Epilog
Tehku sudah habis. Ku letakkan kembali cangkir ke atas meja dan ku tutup album usang itu. Senyuman kecil terukir di bibirku. Saat hendak berdiri dari kursi ini, suara teriakan kecil lucu terdengar dari dalam rumah, “Mama, Mama, aku mau makan.”
Ya, itu suara anak laki-lakiku yang berusia 1,5 tahun. Ia sangat lucu. Wajahnya mirip papanya tapi matanya mirip denganku. “Mama ambilkan dulu bubur kamu ya, sayang. Kamu tunggu di sini sebentar. Oh ya, tidak lama lagi papa juga akan sampai di rumah.” Anakku melompat kegirangan. Ya, ia sangat suka makan dan juga suka saat papanya pulang ke rumah.
Aku bersyukur, semua kejadian yang aku alami dulu telah membawaku ke titik ini, menjadi pribadi yang kuat dan teguh. Aku juga bersyukur bertemu dengan seorang pria di masa mudaku yang mau menerima semua kekurangan dan masa laluku. Saat ini, kalau ditanya bagaimana perasaanku, dengan yakin aku berkata, “Aku bahagia!”
Ya, itu suara anak laki-lakiku yang berusia 1,5 tahun. Ia sangat lucu. Wajahnya mirip papanya tapi matanya mirip denganku. “Mama ambilkan dulu bubur kamu ya, sayang. Kamu tunggu di sini sebentar. Oh ya, tidak lama lagi papa juga akan sampai di rumah.” Anakku melompat kegirangan. Ya, ia sangat suka makan dan juga suka saat papanya pulang ke rumah.
Aku bersyukur, semua kejadian yang aku alami dulu telah membawaku ke titik ini, menjadi pribadi yang kuat dan teguh. Aku juga bersyukur bertemu dengan seorang pria di masa mudaku yang mau menerima semua kekurangan dan masa laluku. Saat ini, kalau ditanya bagaimana perasaanku, dengan yakin aku berkata, “Aku bahagia!”
Other Stories
Hati Yang Terbatas
Kinanti termenung menatap rinai hujan di balik jendela kaca kamarnya. Embun hujan mengh ...
Bali Before Sun Set
Perjalanan di pulau dewata tak hanya menyajikan sesuatu yang amat indah untuk di pandang t ...
Egler
Anton, anak tunggal yang kesepian karena orang tuanya sibuk, melarikan diri ke dunia game ...
Nala
Nala tumbuh dalam keluarga sederhana yang perlahan berubah sejak kepergian Ayahnya. Gadis ...
Setelah Perayaan Itu Usai.
Amara tumbuh di sebuah dusun kecil, ditemani sahabatnya, Angga. Setiap hari mereka lalui d ...
Pasti Ada Jalan
Sebagai ibu tunggal di usia muda, Sari, perempuan cerdas yang bernasib malang itu, selalu ...