Epilog: Orang Yang Sampai
Konon, ada orang-orang yang udah sampai pada level ini. Mereka ngga terguncang sama pujian atau hinaan. Kalau dipuji, mereka bilang "Ini titipan Allah, bukan punya aku." Kalau dihina, mereka bilang "Mungkin Allah lagi mau ngajarin aku rendah hati." Mereka tenang kayak lautan, meski ombak nerjang di permukaan, dalemnya tetap adem.
Aku pengen jadi kayak gitu. Masih jauh emang. Masih gampang tersinggung, masih gampang kecewa, masih gampang marah. Tapi setidaknya aku udah tau jalannya. Dan jalannya cuma satu: deket sama Allah, terus-terusan.
---
Penutup: Jalan Panjang untuk Terus Belajar Memandang
Nah, udah sampe di penghujung catatan kecil ini. Aku nulis ulang apa yang udah aku tulis, sambil ngenang perjalanan nulisnya.
Awalnya aku nulis ini buat siapa? Buat diriku sendiri. Buat version diriku di masa depan yang mungkin lagi lupa. Lupa kalau hidup bisa dilihat dari berbagai sisi. Lupa kalau orang lain punya cerita yang belum tentu kita tau. Lupa kalau diri sendiri perlu diperlakuin dengan lembut. Lupa kalau ujian itu undangan buat lebih dekat. Lupa kalau puncak ketenangan ada di deket sama Allah.
Buku ini ngga sempurna. Jauh dari sempurna. Tapi setidaknya ini jadi pengingat fisik, yang bisa aku pegang, baca ulang, coret-coret lagi.
Karena pada akhirnya, jadi tenang itu proses, bukan tujuan. Perjalanan panjang buat terus belajar memandang. Kadang aku bakal lupa, kadang aku bakal balik ke cara lama yang sempit. Tapi semoga, dengan catatan ini, aku bisa cepet inget buat buka mata hati lagi.
Memandang dari sisi lain.
Mencari hikmah di balik tabir.
Dan pada akhirnya, berserah diri pada Dzat Yang Maha Melihat.
Semoga kita semua dianugerahi hati yang seluas samudra.
Hati yang bisa memandang segala sesuatu dengan cahaya kasih sayang-Nya.
Aamiin.
---
Daftar Ayat dan Hadis yang Digunakan (Untuk Pengingat Diri)
1. QS. Al-Ma'idah: 15 - Cahaya dari Allah
2. QS. Adz-Dzariyat: 49 - Segala sesuatu berpasangan
3. Hadis tentang agama yang paling dicintai (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)
4. Hadis tentang lima pandangan yang mulia (HR. As-Suyuthi dalam Jami' ash-Shaghir)
5. QS. An-Nisa: 29 - Larangan membunuh diri
6. Hadis tentang hak diri (HR. Bukhari)
7. QS. Al-Baqarah: 185 - Allah menghendaki kemudahan
8. QS. Al-Baqarah: 155 - Kabar gembira bagi orang sabar
9. Hadis Qudsi tentang prasangka baik (HR. Bukhari dan Muslim)
10. Hadis tentang segumpal daging (HR. Bukhari dan Muslim)
11. QS. Ar-Ra'd: 28 - Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram
Selesai.
Aku pengen jadi kayak gitu. Masih jauh emang. Masih gampang tersinggung, masih gampang kecewa, masih gampang marah. Tapi setidaknya aku udah tau jalannya. Dan jalannya cuma satu: deket sama Allah, terus-terusan.
---
Penutup: Jalan Panjang untuk Terus Belajar Memandang
Nah, udah sampe di penghujung catatan kecil ini. Aku nulis ulang apa yang udah aku tulis, sambil ngenang perjalanan nulisnya.
Awalnya aku nulis ini buat siapa? Buat diriku sendiri. Buat version diriku di masa depan yang mungkin lagi lupa. Lupa kalau hidup bisa dilihat dari berbagai sisi. Lupa kalau orang lain punya cerita yang belum tentu kita tau. Lupa kalau diri sendiri perlu diperlakuin dengan lembut. Lupa kalau ujian itu undangan buat lebih dekat. Lupa kalau puncak ketenangan ada di deket sama Allah.
Buku ini ngga sempurna. Jauh dari sempurna. Tapi setidaknya ini jadi pengingat fisik, yang bisa aku pegang, baca ulang, coret-coret lagi.
Karena pada akhirnya, jadi tenang itu proses, bukan tujuan. Perjalanan panjang buat terus belajar memandang. Kadang aku bakal lupa, kadang aku bakal balik ke cara lama yang sempit. Tapi semoga, dengan catatan ini, aku bisa cepet inget buat buka mata hati lagi.
Memandang dari sisi lain.
Mencari hikmah di balik tabir.
Dan pada akhirnya, berserah diri pada Dzat Yang Maha Melihat.
Semoga kita semua dianugerahi hati yang seluas samudra.
Hati yang bisa memandang segala sesuatu dengan cahaya kasih sayang-Nya.
Aamiin.
---
Daftar Ayat dan Hadis yang Digunakan (Untuk Pengingat Diri)
1. QS. Al-Ma'idah: 15 - Cahaya dari Allah
2. QS. Adz-Dzariyat: 49 - Segala sesuatu berpasangan
3. Hadis tentang agama yang paling dicintai (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)
4. Hadis tentang lima pandangan yang mulia (HR. As-Suyuthi dalam Jami' ash-Shaghir)
5. QS. An-Nisa: 29 - Larangan membunuh diri
6. Hadis tentang hak diri (HR. Bukhari)
7. QS. Al-Baqarah: 185 - Allah menghendaki kemudahan
8. QS. Al-Baqarah: 155 - Kabar gembira bagi orang sabar
9. Hadis Qudsi tentang prasangka baik (HR. Bukhari dan Muslim)
10. Hadis tentang segumpal daging (HR. Bukhari dan Muslim)
11. QS. Ar-Ra'd: 28 - Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram
Selesai.
Other Stories
Hujan Dan Lagu-lagu Tentang Rindu
Randy sekarat, dan seorang malaikat maut memberinya pilihan untuk meminta maaf pada para p ...
Broken Wings
Bermimpi menjadi seorang ballerina bukan hanya tentang gerakan indah, tapi juga tentang ke ...
Love Falls With The Rain In Mentaya
Di tepian Pinggiran Sungai Mentaya, hujan selalu membawa cerita. Arga, seorang penulis pen ...
Mother & Son
Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...
Conclusion
Liburan Dara ke kota Sapporo di Hokkaido Jepang membawanya pada hal yang tak terduga. Masa ...