Chapter 5
Bab 9 – Setelah Liburan Usai
Sekolah kembali berjalan. Aku kembali menjadi Rara yang lama—atau setidaknya versi baru yang lebih jujur pada perasaannya.
Aku dan Arga masih sesekali bertukar pesan. Tidak setiap hari. Tidak dengan janji. Tapi dengan rasa saling menghargai.
Aku menulis lebih sering sekarang. Tentang Lombok. Tentang laut. Tentang cinta yang tidak memiliki, tapi menguatkan.
Aku sadar, liburan itu bukan tentang Arga semata. Tapi tentang aku yang belajar menerima perasaan tanpa harus memaksakan akhir.
Dan itu jauh lebih berharga.
Bab 10 – Liburan yang Menumbuhkan Rasa
Suatu malam, aku menutup buku tulisku dan tersenyum.
Liburan sekolah itu telah usai, tapi dampaknya tinggal lama di hatiku. Ia menumbuhkan rasa—bukan hanya cinta, tapi juga keberanian untuk jujur pada diri sendiri.
Aku tidak tahu ke mana hidup akan membawaku. Tapi aku tahu satu hal:
aku pernah jatuh cinta dengan cara yang paling manusiawi.
Dan itu cukup.
Other Stories
7 Misteri Korea
Saat liputan di Korea, pemandu Dimas dan Devi terbunuh, dan mereka jadi tertuduh. Bisakah ...
Hafidz Cerdik
Jarum jam menunjuk di angka 4 kurang beberapa menit ketika Adnan terbangun dari tidurnya ...
Negeri Bawah Laut Porkah: Cakra Di Samudra Hindia
Liburan kelulusan SMA membawa Cakra Abiyoga dan sahabat-sahabatnya ke Pantai Parangtritis. ...
Melinda Dan Dunianya Yang Hilang
Melinda seorang gadis biasa menjalani hari-hari seperti biasa, hingga pada suatu saat ia b ...
Itsbat Cinta
Hayati memulai pagi dengan senyum, mencoba mengusir jenuh dan resah yang menghinggapi hati ...
Kenangan Indah Bersama
tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...