Epilog
Waktu terus bergulir, tak terasa sudah dua puluh tiga tahun setelah kematian Nazriel. Aku sudah tak sendiri lagi.
Empat puluh hari dari kematian Nazriel, aku mengadopsi anak perempuan yang kuberi nama Nayla. Dia kini telah dewasa dan dua hari lagi akan menikah.
“Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi seorang istri? Soalnya Nayla kan nggak bisa masak, nggak bisa nyuci. Gimana ya, Bu?” tanya Nayla yang tiba-tiba duduk di sebelahku.
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang. Cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kamu akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kamu akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Nayla menatapku, “Seperti cinta Ibu untuk Ayah? Cinta itukah yang membuat Ibu tetap setia pada Ayah sampai sekarang?”
Meskipun Nayla bukan anak kandung Nazriel, tapi aku selalu mengatakan padanya bahwa ayahnya bernama Nazriel, yang sudah meninggal dua puluh tiga tahun yang lalu.
Aku menggeleng, “Bukan, Sayangku. Ibu setia pada Ayah karena cinta Ayah yang begitu besar pada Ibu dan kamu.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada Nazriel. Aku menghabiskan sembilan bulan untuk membencinya, tetapi aku ingin menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Nazriel, aku telah menjalankan wasiat darimu untuk meraih kebahagiaan itu sendiri. Kebahagiaanku adalah bersama dengan Nayla. Kuharap kau bahagia di alam sana. Cintamu akan selalu ada dalam hatiku. I Love You.
Other Stories
Setinggi Awan
Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...
Lust
Bagi Maya, pernikahannya dengan Aris adalah segalanya. Ia memercayai Aris lebih dari si ...
Cinta Di 7 Keajaiban Dunia
Malam yang sunyi aku duduk seorang diri. Duduk terdiam tanpa teman di hati. Kuterdiam me ...
Keeper Of Destiny
Kim Rangga Pradipta Sutisna, anak dari ayah Korea dan ibu Sunda, tumbuh di Bandung dengan ...
Hompimpa Alaium Gambreng!
Dalam liburan singkat di sebuah vila pegunungan, Jibon dan teman-temannya berniat menghidu ...