Jaki Lima
Aku ... mati?
Arwahku terduduk di sisi jasadku yang telah terbalut kain kafan.
“Jakiii! Hueee~” Nyokap menangisiku di antara suara para tetangga yang datang melayat.
“Sabar, Bu.”
“Jaki, hiks ... bangun! Bangun, Jaki! Jangan tinggalin Mamak!”
Jadi, ini yang Bowo maksud? Ucapanku berbalik padaku? Aku yang meninggal dunia duluan?
Tanyaku pada diriku sendiri sambil memandangi jasadku yang pucat dan terbujur kaku.
Tidak ... aku tidak mungkin mati, kan? Mamak ....
Mataku berkaca-kaca melihat Nyokap meraung-raung seperti harimau begitu. Ternyata, dia begitu peduli padaku yang tak berguna ini. Padahal, jika aku mati, seharusnya dia merasa lega karena hilanglah satu beban hidupnya.
Sialnya, baru kusadari jua bahwa aku pun sangat membutuhkan Nyokap. Tidak ... aku tidak mau meninggal sekarang. Aku belum minta maaf padanya, aku belum taubat, aku belum dapat kerja, aku ... aku bahkan ingin merasakan pukulan centong nasi dari tangannya, aku ....
Mamak ....
Kupeluk Nyokap meski ku tak bisa menyentuh tubuhnya lagi.
Arwahku ikut menangis.
***
Arwahku terduduk di sisi jasadku yang telah terbalut kain kafan.
“Jakiii! Hueee~” Nyokap menangisiku di antara suara para tetangga yang datang melayat.
“Sabar, Bu.”
“Jaki, hiks ... bangun! Bangun, Jaki! Jangan tinggalin Mamak!”
Jadi, ini yang Bowo maksud? Ucapanku berbalik padaku? Aku yang meninggal dunia duluan?
Tanyaku pada diriku sendiri sambil memandangi jasadku yang pucat dan terbujur kaku.
Tidak ... aku tidak mungkin mati, kan? Mamak ....
Mataku berkaca-kaca melihat Nyokap meraung-raung seperti harimau begitu. Ternyata, dia begitu peduli padaku yang tak berguna ini. Padahal, jika aku mati, seharusnya dia merasa lega karena hilanglah satu beban hidupnya.
Sialnya, baru kusadari jua bahwa aku pun sangat membutuhkan Nyokap. Tidak ... aku tidak mau meninggal sekarang. Aku belum minta maaf padanya, aku belum taubat, aku belum dapat kerja, aku ... aku bahkan ingin merasakan pukulan centong nasi dari tangannya, aku ....
Mamak ....
Kupeluk Nyokap meski ku tak bisa menyentuh tubuhnya lagi.
Arwahku ikut menangis.
***
Other Stories
Kucing Emas
Kara Swandara, siswi cerdas, mendadak terjebak di panggung istana Kerajaan Kucing, terikat ...
Cahaya Dalam Ketidakmungkinan
Nara pernah punya segalanya—hidup yang tampak sempurna, bahagia tanpa cela. Hingga suatu ...
Perpustakaan Berdarah
Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...
My 19 Story
Di usia sembilan belas, Liora dikhianati dan melarikan diri ke Jakarta, tempat seorang pri ...
Bukan Cinta Sempurna
Pesona kepintarannya terpancar dengan jelas, rambut sebahunya yang biasanya dikucir ekor ...
Menjelang Siang
Swastika, yang merasa lelah dengan permasalahan di kampus, memutuskan untuk berkungjung ke ...