Romance Reloaded

Reads
3.5K
Votes
0
Parts
30
Vote
Report
Penulis TJOE 21

Bab 10 Bodyguard Dadakan

Kafe gaming malam itu ramai seperti biasanya. Lampu neon berganti warna biru dan ungu, suara keyboard berpacu cepat, dan aroma kopi bercampur mie instan memenuhi udara. Luna duduk di pojokan meja favoritnya bersama tim kecilnya. Di sampingnya, tentu saja ada Adrian.

Sungguh aneh kalau dipikir pikir, seorang anggota dewan dengan tubuh sixpack tapi wajah pas pas an, duduk di kafe gaming murahan sambil nunggu giliran sparring. Tapi inilah kenyataannya.

“hai” kata Luna sambil melirik Adrian yang sedang sibuk memasang headsetnya dengan cara yang salah.

“hai” kata Adrian sambil senyum malu malu. “ini gimana sih kok kebalik terus.”

Luna tertawa kecil lalu membetulkan headsetnya. “nih diputer. Jangan kaya anak TK.”

Adrian mengangguk patuh. “makasih coach.”

Tim mereka sudah terbiasa dengan pemandangan ini. Setiap kali Luna menegur Adrian, entah kenapa terasa lebih seperti pasangan yang lagi ribut manja ketimbang gamer dan sponsor.

Tapi suasana manis itu berubah cepat ketika pintu kafe terbuka keras. Seorang cowok asing berjaket hitam masuk dengan langkah terburu buru. Matanya liar, napasnya terengah. Semua orang menoleh.

“Lunaaaa!” teriaknya.

Luna kaget sampai hampir menjatuhkan mouse. Adrian langsung menoleh waspada.

“siapa itu” kata Luna pelan.

Cowok itu terus maju sambil merogoh ponsel, kamera menyala, wajahnya penuh fanatisme. “aku harus foto sama kamu aku harus ngobrol sama kamu aku fans beratmu!”

Beberapa pengunjung mulai panik. Owner kafe mencoba menahan, tapi cowok itu malah makin agresif.

Dalam sepersekian detik, Adrian bangkit. Kursinya jatuh ke belakang. Ia berdiri menghadang di depan Luna, tubuh tingginya menutup pandangan sasaeng itu.

“cukup” kata Adrian tegas.

Cowok itu berhenti sejenak, kaget melihat Adrian. “siapa kamu jangan ikut campur aku cuma mau ketemu Luna!”

“aku bilang cukup” suara Adrian makin dingin.

Luna berdiri ragu di belakangnya. Jantungnya berdegup kencang. Bukan karena sasaeng itu saja, tapi karena melihat sisi Adrian yang tiba tiba begitu protektif.

“hai” kata Luna lirih, mencoba menenangkan.

Adrian menoleh sebentar. “diam di belakangku Luna. Aku yang urus.”

Dan entah kenapa kalimat itu membuat wajah Luna panas.

Cowok itu mencoba menerobos lagi, tapi Adrian dengan cepat menahan bahunya. Gerakannya terukur, tidak kasar tapi cukup kuat. “kamu bikin kacau di sini. Keluar sekarang atau aku panggil keamanan.”

Pengunjung lain mulai bersuara. “iya keluar keluar!”

Akhirnya beberapa orang membantu menghalau sasaeng itu ke luar. Pintu kembali tertutup, kafe hening. Semua orang masih terkejut.

Luna menatap Adrian dengan mata membesar. “kamu… barusan… kayak bodyguard beneran.”

Adrian menoleh sambil tersenyum kecil. “kan aku janji mau selalu ada buat kamu.”

Deg. Jantung Luna makin kacau.

“kamu nggak takut” kata Luna.

Adrian mengangkat bahu. “takut sih. Tapi lebih takut kalau kamu kenapa kenapa.”

Luna langsung salah tingkah. “astaga kamu ngomong apa sih” katanya sambil menutup wajah.

Chat streaming yang sempat merekam kejadian itu pun langsung meledak.

“gila gila anggota dewan jadi bodyguard dadakan”

“aku ship mereka makin keras fix canon”

“kak Adrian please buka jasa security pribadi”

Luna benar benar ingin membanting headsetnya. “kalian jangan ngerekam plis! Ini bukan drama korea.”

Tapi wajahnya yang merah merona jelas menunjukkan sesuatu yang berbeda.

Setelah suasana agak reda, mereka duduk lagi. Adrian masih menatap pintu dengan waspada.

“kamu beneran aman kan” kata Adrian.

“iya” kata Luna pelan.

Adrian mengangguk. “mulai sekarang aku bakal selalu ikut kamu kalau ada event. Aku nggak mau kejadian barusan terulang.”

Luna menatapnya lama. “kamu sadar nggak, image kamu bisa rusak kalau terus jalan sama aku. Orang bisa gosip macem macem.”

“biarin” kata Adrian cepat. “aku lebih peduli sama kamu.”

Dan kalimat itu sekali lagi sukses bikin Luna ingin kabur dari kursinya.

“hai” kata Luna pelan.

“hai” kata Adrian sambil tersenyum lembut.

Suasana yang tadi tegang berubah jadi hangat. Seolah seluruh kafe itu cuma milik mereka berdua.

Beberapa hari kemudian insiden sasaeng itu jadi berita kecil di media. Headline nya tentu saja lebay. “Anggota Dewan Jadi Bodyguard Gamer Cantik.” Foto foto blur Adrian menghadang sasaeng viral di medsos.

Luna mengeluh sambil menatap layar ponsel. “aduh kenapa sih semua jadi berita. Aku makin pusing.”

Adrian mencondongkan badan. “kalau kamu pusing, sandar aja ke aku.”

Luna melotot. “kamu kenapa sih suka banget keluarin gombalan tiba tiba.”

Adrian tertawa. “aku nggak gombal. Aku jujur.”

Dan dengan sedikit ragu Luna akhirnya bersandar sebentar di bahu Adrian. Hanya sebentar. Tapi cukup membuat dunia hening.

“makasih ya” kata Luna pelan.

“kapan pun” jawab Adrian.

Chemistry awkward mereka semakin kuat. Dari no scope vs no logic, kini naik level ke bodyguard dadakan. Dan tanpa sadar, rasa nyaman itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang bahkan tidak bisa mereka tolak.


Other Stories
Hanya Ibu

kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...

Kastil Piano

Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...

Tea Love

Miranda tak ingin melepas kariernya demi full time mother, meski suaminya meminta begitu. ...

Bungkusan Rindu

Setelah kehilangan suami tercintanya karena ganasnya gelombang laut, Anara kembali menerim ...

Cinta Dua Rasa

Aruna merasa memiliki kehidupan yang sempurna setelah dinikahi oleh Saka, seorang arsitek ...

Balada Cinta Kamaliah

Badannya jungkir balik di udara dan akhirnya menyentuh tanah. Sebuah bambu ukuran satu m ...

Download Titik & Koma