Dear Zalina

Reads
422
Votes
0
Parts
6
Vote
Report
Penulis Diahputri

Part 03

Dihari Minggu,zalina dan Zoe ketemu di cafe, mereka ngobrol cukup seru,sambil menikmati suasana hari libur dan dua es cokelat Boba dilengkapi kentang goreng.

"Za,Lo ada masalah apa sih sampai pindah sekolah?"

"Karena papa ku pindah kerja disini jadi,aku ngikut aja." Mereka ngobrol cukup santai.

"Ehh kamu Tahu nggak,ini surat dari siapa? Atau kamu hafal tulisan nya gitu, tulisan siapa?" Zalina menunjukkan empat surat yang menarik perhatiannya dan membuatnya cukup penasaran,Zoe melihat memperhatikan nya.

"Ini...gue nggak tahu sih,susah ya Wak..." Ujarnya.

"Emang kenapa Lo begitu sepenasaran itu sih?" Sambungnya lagi lalu menyeruput minumannya.

"Aku hanya penasaran aja, isinya beda dari yang lain." Zalina senyum senyum sendiri membaca lagi surat surat itu.
...

Setelah libur kemarin mereka kembali masuk sekolah di hari Senin, seperti biasa zalina dan Zoe berangkat bersama, terdengar keributan dari lapangan utama, ternyata famous geng terlibat perkelahian dengan beberapa anak kelas delapan, "Lo semua tuh pengecut." Sentak Zafar lantang dengan seragamnya yang berantakan.

"Iya...kalian semua cuma berani di belakang kita,kalian adu domba kita dengan kelas tujuh?what shitt men...lo semua sakit,Lo pengen kita redup tapi pakai acara adu domba, pengecut Lo." Sambung Dika.

dengan segera Satya melayangkan lagi tonjokan tangannya ke mereka,dan keributan terjadi semakin ricuh,jika famous geng sedang berbicara tidak ada yang berani ikut campur, sementara zalina hendak menghentikan mereka tapi Zoe menarik tangannya. "Jangan za...Lo nggak tahu famous geng ya, kita semua tidak ada yang berani berhentiin mereka apalagi kondisi seperti ini." Ucapnya.

"Tapi zo,aku tidak bisa diam melihat mereka tengkar seperti ini,mau lapor ke guru pun ini masih pagi belum pada dateng." Tanpa menghiraukan ucapan Zoe,ia langsung masuk ke tengah tengah mereka.

dengan segala tenaganya ia berusaha menghentikan pertengkaran ini, "hentikan...." Suaranya yang cukup pelan tidak membuat mereka sadar.

"Sudah cukup hentikan...." Ucapnya lagi,ia menarik narik tangan Satya tapi tidak dihiraukan karena Satya kira itu siswa lain dan bukannya zalina.

Zalina beralih ke murid kelas delapan,ia berusaha menghentikannya tapi tidak sengaja tangan salah satu dari mereka menonjok kepala zalina sehingga ia terjatuh, "aw..." Keluhnya,ia terduduk sambil memegangi kepalanya, mereka yang sudah sadar akan ada yang zalina langsung menghentikan aksinya.

"Zalina..." Sahut Dika panik.

Tanpa banyak bicara lagi,Zafar langsung duduk menarik kepala zalina ke pangkuannya, "za... bangun za..." Ia menepuk nepuk pipi zalina yang sedang pingsan.

"Bangun za..." Tukas Satya.

Zafar langsung menggendong zalina ala bridal style untuk membawanya ke UKS ditemani Satya Dika dan Zoe.

Cherry girl yang melihat itu menunjukkan muka muak nya, "baru pagi udah mulai aja tuh ratu drama." Ucap nada.

"Pacar Lo ikut ikutan Ra." Sahut Ella yang membuat Dinara semakin terbakar.

"Gue tahu dia pasti cari perhatian dengan melakukan itu,awas aja."

"Cabs..." Sambungnya lanjut jalan diikuti Ella dan nada.

Sudah sekitar tujuh menit berbaring di UKS, akhirnya zalian tersadar setelah Zoe mengusapkan minyak kayu putih, zalina membuka matanya perlahan ia memperhatikan setiap sudut ruangan dan mendapat i mereka yang menunggunya untuk sadar,

"Zoe..." Lirihnya pelan sambil memegangi kepalanya.

"Zalina... akhirnya Lo sadar juga." Zoe memeluknya.

"Siapa yang bawa aku kesini?" Tanyanya sambil melihat mereka,lalu Satya menunjuk Zafar yang sedang mencarikan obat untuk zalina.

"Terimakasih..." Ucapnya sambil tersenyum tapi Zafar hanya membalasnya mengangguk seraya tersenyum,ia mendekat ke zalina lagi untuk memberikan obatnya.

"Ini obatnya." Ia memberikan obatnya dan zalina menerimanya.

"Kok Lo tahu far,kalau dia butuh obat,emang Lo dokter tahu gini ginian?" Sahut Zoe terheran heran.

"Tahu aja gue, karena pukulan tadi,dia cedera kepalanya itu yang menyebabkannya pingsan." Jelasnya lalu duduk.

"Terimakasih Zafar." Responnya setelah meminum obatnya.
...

Seperti biasa saat istirahat tiba, mereka semua pergi ke kantin, kebetulan zalina dan Zoe bertemu dengan Cherry girl,Nara berhenti tepat dihadapan zalina, "Nara..." Lirih zalina pelan.

"Dasar ratu drama." Sahut Ella.

"Zalina si tukang caper...hahaha...puas Lo sekarang,udah dapetin perhatian famous geng?" Sambung Nara.

"Cukup Nara,aku tidak pernah mengganggu kalian,jadi biarkan aku jalan." Balasnya berusaha nerobos jalan tapi Nara menarik tangannya keras, banyak cewek cewek yang merapat untuk melihat Nara bersikap kepada zalina, bukannya melerai tapi mereka malah mendukung perbuatan Nara.

"Jangan coba coba untuk lawan gue,Lo disini tuh bukan siapa siapa jadi jangan sok." Nara mengeluarkan sebuah gunting dari saku nya.

Ia semakin mendekat ke zalina,tanpa banyak basa basi lagi,ia langsung menarik keras rambut zalina dan memotongnya,Zoe berteriak minta tolong untuk menghentikan hak itu tapi tidak ada yang membantunya.

sementara zalina hanya diam dan matanya terbendung penuh dengan air mata yang siap menetes,dinara tertawa puas sudah melakukan aksinya, dilanjutkan beberapa murid cewek yang melempari zalina dengan kertas dan kerikil,dengan segera zalina menutup wajahnya dengan kedua tangannya,tentu saja ia merasa sangat dipermalukan.

Zoe yang berdiri tegak disampingnya malah mundur karena tidak mau ikut terkena itu,dia tentu iba melihat temannya di bully tapi ia tidak mau membantu karena jika ia mungkin dirinya juga akan terkena. Banyak yang mengata ngatai zalina dengan tidak pantas,zalina terduduk sambil menangis masih menutup mukanya.

cherry girl merasa menang saat ini tapi famous geng datang, "Cherry girl... basecamp kalian rusak pergi dan lihatlah..." Ujar Zafar, karena basecamp itu tempat biasa Cherry girl kumpul,

mendengar tempatnya rusak mereka langsung menuju dan cewek yang lainnya bubar karena takut melihat famous geng yang datang ke mereka,tinggal zalina yang masih terduduk menutup muka nya terdengar sesenggukan lembut tangisannya.

"Za...kamu nggak papa kan?" Ucap Satya duduk didepan zalina.

"Mereka keterlaluan sih,zalina di bully habis habisan,apalagi Nara dengan sengaja memotong rambut zalina." Ucap Zoe yang mendekat ke mereka, mendengar suara Zoe...zalina langsung memeluk Zoe dengan erat.

"Udah Lo tenang ya,gue disini." Ia berusaha menenangkan zalina.

"Gue nggak bisa terima ini,gue akan bales tuh si Nara." Satya berdiri ia tampak emosi dengan Cherry girl.

"Lo jangan bertindak seenak jidat Lo sat,dia cewek...lo mau apa ke dia?" Sahut Dika.

"Gue tahu dia pacar Lo,tapi beritahu kek jangan jadi orang yang jahat,ini jatohnya pembullyan,kita nggak tahu loh sekuat apa mental zalina harus menerima semua ini." Jelas Satya.

"Oke kita memang selalu berbuat rusuh,tapi itu untuk kebaikan,kita bertindak bukan tanpa alasan,tapi kita tidak bisa diam jika ada yang diperlakukan seperti ini apalagi ini cewek bro." Sambung lagi Satya ia tampak sangat emosi.

"Iya gue tahu tapi Lo juga kendaliin emosi kek,kan ada guru,biar itu jadi urusan mereka."

"Gue cabut dulu." Ucap Zafar tiba tiba pergi ditengah perdebatan mereka.
.
.

Other Stories
My Love

Sandi dan Teresa menunda pernikahan karena Teresa harus mengajar di Timor Leste. Lama tak ...

The Unkindled Of The Broken Soil

Di dunia yang terpecah belah dan terkubur di bawah abu perang masa lalu, suara adalah keme ...

Hati Yang Terbatas

Kinanti mempertahankan cintanya meski hanya membawa bahagia sesaat, ketakutan, dan luka. I ...

Breast Beneath The Spotlight

Di tengah mimpi menjadi idol K-Pop yang semakin langka dan brutal, delapan gadis muda dari ...

2r

Fajri tahu Ryan menukar bayi dan berniat membongkar, tapi Ryan mengungkap Fajri penyebab k ...

Air Susu Dibalas Madu

Nawasena adalah anak dari keluarga yang miskin. Ia memiliki cita-cita yang menurut orang-o ...

Download Titik & Koma