Keeper Of Destiny

Reads
1.4K
Votes
0
Parts
15
Vote
Report
Penulis TJOE 21

Latihan Neraka Di Akademi

Pagi itu, kabut tipis menyelimuti lapangan latihan Akademi Persebundar. Rangga menatap tanah basah yang berlumuran lumpur. Ia menarik napas panjang. Hari ini bukan latihan biasa. Pelatih sudah menyiapkan “Latihan Neraka” versi akademi. Dan jangan salah, ini benar-benar neraka versi olahraga.

"Bangun! Semangat! Kalau mau jadi tembok, tahan rasa sakit!" teriak pelatih dengan suara sekeras gong.

Rangga menoleh ke pembaca. Hei, kalian tahu kan maksud “tembok”? Bukan tembok rumah biasa. Tembok ini adalah metafora untuk kiper. Tugasnya bukan sekadar berdiri. Tugasnya menahan semua serangan lawan, tendangan keras, bola terbang, kadang sampai kena kepala. Kalau mental lemah, lebih baik pulang sekarang.

Latihan dimulai dengan push-up di lumpur. Iya, bayangkan saja, setiap kali tangan menyentuh tanah, rasanya seperti dicubit ribuan semut licin. Rangga mencoba menahan napas, tapi lumpur menempel ke wajahnya. Sekejap ia tampak seperti monster tanah yang baru keluar dari film horor anak-anak.

"Habis ini, lari zigzag sambil membawa bola!" teriak pelatih.

Rangga menggeleng kecil ke pembaca. Hei, kalian tahu kan, saat ini aku cuma bocah kecil dari kampung, bukan robot. Tapi yah, ya udah. Kalau mau jadi tembok, ya harus tahan ini. Ia menekuk lutut, menggiring bola sambil meluncur di lumpur. Kadang tergelincir, kadang meluncur seperti seluncur es. Penonton imajiner di kepalanya bersorak. "Ayo Rangga, jangan menyerah!"

Siang datang, latihan beralih ke diving di pasir. Yup, kalian tidak salah dengar. Diving di pasir. Bukan lapangan hijau rapi, tapi pasir kasar, penuh kerikil. Bola meluncur deras. Rangga melompat, menyelam, tangannya memukul bola. Sakitnya? Ya, bayangkan jatuh ke pasir panas sambil menahan bola berat.

"Bagus! Tapi lebih cepat lagi!" teriak pelatih.

Rangga tersenyum ke pembaca sambil ngos-ngosan. Hei, kalau kalian pikir aku mau menyerah sekarang, kalian salah besar. Jatuh seribu kali pun aku akan bangkit. Lagipula, ini latihan. Kalau aku kuat di sini, lawan di lapangan sungguhan bakal kaget.

Latihan berlanjut ke skenario pertandingan. Pelatih membagi tim menjadi dua. Rangga berada di gawang. Anak-anak lain menendang bola tanpa ampun. Kadang bola datang dari samping, kadang dari atas, kadang malah menabrak tubuh Rangga. Tapi satu hal, Rangga tidak mundur. Ia menyelam, menangkis, bahkan kadang menahan dengan kaki, pinggul, atau wajah kalau terpaksa.

"Rangga, gila kamu!" teriak salah satu teman tim.

Rangga tersenyum ke pembaca. Hei, percaya deh, terkadang bagian tubuh yang tidak kamu sangka bisa jadi penyelamat. Dan ya, kadang aku menyesal kenapa aku tidak belajar bela diri dulu. Tapi ini sepak bola. Semua tentang refleks dan nekat.

Hari-hari berlalu, minggu menjadi bulan. Latihan neraka tidak berhenti. Rangga kadang bangun pagi dengan tubuh pegal, tidur sore sambil bermimpi tentang bola. Tapi setiap kali ia jatuh, ia bangkit lagi. Setiap kali ia gagal menahan tendangan keras, ia belajar lebih cepat.

Suatu sore, setelah latihan diving di pasir, Rangga duduk di pinggir lapangan, napas terengah, wajah penuh lumpur, mata memandang jauh. Ia menatap pembaca lagi. Hei, kalian tahu kan, selama beberapa bulan ini aku belajar banyak. Tubuhku makin kuat, refleks makin cepat, tapi yang paling penting adalah mental. Aku tidak lagi bocah kampung yang takut bola besar. Aku mulai menjadi kiper yang siap menghadapi apa saja.

Timeskip beberapa bulan.

Kini Rangga sudah jadi kiper utama Persebundar. Bayangkan saja, bocah kecil dari kampung yang dulu dijadikan ejekan, kini berdiri di depan gawang dengan percaya diri. Teman-temannya lebih tinggi, lebih besar, tapi mereka menghormatinya. Lawan yang awalnya meremehkan kini mengakui, "Si kecil itu gila. Tembok hidup!"

Latihan tidak berhenti. Setiap hari ia berlatih teknik baru, diving, refleks, tendangan penalti, bahkan simulasi tekanan penonton yang bising. Ia belajar membaca pergerakan lawan, timing, dan menjaga konsentrasi.

Di luar lapangan, Rangga tetap bocah. Ia kadang iseng lempar bola ke teman, kadang tertawa ngakak karena salah gerak, kadang pura-pura jatuh lucu biar teman terhibur. Pelatih kadang geleng kepala tapi tersenyum juga.

"Rangga, kamu gila. Tapi efektif," kata pelatih.

Rangga tersenyum ke pembaca. Hei, kalian tahu kan, terkadang jadi sedikit gila itu membantu. Biar lawan bingung, dan kita tetap bisa tampil maksimal.

Suatu hari, setelah pertandingan latihan melawan tim senior, pelatih memanggil Rangga ke samping.

"Kamu punya mental dan refleks luar biasa. Aku rasa waktumu untuk level lebih tinggi sudah tiba," kata pelatih serius.

Rangga menatap ke pembaca. Hei, kalian dengar itu kan? Level lebih tinggi. Ya, maksudnya panggilan timnas U-15. Tapi jangan senang dulu, karena sebelum itu masih ada banyak latihan, banyak jatuh, dan banyak momen lucu yang menunggu.

Malamnya, Rangga duduk sendiri di lapangan kosong. Bola plastik kenangan tetap di sampingnya. Ia menatap bintang dan berkata ke pembaca. Hei, lihat kan? Perjalanan ini baru dimulai. Dari lapangan tarkam, latihan neraka, hingga jadi kiper utama Persebundar, semuanya hanyalah langkah awal.

Dan esoknya, suara peluit akan membawanya ke babak baru. Babak yang lebih seru, lebih menegangkan, dan tentunya lebih banyak tawa. Karena percaya deh, menjadi kiper itu tidak hanya soal menepis bola. Kadang itu soal jatuh, bangkit, tertawa, dan menatap masa depan dengan penuh semangat.

Rangga menatap pembaca terakhir kali malam itu. Hei, siap-siaplah. Aku bocah kampung kecil, tapi langkahku menuju timnas U-15 sudah mulai. Dan percayalah, aku akan membuat kalian semua terkejut.

Other Stories
Bahagiakan Ibu

Jalan raya waktu pagi lumayan ramai. Ibu dengan hati-hati menyetir sepeda motor. Jalan ber ...

Bunga Untuk Istriku (21+)

Laras merasa pernikahannya dengan Rendra telah mencapai titik jenuh yang aman namun hambar ...

Melepasmu Untuk Sementara

Perjalanan meraih tujuan tidaklah mudah, penuh rintangan dan cobaan yang hampir membuat me ...

Love Of The Death

Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...

Bisikan Lada

Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui ...

Kisah Cinta Super Hero

cahyo, harus merelakan masa mudanya untuk menjaga kotanya dari mutan saat dirinya menjadi ...

Download Titik & Koma