Prolog
Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui melakukan larangan di tempat tersebut seolah tak bisa dimengerti oleh akal. Tidak ada bekas kekerasan di tubuh mereka, hanya saja di wajah dan lehernya ada bercak hitam. Polisi masih menyelidiki kejadian tersebut, bahkan tempat itu pun harus ditutup beberapa waktu.
“Aku rasa mitos itu hanya kebohongan saja, biasa untuk menakuti para pengunjung. Ah, lagi pula ini sudah jaman modern, mana ada orang percaya mitos.” Lelaki berkacamata masih saja berjalan memimpin, sambil sesekali melihat ke arah dua temannya di belakang.
“Aku setuju denganmu.” Lelaki berambut gondrong berjalan lebih cepat dan merangkul temannya. Begitu pula lelaki yang paling pendek diantara mereka.
Mereka sengaja datang tengah malam hanya untuk menguji nyali sekaligus mengungkap kebenaran yang ada. Tanpa memikirkan sebab akibat, mereka tidak mematuhi apa yang sesepuh daerah tersebut katakan. Ambisi mereka sangat kuat, ingin membuktikan kebenaran mitos yang bertebaran di masyarakat. 3 pemuda yang tak takut dengan apapun, hingga mereka ternyata salah. Setelah melanggar mitos itu, ketiga lelaki mengalami berbagai hal aneh, terutama muncul bercak-bercak hitam di bagian wajah dan lehernya. Tanpa mereka sadari ada sosok yang marah saat mitos dijadikan bahan lelucon dan perlahan mereka harus menggantinya dengan nyawa-nyawa mereka.
Other Stories
Pintu Dunia Lain
Wira berdiri di samping kursi yang sedari tadi didudukinya. Dengan pandangan tajam yang ...
Boneka Sempurna
Bagi Abrian, hidup adalah penjara tanpa jeruji. Selama bertahun-tahun, ia adalah korbam ta ...
Tenda Dan Hujan Bercerita
Perjalanan liburan kali ini, terasa lebih istimewa baginya. Selain bahagia berkumpul bers ...
Bahagiakan Ibu
Jalan raya waktu pagi lumayan ramai. Ibu dengan hati-hati menyetir sepeda motor. Jalan ber ...
Kamera Sekali Pakai
Seorang perempuan menghabiskan liburan singkat di sebuah kota wisata, berharap jarak dapat ...
Permainan Mematikan: Narsistik
Delapan orang asing diculik dan dipaksa mengikuti serangkaian permainan mematikan. Tujuh d ...