Queen, The Last Dance

Reads
1.8K
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 2 Kilau Panggung

Queen, gadis berumur 14 tahun sebuah fenomena di Akademi Tari Nasional. Ia bukan sekadar menari, namun setiap gerakannya adalah puisi yang hidup.

Dengan kaki jenjangnya yang seolah tanpa tulang, ia melayang di atas panggung, menciptakan ilusi gravitasi yang takluk pada kehendaknya.

Semua orang mengagumi bakatnya, terutama saat ia mengenakan sepatu balet pink kesayangannya.

Sepatu itu bukan hanya alas kaki, melainkan bagian dari dirinya, perpanjangan dari jiwanya.


Prok! Prok!


Di atas panggung, Queen adalah ratu. Tepuk tangan dan sorakan penonton adalah melodi yang mengiringi setiap langkahnya. Mereka berbisik kagum, menyebutnya, "Balerina masa depan."

Pujian ini tidak membuatnya sombong, sebaliknya ia menjadikannya bahan bakar. Mimpinya begitu jelas, yaitu ia ingin menginjak panggung Teater Bolshoi di Moskow, panggung paling megah di dunia.

Ia sering membayangkan bagaimana rasanya menari di sana, di hadapan ribuan pasang mata dengan cahaya sorot yang hanya ditujukan padanya.

Ia menghabiskan seluruh waktunya untuk berlatih. Pagi, siang, malam, ia terus bergerak. Kaki-kakinya penuh luka lecet dan memar, namun ia tidak pernah mengeluh.

Rasa sakit itu adalah bukti kerja kerasnya, dan setiap tetes keringat adalah investasi untuk mimpinya.

Di dalam hatinya, Queen tahu bahwa suatu hari nanti sepatu balet pinknya akan menginjak panggung impian itu, dan ia akan menari dengan keanggunan yang belum pernah disaksikan dunia.


Other Stories
Chronicles Of The Lost Heart

Ketika seorang penulis novel gagal menemukan akhir bahagia dalam hidupnya sendiri, sebuah ...

Air Susu Dibalas Madu

Nawasena adalah anak dari keluarga yang miskin. Ia memiliki cita-cita yang menurut orang-o ...

Kehidupan Yang Sebelumnya

Aku menunggu kereta yang akan membawaku pulang. Masih lama sepertinya. Udara dingin yang b ...

Menjelang Siang

Swastika, yang merasa lelah dengan permasalahan di kampus, memutuskan untuk berkungjung ke ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Hujan Yang Tak Dirindukan

Perjalanan menuju kebun karet harus melalui jalan bertanah merah. Nyawa tak jarang banyak ...

Download Titik & Koma