Terlupakan

Reads
5.3K
Votes
0
Parts
24
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

15. Back To Reality

gadis menarik nafas panjang, dua hari ini dia tidak masuk ke kantor, tidak terlintas sama sekali kalau Gadis harus berhadapan dengan laki-laki yang menjadi korban perilakunya masa lalu dan parahnya itu papa dari orang yang sangat dicintai. Pras lelaki yang telah membuat hidupnya berubah.
WA Pak Santo, “Dis hari ini masuk kantor ya, banyak reportase yang harus di edit. Kalau kamu nggak enak badan sementara di kantor saja, tidak usah ke lapangan.”
Gadis bergegas mandi, sudah cukup air mata dua hari ini mengalir juga WA yang dia kirim kepada Mas Pras tetapi tidak ada balasan.
Gadis paham pasti sebagai seorang anak yang berbakti Pras tidak mungkin akan menentang papa dan mamanya. Pras pasti memilih memutuskan dirinya karena kelakuan di masa lampau yang tak termaafkan.
“Terlalu banyak kaum adam telah aku buat sakit hati, ah aku menyesal sepertinya karma mendatangiku, Mas Pras tidak memaafkan masa laluku,” Gadis membuka beberapa WA yang dia kirim selama dua hari ini dan tidak ada balasan satu pun.
WA Gadis:
“Mas Pras maaf ya kalau jadinya begini, aku tidak menyangka sepertinya karma buatku.”
Tidak ada balasan.
“Bagaimana hubungan kita? Aku pasrah Mas. Atau mungkin memang kita tidak berjodoh? Aku sedih.”
Tidak ada balasan
“Maaf kalau selama ini ada yang tidak berkenan terima kasih buat semuanya.”
Kini yang dirasakan perasaan patah hati, sedih, menyesal kenapa bisa jatuh cinta dan juga sakit karena cuma segitu sajakah cinta Mas Pras.
Gadis mengoles bibirnya dengan lip gloss, lipstick peach setelah meratakan bedak tipis-tipis. Kali ini rambutnya diikat ekor kuda agar kelihatan sportif seperti biasa.
Seharian di kantor mengedit hasil repotase Arin yang menggantikan dalam dua hari. Berulang kali menatap hp nya kali saja mas Pras menelepon atau membalas WA nya. Tapi sampai pukul 19.00 Gadis berkutat di depan layar suaara yang biasa menyapa sekedar menanyakan apakah sudah makan? Jaga kesehatan! Sedang apa? Tidak ada tiga hari ini. Ada yang hilang, tanpa terasa air mata Gadis merembas membasahi lentik bulu matanya.
“Aku harus tegar, seperti biasa tokh ini hanya kehilangan lelaki dan sudah biasa! Mungkin memang mas Pras bukan jodohku, walau dia adalah lelaki yang pertama mencuri hatiku. Mas Pras sampai ini sajakah perjuangan cinta kita?”
***
Tiba-tiba, Boy muncul dan tanpa bisa sempat Gadis menghapus air matanya.
“Hai Dis, aduh kamu sombong sekali sih! Mentang-mentang dah jadi Asisten Manajer, aku dilupakan begitu saja!” Boy pura-pura marah, padahal dalam hatinya memang benar-benar marah dan membenci cewek yang sekarang tampak rapuh.
“Hmm maaf Boy, bukannya kamu yang menghindar aku terus sejak aku dekat dengan Mas Pras. Kenapa Boy? Kamu marah?” Gadis menyeka air matanya.
“Gadisss jangan begitu atuh! Aku, hmmm biasalah aku ada masalah dengan cewekku … heh gitulah jadi nggak konsen ama kerjaan,” Boy memulai sebuah kebohongan untuk menutupi kekesalan hatinya.
“Oh … kamu sudah jadian, dengan siapa Boy?” Gadis menatap Boy tenang, ada rasa kangen dengan sikap Boy yang agak menjarak.
Ya Boy telah berubah, Gadis maklum semua bisa berubah cepat, seperti hatinya yang berubah karena rasa cinta pada Mas Pras dan keinginan untuk merubah sikapnya yang telah membuat banyak orang terluka.
“Dis kamu kenapa? Ada masalah? Kerjaan?” Boy memberondong berbagai pertanyaan.
“Iya Boy aku putus dengan Mas Pras,” Gadis memegang cincin yang menghias jari manisnya.
“Hmm serius Dis? Kenapa? Kamu berubah pikiran? Atau …”
“Karma, karma Boy … dua hari lalu aku mau dikenalkan dengan papa dan mamanya Mas Pras, ternyata Om Ranu adalah salah satu mantan aku … e tepatnya laki-laki yang pernah aku peras jugalah!”
“Gadis, ah memang dunia kadang sempit sekali ya! Kamu pasti tidak pernah menyangka kalau calon mertua kamu mantanmu! Sudah pasti Mas Prasmu sangat schoked! “
“Iya gitu deh! Aku sudah terlanjur mencintai Mas Pras tapi sudahlah aku harus menghadapi karma ku sepertinya Boy,” Gadis mematikan laptop nya dan siap-siap pulang.
“Eh Dis daripada kamu suntuk nggak jelas ikut aku aja yuk?” Boy memutar-mutar kunci mobilnya.
“Hmmm aku capai Boy seharian mengedit dan mereview, tapi aku juga butuh sesuatu yang beda kali ya biar bisa melupakan rasa cintaku.”
“Ayolah, lama kita tidak mewawancari Vicky Permana. Aku ada undangan nih untuk menghadiri conference press-nya. Vicky sahabatku dia akan mengajak aku untuk interview exclusive selepas cp nya.”
“Boy ini sama saja kerja! Kirain kamu mau ngajak makan kek atau yang lain.” Gadis memelototkan matanya yang bulat indah.
“Ayolah Dis sekali-kali bantu aku kenapa? Pak Santo suruh gue dapat berita yang exclusive tentangnya. Kamu tega banget sih membiarkan aku sendiri.”
“Emang Dinar kemana Boy? Dia kan sekarang partner baru kamu!” Gadis mengingatkan Dinar yang sekarang dipasangkan dengan Boy.
“Aduh Dinar sakit, kemarin dia juga bantuin kerjaan kamu lho,” Boy menegaskan kalau partner nya juga membantu kerjaan Gadis selama dua hari tidak masuk.

Other Stories
Zen Zen Sense (kehidupan Sebelumnya)

Aku pernah mengalami hal aneh seperti bertemu orang mati, kebetulan janggal, hingga melint ...

Dream Analyst

Dream Analyst. Begitu teman-temannya menyebut dirinya. Frisky dapat menganalisa mimpi sese ...

Membabi Buta

Mariatin bekerja di rumah Sundari dan Sulasmi bersama anaknya, Asti. Awalnya nyaman, namun ...

Melupakan

Dion merasa hidupnya lebih berarti sejak mengenal Agatha, namun ia tak berani mengungkapka ...

Diary Anak Pertama

Sejak ibunya meninggal saat usianya baru menginjak delapan tahun, Alira harus mengurus adi ...

Bagaimana Jika Aku Bahagia

Sebuah opini yang kalian akan sadari bahwa memilih untuk tidak bahagia bukan berarti hancu ...

Download Titik & Koma