Kau Bisa Bahagia

Reads
3.2K
Votes
0
Parts
18
Vote
Report
kau bisa bahagia
Kau Bisa Bahagia
Penulis Nenny Makmun

Prolog

“Aku ada di mana? Siapa yang membawaku ke sini?” tanyaku panik.
Aku berada di tengah kuburan yang entah kuburan siapa. Kuburan-kuburan itu sangat asing di mataku.
Suasana tiba-tiba sungguh mencekam. Bulu kudukku berdiri semua. Ya Tuhan, aku takut berada di sini. Bagaimana caranya aku bisa keluar dari tempat ini?
Aku mencoba berjalan menyusuri kuburan, berusaha mencari jalan keluar. Namun bukan jalan keluar yang aku temui, melainkan kuburan dengan batu nisannya tertulis nama Arizal Ridwan Maulana.
Tanggal lahir, nama ayah yang tertulis di batu nisan sama persis dengan data Arizal, orang yang aku cintai sejak Sekolah Dasar.
“Nggak mungkin kalau ini makamnya Arizal!” pekikku.
“Iya, Airin. Itu memang makamku,” terdengar suara Arizal di belakangku.
Aku membalikkan badan. Arizal telah berdiri tegak mengenakan kemeja dan celana serba putih.
“Arizal, akhirnya kamu menemuiku lagi. Aku senang bertemu denganmu karena aku sangat merindukanmu.”
“Airin! Berhentilah merindukan dan mencintaiku. Aku sudah meninggal. Sampai kapanpun kita takkan bersatu. Mencintaiku hanya akan membuatmu terluka.”
“Nggak mungkin. Kamu pasti bohong. Kamu pasti masih hidup!” aku tak percaya dengan apa yang dikatakan Arizal.
“Adakah kebohongan tersirat di wajahku Rin? Arizal berkata lebih lanjut dan sepertinya dia mengatakan hal yang sejujur-jujurnya.”
Aku memperhatikan wajah Arizal saksama. Ya benar, tak ada kebohongan tersirat di wajahnya. Aku menggelengkan kepala. Tapi sepertinya nggak mungkin Arizal meninggal. Aku belum siap menerima kenyataan itu.
“Rin, kamu harus bisa menerima kenyataan bahwa kita takkan bersatu. Di saat mentari terbit, kita enggan untuk melihatnya. Tapi ketika mentari itu terbenam, barulah kita menyadari betapa indahnya ia. Begipu pula dengan cinta, seseorang yang menghiasi hari-harimu kamu anggap biasa saja. Tapi ketika seseorang itu pergi, barulah kamu menyadari betapa berharganya ia di hidupmu. Rin, cintailah orang yang mencintaimu sebelum penyesalan itu datang!”
“Zal, tolong bilang sama aku, siapa orang yang mencintaiku?”
“Hanya lewat tatapan mata, kamu bisa mengetahui ketulusan cinta seseorang. Tatapan mata orang yang tulus padamu berbeda dengan tatapan mata yang mencintai semata nafsu yang ingin memilikimu.”
Dahiku berkerut, otakku berpikir apa maksud perkataan Arizal?

Other Stories

hjskjdhueysnajkhdHHfhdhffowdwddcnnnnnnnnnnnnnnnndhlwhe;ofh becccccccc 3on4qnmofjinv,hi843 ...

Melupakan

Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...

The Unkindled Of The Broken Soil

Di dunia yang terpecah belah dan terkubur di bawah abu perang masa lalu, suara adalah keme ...

Rindu Yang Tumbuh Jadi Monster

Adrian nggak pernah nyangka, jatuh cinta bisa berawal dari hal sesederhana ngeliat cewek n ...

Dari Kampus Ke Kehidupan: Sebuah Memoar Akademik

Kisah ini merekam perjuangan, kegagalan, dan doa yang tak pernah padam. Dari ruang kuliah ...

Kado Dari Dunia Lain

Kamu pasti pernah lelah akan kehidupan? Bahkan sampai di titik ingin mengakhirinya? Sepert ...

Download Titik & Koma