Setelah Perayaan Itu Usai.

Reads
336
Votes
58
Parts
14
Vote
Report
Setelah perayaan itu usai.
Setelah Perayaan Itu Usai.
Penulis Vixza Diendra

Bab 12: Hari Kelulusan

Bab 12: Hari kelulusan

Setelah pengumuman itu, universitas Amara melakukan seremoni kelulusan. Hari itu ia memilih kebaya warna merah sebagai gaunnya. Ia nampak anggun nan cantik dalam balutan toga saat namanya dipanggil naik panggung. Senyumnya menggambarkan kebahagiaan setelah panjangnya rintangan perkuliahan yang ia lalui.

Setelah acara wisuda selesai, ia menyewa fotografer untuk mengabadikan momen bahagia itu. Bunda dan ayahnya mengenakan baju yang selaras dengan Amara, yaitu hitam-merah. Berbagai pose mereka lakukan agar mendapat jepretan yang bagus. Nantinya, foto ini akan dipajang di ruang tamu agar saat tamu datang mereka ikut merasakan keharmonisan keluarga ini.

Perayaan telah usai. Amara melanjutkan hidupnya dengan terus bekerja. Awalnya hidupnya tetap berjalan mulus, hingga akhirnya sebuah kabar dari ponsel membuatnya diam mematung.

Sore itu, sebelum ia pulang dari pekerjaannya, ia ditelpon berulang kali oleh Bundanya. Ia bingung tidak biasanya Bunda menelponnya seperti itu. Hingga ia mengangkatnya.

“Nak, segeralah pulang.”

“Kenapa, Bun? Kenapa suara Bunda bergetar?”

“Ayah, Nak. Segeralah pulang.”

Sebelum mengetahuinya dengan jelas, Bunda sudah lebih dulu menutup telepon.

Di perjalanan pulang, ia menyetir dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di rumah…

Banyak orang sudah berkumpul di rumahnya.

Ayah meninggal.

Setelah perjuangannya selama ini, Ayah kembali ke dalam pangkuan Tuhan.

Amara ikhlas, namun jauh di dalam hatinya ini masih terlalu tiba-tiba.

“Aku ikhlas, Yah. Terimakasih sudah menjadi Iron Man bagi keluarga ini.”






Other Stories
Bukan Cinta Sempurna

Pesona kepintarannya terpancar dengan jelas, rambut sebahunya yang biasanya dikucir ekor ...

Menolak Jatuh Cinta

Rasa aneh sudah sembilan bulan lenyap, ntah mengapa kini kembali menyusup di sudut hatik ...

Kala Kisah Tentang Cahaya

Kala, seorang gadis desa yang dibesarkan oleh neneknya, MbahRum. tumbuh dalam keterbatasan ...

Haura

Apa aku hidup sendiri? Ke mana orang-orang? Apa mereka pergi, atau aku yang sudah berbe ...

Menjelang Siang

Swastika, yang merasa lelah dengan permasalahan di kampus, memutuskan untuk berkungjung ke ...

Hafidz Cerdik

Jarum jam menunjuk di angka 4 kurang beberapa menit ketika Adnan terbangun dari tidurnya ...

Download Titik & Koma