Terus Bermimpi, Meski Jalannya Berputar
Setelah melewati masa-masa menyedihkan, perlahan senyum Nayla lebih sering mengembang. Ia mulai bereksperimen dengan resep-resep lain: bomboloni, lalu donat kentang, kemudian donat labu. Setiap kali mencicipi hasilnya, ia menulis catatan di buku resep, wajahnya tampak bersemangat. Ia juga suka memberi sample gratis ke pelanggan, mengumpulkan saran sebelum ia mengeluarkan menu baru.
Lapaknya semakin menarik perhatian, sejak Nayla memajang donatnya di etalase kayu bertingkat tiga. Ia hanya butuh 2 jam untuk menghabiskan jualannya, karena banyak pelanggan yang memesan dari malam hari, memintanya mengemas lebih dulu. Sesekali Alya datang, membantunya mengambil stok video konten untuk beberapa hari. Ia tidak malu lagi mempromosikan usahanya di akun pribadi. Pelan-pelan, teman-teman sekolahnya bahkan ikut memesan.
Siang harinya, ia menata berkotak-kotak donat untuk diambil kurir. Di bagian atas, tertempel stiker logo baru: sebentuk garis tebal setengah lingkaran warna coklat, dengan titik-titik merah muda di atasnya. dari jauh terlihat seperti emoticon tersenyum. Di bawahnya, tulisan Aroma Bahagia tertulis dalam font rounded.
Di rumah, setiap kali Bapak butuh sesuatu, ia sigap menghampiri, membantu Ibu mengangkat tubuh Bapak, atau sekadar menyuapkan makanan. Kadang-kadang, ia juga yang memasak lauk, atau merapikan rumah, memberi kesempatan bagi Ibu beristirahat.
Malamnya, setelah menyiapkan adonan bersama Ibu dan Alya, Nayla duduk di depan laptop. Ia mencatat ilmu baru dari kursus-kursus online: bagaimana mengelola media sosial, membuat promosi menarik, dan lainnya. Ia tak menduga, bahkan walau ia tidak bekerja di kantor sesuai jurusan, ilmu tetap menuntunnya untuk menjaga langkah usahanya tetap seimbang. Rumus-rumus yang dulu ia hafalkan, laporan laba rugi yang dulu ia kerjakan sampai larut malam, semuanya berguna untuk usaha kecilnya. Dari mencatat modal bahan baku, menghitung harga jual, sampai merapikan arus kas.
Sebelum tidur, ia menulis catatan harian. Hal-hal yang ia syukuri, dan semua yang ia impikan. Mungkin beberapa tahun lagi, ia sudah bisa punya toko sendiri: dengan area masak yang lega, dan etalase besar di depan. Ia ingin menabung cukup, supaya bisa membiayai kuliah Alya. Ia ingin membeli kasur yang lebih nyaman untuk Bapak dan Ibu. Ia ingin membeli makanan enak untuk keluarganya setiap minggu.
Ia sadar, kehilangan satu jalan bukan berarti nilai dirinya runtuh. Ia masih bisa bermimpi dan melangkah, meski jalannya berputar.
[TAMAT]
Other Stories
Menantimu
Sejak dikhianati Beno, ia memilih jalan kelam menjajakan tubuh demi pelarian. Hingga Raka ...
Kucing Emas
Suasana kelas 11 IPA SMA Kartini, Jakarta senin pagi cukup kondusif. Berhubung ada rapat ...
Nyanyian Hati Seruni
Begitu banyak peristiwa telah ia lalui dalam mendampingi suaminya yang seorang prajurit, p ...
Katamu Aku Cantik
Ratna adalah korban pelecehan seksual di masa kecil dan memilih untuk merahasiakannya samb ...
Rana Takdir
"Sejarah tidak pernah ditulis oleh mereka yang hanya melihat. Sejarah ditulis oleh mereka ...
Death Cafe
Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...