4. Perpisahan Tk
Hari senin tanggal 12 Juni 2011 adalah saat yang dinanti oleh Faiz beserta orang tua. Dengan berseragam seperti seorang mahasiswa mau diwisuda, Faiz melangkah ke depan rumah dengan riang. Sembari sering mendekatkan diri ke bingkai kaca yang ada di depan rumah. Melihat tingkah laku buah hatinya, Ibu tersenyum sendiri.
“Nak, Nak! Ibu bangga denganmu!”
Dari depan rumah, Faiz masih berdiri di dekat cermin sambil kadang-kadang tubuh kecilnya bolak-balik sepeti foto model.
“Ibu! Ayo berangkat!” seru Faiz.
“Ya, Nak!” kata Ibu sambil berlari kecil bergegas keluar rumah.
Ibu sudah menemukan seseorang untuk membantu pekerjaan rumah. Ella dititipkan di rumah bersama pembantuya.
Dengan digandeng oleh Ibu, Faiz berjalan menghampiri sepeda motor. Ibu menyalakan sepede motor untuk beberapa menit. Akhirnya, Faiz dan Ibu menaiki sepeda motor.
Jalan raya waktu pagi lumayan ramai. Ibu dengan hati-hati mengendarai sepeda motor. Jalan beraspal mulai ada kerusakan. Ada yang rusak sedikit, ada juga yang rusak lumayan lebar. Cahaya matahari masih terasa enak mengenai tulang belulang manusia, hangat terasa.
Waktu tempuh dari rumah ke TK sekitar lima belas menit. Riang terus wajah Faiz.
“Bu, nanti setelah wisuda TK, pingin bilang ke Ayah untuk bersujud,” celutuk Faiz sembari masih duduk di bangku sepeda motor, sambil mengencangkan pegangan di lingkaran pinggang Ibu.
“Iya, Nak,” di sudut mata Ibu terkumpul air mata mendengar perkataan buah hatinya.
Tak lama sampailah Ibu dan Faiz di parkiran TK. Ibu memarkiran sepeda motor di area yang mudah dijangkau. Faiz cepat-cepat turun dari sepeda motor, bergabung dengan teman-teman TK.
Beberapa detik kemudian, suara seorang guru terdengar.
“Assalamu’alaikum, anak-anak yang saya banggakan!” salam dari Bu guru.
“Wa’alaikum salam, Bu guru!” jawab anak-anak.
“Apa kabar kalian semua?” tanya Bu guru.
“Alhamdulillah, baik semua!” ujar mereka dengan serentak.
Semua wali murid sudah rapi duduk di kursi yang tersedia. Ibu Faiz duduk di bagian kursi paling depan, dengan tiga wali murid lainnya.
“Alhamdulillah, pada kesempatan wisuda TK, akan saya bacakan prestasi beberapa anak. Ranking tiga diperoleh oleh ananda Esti, ranking dua diraih oleh ananda Andi dan ranking satu diraih oleh ananda Faiz!” dengan bangga Ibu Lili, salah satu guru di TK tersebut menyebut nama mereka bertiga.
“Untuk nama tadi yang disebut, silakan maju ke depan didampingi wali murid,” pesan dari Bu guru Lili.
Ketiga orang tua beserta anak-anak maju ke panggung. Faiz bersama ibu berjalan paling depan, diikuti orang tua dari Andi dan Esti. Hati ibu bangga sekali melihat sang buah hati memperoleh pretasi gemilang. Rasa syukur terus terucapkan, alhamdulillah.
“Ibu dari ananda Faiz, silakan memberikan beberapa patah kata.”
Dengan langkah pasti, ibu bersama Faiz menuju podium.
“Assalamu’alaikum warohmatullohiwabarokatuh,” salam dari Ibu.
Semua yang datang menyambut salam ibu.
“Terima kasih atas semua didikan para guru di TK Islami. Alhamdulillah, hasil didikan udah terbukti pada diri Faiz.”
Para hadirin semua menyambut dengan tepuk tangan meriuh. Di podium, ibu memberi sebuah kecupan sayang ke Faiz.
“Makasih, ya, Nak! Kau sungguh membahagiakan Ibu,” ibu mendekap tubuh kecil di depannya.
Faiz terdiam.
“Alhamdulillah.”
Semua melihat kebahagiaan terpancar di wajah ibu Faiz.
Sepulang dari sekolah, dengan penuh riang Faiz bermain dengan adiknya. Mereka berdua asyik dengan mainan ular tangga.
“Kak, aku kalah,” Ella mengghentikan langkahnya.
Ibu mengambil nilai TK Faiz.
“Semoga Faiz bisa diterima di SDIT yayasan perguruan Islam darul hikmah (YAPIDH),” doa Ibu.
Other Stories
Kukejar Impian Besarku
Ramon, Yongki,Dino,Jodi,Eka adalah sekumpulan anak band yg rutin manggung di sebuah cafe d ...
Dia Bukan Dia
Sebuah pengkhianatan yang jauh lebih gelap dari perselingkuhan biasa. Malam itu, di tengah ...
Egler
Anton mengempaskan tas ke atas kasur. Ia melirik jarum pendek jam dinding yang berada di ...
Kala Kisah Tentang Cahaya
Kala, seorang gadis desa yang dibesarkan oleh neneknya, MbahRum. tumbuh dalam keterbatasan ...
Aku Pamit Mencari Jati Diri??
Seorang anak kecil yang pernah mengalami perlakuan tidak mengenakan dalam hidupnya. Akibat ...
Hafidz Cerdik
Jarum jam menunjuk di angka 4 kurang beberapa menit ketika Adnan terbangun dari tidurnya ...