Hellend ( Noni Belanda )

Reads
10.8K
Votes
1
Parts
15
Vote
Report
hellend ( noni belanda )
Hellend ( Noni Belanda )
Penulis Nenny Makmun

0. Prolog

Batavia, 1834
Merasa dalam bahaya, Johan van Back terlihat segera mengambil selembar kertas dan pena. Ia kemudian menuliskan sesuatu di atas kertas itu dengan terburu-buru. Tangannya gemetar. Keringat sebesar biji jagung bercokol di pelipis. Sesekali ia melirik ke arah pintu ruang kerjanya yang terkunci.
Dia datang. Sebentar lagi dia pasti akan datang, batin Johan dengan wajah pucat.
Sedang dari arah luar, sesuatu yang tak kasat mata hendak datang menemuinya. Sosok yang ingin merobek jantung laki-laki berseragam tentara Belanda itu.
Selesai! Surat yang di bawahnya Johan bubuhkan tanda tangan beserta nama lengkapnya, selesai ia tulis. Lantas, digeletakkan begitu saja surat tadi di atas meja kerja. Tepat di sebelah pistol yang tergeletak.
Dari luar, samar-samar terdengar suara langkah kaki kian mendekat. Semakin lama, suaranya semakin keras. Wajah lelaki Belanda itu kian pucat. Ketakutan. Pakaian tentara cokelat mudanya bahkan sudah dibasahi peluh. Tubuh Johan gemetar.
Pintu ruang kerja yang tadinya terkunci, mendadak terbuka dengan sendiri. Padahal Johan yakin benar kalau ia sudah menguncinya dengan rapat.
“In Godsnaam, je gaat dood![1]” Johan berteriak.
Meski tak lagi tampak, tapi ia tahu kalau ada yang mendekat ke arahnya selepas pintu tadi terdorong ke belakang. Dengan gerakan cepat, Johan lantas meraih pistol dari atas meja dan mengarahkan ke sesuatu yang beberapa detik kemudian menunjukkan wujudnya yang lagi-lagi menyeramkan.
“Je gaat dood!” teriaknya, diiringi bunyi letupan pistol yang menyalak. Berkali-kali.
Tapi sepertinya percuma. Usaha laki-laki itu sia-sia. Wajah Johan benar-benar pasi. Bahkan pistol di tangannya bergetar hebat. Ketakutan semakin menjadi-jadi.
Pistol menyalak sekali lagi. Namun, hasilnya sama. Sosok yang memang sudah mati itu, tak mungkin mati untuk kali kedua. Lelaki Belanda berparas tampan itu pada akhirnya putus asa.
“Kamu pikir kamu bisa mendapatkanku? Tidak akan pernah!”
Bukannya mengarahkan pistol ke sosok perempuan berwajah penuh darah di hadapannya, kali ini Johan malah meletakkan moncong pistol tadi di dalam mulut. Dan dengan sekali tarikan pelatuk, suara letupan pistol menyalak sekali lagi. Peluru menembus sampai ke belakang kepala Johan. Tubuh lelaki itu menggelepar, sebelum kemudian tergeletak dan tidak bergerak di lantai. Darah seketika menggenang di lantai pualam.
***
[1] Demi Tuhan, kamu akan mati!

Other Stories
Tilawah Hati

Terinspirasi tilawah gurunya, Pak Ridwan, Wina bertekad menjadi guru Agama Islam. Meski be ...

Cowok Hujan

Ia selalu terlihat tenang. Tapi setiap kali langit mulai gelap dan angin berhembus kencang ...

Tersesat

Qiran yang suka hal baru nekat mengakses deep web dan menemukan sebuah lagu, lalu memamerk ...

Suara Dari Langit

Apei tulus mencintai Nola meski ditentang keluarganya. Tragedi demi tragedi menimpa, terma ...

Kado Dari Dunia Lain

Kamu pasti pernah lelah akan kehidupan? Bahkan sampai di titik ingin mengakhirinya? Sepert ...

Kacamata Kematian

Arsyil Langit Ramadhan naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia berpik ...

Download Titik & Koma