16. Melamar Cewek Ala Gue
Pantai Anyer, tempat gue berpijak saat ini. Angin berhembus sepoi-sepoi dan pemandangan pasir putih yang terbentang di sepanjang pantai dengan disertai jernihnya air laut menjadikan pantai ini sebagai tempat favorit untuk bersantai. Kedua kalinya gue menginjakkan kaki di pantai ini.
Jujur, saat gue kembali dating ke pantai ini perasaan gue campur aduk ada sedih tapi juga ada bahagianya. Sedih, karena gue harus ingat Vindy yang sudah tiada. Di pantai ini Vindy pernah memberi kejutan di hari ulang tahun gue yang ke dua puluh tiga. Gue jadi kangen Vindy. Bahagianya adalah di pantai ini gue bertemu dengan Resty.
Hari ini adalah hari ulang tahun Resty. Gue mau memberi kejutan ulang tahun di pantai ini. Resty suka banget melihat sunset alias senja. Gue tahu, pantai ini letaknya menghadap ke barat pantai ini bisa dijadikan tempat romantic untuk melihat sunset. Nah, gue ingin memberi kejutannya pada saat sunset biar makin romantic.
“Gibriel ngapain kamu ngajakin aku ke pantai Anyer lagi?” Tanya Resty.
Gue tersenyum simpul. Gue melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiri gue. Ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.50. Bentar lagi senja akan dating. Gue melihat Resty, ia lagi memanyunkan bibir. “Gib, kamu nyebelin deh. Aku nanya, kamu Cuma senyum doing.”
5 meni8t kemudian.
Senja yang sedari tadi gue tunggu akhirnya muncul juga. Resty melonjak kegirangan saat melihat senja. Pantas saja Resty suka melihat senja, senja memanglah sangat indah namun kehadirannya Cuma sebentar. Gue agak terganggu dengan orang-orang yang masih saja sibuk berlalu-lalang di hadapan. Menurut gue, sunset itu momen sakral yang seharusnya dihormati semua orang. Gue sebal dengan orang-orang yang tidak menghargai karya Tuhan yang mahaindah itu.
Ya, sekarang lah saat yang tepat memberi kejutan di hari ulang tahun Resty. Gue menepuk tangan. Sesaat kemudian muncullah beberapa anak buah gue. Mereka mengangguk dan mulai mengerjakan tugas dari gue.
Ada yang menabur bunga di tepi pantai, bunga-bunga itu membentuk hati. Di dalam hati itu bertuliskan I LOVE U. Ada pula yang memainkan alat music sambil menyanyikan lagu Yovie n Nuno yang bejudul Janji Suci.
Aku ingin mempersuntingmu tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur. Kutak akan mengulang untuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Aku lah yang terbaik untukmu
Gue berlutut di depan Resty, tangan kanan gue menggenggam tangan Resty. “Res, di hari ulang tahunmu pada saat senja tiba aku ingin mengungkapkan sesuatu sama kamu,” ujar gue memulai pembicaraan.
Dahi Resty berkerut, “Mengungkapkan apa?”
Jatung gue berdegup tak menetu. Begini ya rasanya melamar cewek. Rasanya benar-benar sesuatu. Rasanya itu lebih horror dari saat pengambilan rapot sekolah. Gue menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.
“Resty, aku sangat mencintaimu. Maukah kamu meletakkan cintaku di hatimu?”
“Aku akan meletakkan cintamu di hatiku saat kamu sudah siap menjadikanku satu-satunya wanita yang kamu cintai.”
“Ya, sekarang lah aku akan menjadikan kamu satu-satunya wanita yang kucintai. Resty, will you marry me?”
Resty tersipu malu. Sesaat kemudian ia mengangguk. “Iya, aku mau.”
“Mau apa?”
“Mau jadi istri kamu.”
Saking bahagianya Resty langsung gue gendong. Pantai Anyer menjadi saksi cinta gue sama Resty. Pandangan gue tertuju kearah pohon kelapa besar yang jaraknya agak jauh dari kami. Gue melihat seorang gadis cantik, wajahnya bersinar cerah, dan memakai gaun berwarna putih. Tak salah lagi gadis itu adalah Vindy, adik kesayangan gue. Gue tersenyum kearahnya. Dia membalas senyum gue. Senyumannya sangat berarti buat gue. Senyumannya itu mengisyaratkan bahwa ia merestui cinta gue sama Resty. Ia berbalik dan pergi. Gue rasa, itu jawaban atas pertanyaanku tadi. Terima kasih Vindy, gue akan selalu menyayangimu.
Vindy, dial ah orang yang menyatukan cinta gue sama Resty. Kalau saja Vindy nggak mengungkap rahasia yang sebenarnya pasti gue akan kehilangan Resty untuk selamanya-lamanya.
Other Stories
Warung Kopi Reformasi
Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...
Bunga Untuk Istriku (21+)
Laras merasa pernikahannya dengan Rendra telah mencapai titik jenuh yang aman namun hambar ...
Pintu Dunia Lain
Wira berdiri di samping kursi yang sedari tadi didudukinya. Dengan pandangan tajam yang ...
Susan Ngesot Reborn
Renita yang galau setelah bertengkar dengan Abel kehilangan fokus saat berkendara, hingga ...
Jam Dinding
Setelah kematian mendadak adiknya, Joni selalu dihantui mimpi buruk yang sama secara berul ...
Buku Mewarnai
ini adalah buku mewarnai srbagai contoh upload buku ...