5. Lorong Yang Terus Bertambah Panjang
Sore harinya, Kala berjalan menyusuri lorong lantai dua. Ia baru menyadari bahwa lorong itu lebih panjang dari yang ia perkirakan semula. Ia tidak ingat lorong itu sepanjang ini sebelumnya, seolah jarak di hadapannya diam-diam bertambah setiap kali ia menatapnya terlalu lama.
Karpet merah tua di bawah kakinya terasa lebih lembut dari biasanya, seperti menahan langkahnya agar tidak terlalu cepat pergi.
Ia melangkah pelan. Satu langkah. Dua langkah. Tiga langkah.
Dan lorong itu tetap memanjang.
Other Stories
Kau Bisa Bahagia
Airin harus menikah dalam 40 hari demi warisan ayahnya, namun hatinya tetap pada Arizal, c ...
Metafora Diri
Cerita ini berkisah tentang seorang wanita yang mengalami metafora sejenak ia masih kanak- ...
Baim Dan Kelapa Yang Masih Puber
Baim menghabiskan liburan akhir tahun di pantai dengan harapan menemukan ketenangan. Namun ...
Cinta Harus Bahagia
Seorang kakak yang harus membesarkan adiknya karena kematian mendadak kedua orangtuanya, b ...
Free Mind
KITA j e d a .... sepertinya waktu tak akan pernah berpihak pada kita lagi setelah aku ...
Padang Kuyang
Warga desa yakin jika Mariam lah hantu kuyang yang selama ini mengganggu desa mereka. Bany ...