Dua Tangkai Edelweis

Reads
97
Votes
4
Parts
22
Vote
Report
Penulis Runi Ariany

HARI YANG TAK SEPENUHNYA RINGAN

Pagi itu, udara Cianjur terasa cerah. Matahari naik perlahan, tapi suasana rumah Aki Lili tidak seramah biasanya.

Sedan putih Bagas terparkir di halaman, masih berdebu sisa perjalanan kemarin.

Rani duduk di bangku kayu dekat teras bersama Bi Nadin. Mereka bicara ringan, tapi tawa Rani tak setulus biasanya.

Tak lama kemudian, Bagas datang. Kaus hitam, celana jeans, dan wajah yang terlalu datar untuk pagi yang seharusnya hangat.

“Kin,” panggilnya.

Kinkin yang sedang duduk di lantai, memetik gitar pelan, langsung berhenti.

“Iya, Gas?”

Bagas melempar kunci mobil ke arahnya.
“Cuciin mobil.”

Kinkin menangkapnya refleks.
“Sekarang?”

“Iya.”
Nada Bagas dingin.
“Debunya masih tebal.”

Rani menoleh.

Padahal mobilnya tak sekotor itu.

Bi Nadin menghela napas kecil, tapi tak berkata apa-apa.

Kinkin diam sebentar. Lalu mengangguk.

“Iya.”

Ia bangkit, berjalan ke sumur, mengambil ember.

Air disiramkan ke bodi mobil. Bunyi cipratan terdengar jelas di pagi yang sunyi.

Bagas bersandar di kap mobil.

“Jangan asal, Kin. Velgnya juga disikat.”

Nada itu bukan perintah biasa.
Ada sesuatu yang menekan di sana—
bukan karena mobilnya kotor, tapi karena hatinya sedang cemburu.

Rani memandang ke arah Kinkin.

Di matanya, ada rasa kasihan yang tak sempat ia sembunyikan.

Kinkin menangkap tatapan itu.

Untuk sesaat, ia berhenti menggosok.

Lalu… ia tersenyum kecil.

Senyum tipis. Tenang. Seolah berkata: nggak apa-apa.

Dan setelah itu, ia kembali menunduk.

Menggosok velg mobil lagi.

Air terus mengalir.
Kotoran luruh.
Tapi di hati Rani, ada sesuatu yang justru mengeras.


Other Stories
Bayangan Malam

Riel terus bereinkarnasi untuk keseimbangan Klan Iblis dan Klan Dewi. Tapi ia harus merela ...

Kastil Piano

Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...

Itsbat Cinta

Hayati memulai pagi dengan senyum, mencoba mengusir jenuh dan resah yang menghinggapi hati ...

Langit Ungu

Cerita tentang Oc dari Penulis. karakter utama - Moon Light "Hidup cuma sekali? Lalu be ...

First Snow At Laiden

Bunda Diftri mendidik Naomi dengan keras demi disiplin renang. Naomi sayang padanya, tapi ...

Melepasmu Untuk Sementara

Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...

Download Titik & Koma