After Meet You

Reads
1.3K
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
Penulis Ld.lustikasari

Mulai Terbongkar

 Sudah empat puluh hari berselang kematian papa Alena, ingin sekali gadis itu berkujung ke makamnya. Tapi pemberitaan media tidak kunjung mereda. Tidak ada pilihan lain selain menanti. Ia tidak ingin indentitasnya terbongkar. Bahwasannya orangtua Alena dan Saga adalah seorang mafia pengedar narkotika. Lagipula Alena belum siap kalau harus melihat pusara laki-laki yang telah menanamkan benih di rahim ibunya itu.
Tiba-tiba telepon seluler Alena berdering. Sebuah panggilan masuk. Dari nomor yang tidak ia kenal. Namun hanya sesaat. Tidak ada panggilan susulan, atau pesan singkat yang masuk. Dahi Alena sesaat berkerut, menebak siapa oknum kurang kerjaan yang sengaja menjahili dirinya.
Beberapa menit berselang, telepon berikutnya menyusul. Namun dari orang yang yang berbeda. Anak buah kepercayaannya. Mengabarkan bahwa Alena sudah bisa mengunjungi makam almarhum papa. ternyata berita kematian sang mafia narkotika sudah kalah dengan berita pemilu serentak musim ini dan gosip perceraian Rafi Ahmad dan Nagita Slafina.
Setelah sambungan telepon terputus, Alena segera menghidupkan layar televisi LED. Memastikan. Disusul dengan membaca koran koran harian seminggu ke belakang dan berakhir dengan berselancar di dunia maya. Berita yang menjadi hot isssue memang berita seputar penistaan dan gosip perceraian artis. Berita kematian papanya sudah kalah rating. Dirinya aman sekarang.
Sepertinya hari ini Alena lebih bersemangat dibanding beberapa hari yang lalu. Gadis itu banyak melamun, hingga menciptakan kantung mata pada kelopaknya serupa kantung ajaib Doraemon. Gadis itu sudah lelah bersedih. Lagipula hidup atau mati papanya saat ini, sama sekali tidak mempengaruhi lini kehidupannya. Jika beberapa hari lalu ia amat bersedih, mungkin sebab ikatan darah dan harapan berar untuk memiliki figur seorang ayah.
Dan hari ini, ia sudah rela. Benar-benar rela.
Di antara lamunan tentang kematian papanya yang ternyata bandar besar narkoba, serta kuasa Semesta yang dengan jemawa enggan mempertemukan dirinya dan si ayah sebelum ajal menjemput, ia teringat sesuatu. Mengenai nomor baru yang tadi sempat menderingkan telepon selulernya sesaat. Entah keyakinan dari mana, tapi Alena merasa pemilik nomor itu adalah si badut putri Elsa konyol korban keisengan adiknya. Ya, Niel.
***
Seorang wanita berusia empat puluhan akhir. Sangat mirip dengan Alena, cantik. Hanya saja garis-garis kerutan di wajah tampak tercetak jelas. Menggunakan setelan santai kebesaran kaum ibu pada umunya, daster bermotif polkadot. Sedang asik merajut di depan jedela ruang perawatan. Tak acuh pada keadaan sekitar bangsa rumah sakit jiwa.
Alena tidak pernah kuasa menahan tangis saat mendatangi mamanya. Tersedu di dekat ranjang yang ibunya menjalani hari hari tujuh tahun terakhir. Tidak ada rengkuhan ngatat seorang ibu menyambut kedatangannya. Sekalipun Alena yang ganti memelukpun percuma. Wanita itu hanya akan bergeming. Diam seribu bahasa. Semenjak mengandung Saga, wanita itu mengalami gangguan jiwa hingga enggan untuk berbicara.
Mama Alena memang tidak berkemungkinan sembuh. Sebab kemauan dari dalam dirinyapun tidak ada. Sesekali Alena mengunjung wanita itu, memastikan fisik ibunya yang secara batin sudah tidak ia kenali lagi. Jika saja tidak ada Saga dalam hidup Alena, gadis itu sudah pasti menyerah sejak lama. Sekarang hanya ada dia dan Saga. Seluruh hidup dan kekuatannya terpusat pada Saga.
Berjarak beberpa meter di luar ruang perawatan, Niel Berdiri gamang. Menatap pilu adegan anak-beribu di hadapannya. Pria itu sedang sibuk menekan emosi ke dasar hatinya yang paling dalam. Ketika menuju ke rumah Alena, ia melihat mini cooper gadis itu meninggalkan halaman rumah. Sontak saja ia mengikuti arah perginya mobil Alena. Dan sekarang semuanya sudah jelas tanpa perlu dijelaskan. Keping-keping puzle itu telah menemukan tempatnya. Objek yang dibentuk memang sesuai satu sama lain dengan jalan cerita yang ada. Foto dalam email yang rekan bisnis gelapnya kirimkan, alamat rumah yang tidak ingin Alena tinggalkan seumur hidup, sebab warna mata Alena dan Saga serupa dengan dirinya, semuanya sudah jelas. Tanpa perlu test DNA atau test SBMPTN, ia sudah tahu kepastiannya. Mereka menyandang nama keluarga yang sama.
Samala.
Lalu bagaimana dengan dosa besar yang ia perbuat, Apakah Niel sanggup memaafkan dirinya?
Niel kemudian menekan tombol pada smartwatch, menghubungkan dengan earphone wireles kecil di telinga kanannya dan sesaat kemudian, nada sambung telepon terdengar.
“Aku memiliki satu permintaan lagi,” ujar Niel tanpa basa-basi kepada lawan bicaranya. “Senjata. Aku ingin yang berbeda. Aku amat membutuhkannya. Untuk terakhir kalinya.”
“Yang paling simpel dan mudah digunakan.” Niel menelan ludah demi mengatakan hal itu.
“Seberapa cepat kau mampu mengirim ke apartemenku?” Tanya Niel sebelum mengakhiri sambungan telepon.
Sebelum ia ketahuan telah membuntuti gadis secantik Alena kemudian dilaporkan ke Front Pembela Para Gadis, Niel mengangkat kaki dari tempatnya berdiri, murni rasa pegal dan kesemutan. Ditatapnya sekali lagi punggung gadis cantik yang ternyata saudara kandung sebapaknya itu lamat-lamat. Kemudian pergi.
Sepertinya pilihannya selama ini tepat. Memilih untuk tidak jatuh cinta, mematikan hati. Sebab ternyata sakit hati rasanya semenyedihkan ini. Sebentar lagi Niel akan mengumandangkan lagu duka cita. Berjudul lebih baik sakit gigi, ketimbang sakit hati.
***

Other Stories
Bagaimana Jika Aku Bahagia

Sebuah opini yang kalian akan sadari bahwa memilih untuk tidak bahagia bukan berarti hancu ...

Buah Mangga

buah mangga enak rasanya ...

Death Cafe

Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...

I See Your Monster, I See Your Pain

Aku punya segalanya. Kekuasaan, harta, nama besar. Tapi di balik itu, ada monster yang sel ...

Way Back To Love

Karena cinta, kebahagiaan, dan kesedihan  datang silih berganti mewarnai langkah hidup ki ...

Hujan Yang Tak Dirindukan

Mereka perempuan-perempuan kekar negeri ini. Bertudung kain lusuh, berbalut baju penuh n ...

Download Titik & Koma