Sinopsis
"Kalau aku tertawa, apa bentuk dan warnanya?"
"Cokelat gelap dan keemasan. Kayak warna dark chocolate dan madu."
Chromatic Goodbye adalah kisah tentang Rubi, mahasiswi sastra Indonesia yang ceria dan bekerja sebagai penyanyi akustik di cafe, dan Soga, mahasiswa desain komunikasi visual yang diam-diam menderita penyakit mematikan yang perlahan menggerogoti otaknya.
Dunia Rubi berwarna karena ia memiliki synesthesia, kondisi langka yang membuatnya melihat warna dan bentuk saat membaca waktu, mendengar musik atau suara di sekitarnya. Tapi hanya Soga yang benar-benar ingin tahu jalinan warna apa yang dilihat Rubi.
Bersama, mereka menciptakan sebuah jurnal Katumbiri: catatan sinestetik dari dunia yang hanya bisa dilihat oleh Rubi dan dihidupkan oleh goresan tangan Soga.
Dalam dunia yang perlahan memudar, mereka menciptakan satu tempat yang tak bisa disentuh siapa pun—
tempat di mana cinta memiliki bentuk dan warna yang abadi.
Other Stories
Namaku May
Belajar tak mengenal usia, gender, maupun status sosial. Kisah ini menginspirasi untuk ter ...
Melepasmu Untuk Sementara
Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...
Dua Bintang
Setelah lulus, Manda ikut Tante Yuni ke Jakarta untuk melupakan luka keluarga. Tapi dikhia ...
Kita Pantas Kan?
Bukan soal berapa uangmu atau seberapa cantik dirimu tapi, bagaimana cara dirimu berdiri m ...
Deru Suara Kagum
Perlahan keadaan mulai berubah. Pertemuan-pertemuan sederhana, duduk berdekatan , atau sek ...
Just, Open Your Heart
Muthia terjebak antara cinta lama yang menyakitkan dan cinta baru dari bosnya yang penuh k ...