Gadis terjatuh dan tubuh Pras menjatuhi lembut, sesaat darah bagai tersirap dan wajah saling memanas. Bulan purnama yang cantik dan memasuki sinarnya di jendela kamar lantai 2 milik Pras, foto-foto jepretan, teropong menjadi saksi.
Deru napas memburu dan Gadis membiarkan saat Pras mencium bibirnya hangat. Sesaat dunia seakan lepas dari pijakan. Kenikmatan yang pertama kali dirasakan Pras dan Gadis dalam perjalanan cinta. First kiss.
“I love you…” Pras berbisik lembut.
Ada rasa kecewa yang sulit diungkapkan, tapi Gadis tidak mungkin meminta lebih. Pras terlalu istimewa. Pras mengelus rambutnya dan semua berakhir dalam pelukan yang hangat. Pelukan terhangat yang tidak ingin Gadis lepas.
Pras tidak akan melakukan apa pun untuk wanita yang paling dicintainya, walau kalau mau bisa saja semua kesempatan ini dia lakukan. Saat papa dan mama sedang di Singapura dan Mang Seno yang tidak akan mengganggu apa pun.
“Aku ingin memiliki dirimu utuh Sayang, dalam sebuah komitmen yang sempurna,” semakin Pras mengeratkan pelukannya dan tidak akan melepaskan Gadis selamanya.
“Aku pun ingin dimiliki dirimu seutuhnya,” Gadis berbisik lembut.

Other Stories
Death Cafe

Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...

Makna Dibalik Kalimat (never Ending)

Rangkaian huruf yang menjadi kata. Rangkaian kata yang menjadi kalimat. Kalimat yang mungk ...

Cangkul Yang Dalam ( Halusinada )

Alya sendirian di dapur. Dia terlihat masih kesal. Matanya tertuju ke satu set pisau yang ...

Bangkit Dari Luka

Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...

Just Open Your Heart

Terkutuk cinta itu! Rasanya menyakitkan bukan karena ditolak, tapi mencintai sepihak dan d ...

Ryan Si Pemulung

Ryan, remaja dari keluarga miskin, selalu merasa hidupnya terkunci dalam sebuah rumah reot ...

Download Titik & Koma