Seoul Harem

Reads
70
Votes
0
Parts
3
Vote
Report
Penulis Voidara

Apartemen Gangnam Mewah

Pesawat mendarat mulus di Incheon Airport saat fajar menyingsing. Raka memimpin keluarga Aditya keluar terminal dengan tumpukan koper mewah. Udara Seoul dingin menusuk tulang, tapi mata mereka berbinar melihat van hitam luxury menjemput. Jalan tol Gangnam berkilau neon, gedung pencakar langit menjulang dramatis. Hati Raka berdegup kencang ini awal baru di tanah asing, tapi ikatan harem keluarga makin erat, penuh godaan romansa dewasa yang tak terelakkan.

Raka (ekspresi bangga penuh harap, pose berdiri tegap pegang kunci kartu emas, angkat tangan tunjuk pintu lift kristal): "Lihat ini! Apartemen Gangnam milik kita! 4 suite mewah, jacuzzi pribadi, view Sungai Han spektakuler! Bapak ninggalin surga buat kita mulai lagi!"

Tika (ekspresi mata berbinar hiper fangirl, pose lompat-lompat peluk koper sambil putar badan excited): "Waaaah! Gangnam Style real life! Kak Raka oppa, kamar view idol dong! Blackpink pasti ngintip dari sebelah!"

Mira (ekspresi nyengir jail genit bombastis, pose goyang pinggul pelan colek dada Raka nakal): "Kak~ kamar master king bed raksasa buat kita berdua ya? Hemat tempat, hemat peluk malam-malam~"

Pintu lift terbuka otomatis dengan bunyi 'ding' elegan. Apartemen luas bak istana modern: lantai marmer mengkilap, sofa kulit putih panjang melengkung, dapur granit hitam canggih dengan oven pintar, jendela kaca raksasa pamer skyline Seoul berkabut pagi. Kamar suite berjejer menggoda master dengan king bed empuk, jacuzzi gelembung bercahaya, gym mini lengkap treadmill. Chaos unpack meledak instan. Koper dibanting sembarangan, baju lingerie beterbangan, comedy rebutan kamar Raka jadi perang dunia ketiga.

Laras (ekspresi tsundere melotot galak tapi pipi merona, pose dorong Rina kasar ke dinding sambil tunjuk Raka tegas): "Kamar master MILIK Kak Raka! Tapi aku klaim hak sulung! Aku tidur deket dia setiap malam! Yang lain minggir, dasar rebutan!"

Rina (ekspresi tomboy nyengir liar penuh semangat, pose lompat rebut selimut king bed sambil pukul bantal): "Hah?! Hak tomboy atletis lebih kuat! Kak Raka coach esports Mobile Legends-ku! Harus deket biar latihan malam-malam! Aku duluan, geser!"

Nita (ekspresi polos mata puppy besar memelas, pose merangkak manja peluk paha Raka erat sambil goyang badan): "Tidak boleh! Nita paling manja, paling butuh peluk Kakak hangat! Kamar Kakak property Nita selamanya! Pleeease Kak, pilih aku~"

Sinta (ekspresi pemalu menunduk pipi merah terang, pose sembunyi balik novel romansa tebal sambil pegang dada gemetar): "Kalau... kalau Kak Raka nggak keberatan aku suka kamar baca tenang deket Kakak juga boleh buat cerita buku malam"

Tika (ekspresi fangirl kegirangan mulut terbuka lebar, pose berguling-guling di king bed sambil angkat lightstick imajiner): "Akuuu! Aku! Kak Raka manager K-Pop pribadiku! Konser fancam tiap malam di sini! Bed ini stage utama!"

Ibu Sari (ekspresi tersenyum lembut melankolis, pose angkat kotak pakaian pelan sambil geleng kepala geli): "Anak-anak rebutan Kak Raka kayak kucing liar. Ini apartemen baru kita, jangan rusak dulu. Ibu capek jetlag, tapi senang liat kalian semangat."

Perang rebutan makin gila. Laras tarik selimut, Rina lempar bantal, Nita gigit ujung baju Raka manja, Tika nyanyi 'Fancy' sambil dance di kasur. Raka megap-megap di tengah pusaran tubuh lembut mereka, aroma parfum manis campur keringat jetlag bikin udara panas romansa dewasa. Melodrama muncul saat Laras tiba-tiba diam, mata berkaca ingat Bapak.

Laras (ekspresi tsundere berubah sedih tiba-tiba, pose duduk di lantai peluk lutut sambil suara parau): "Padahal Bapak yang seharusnya pimpin kita ke sini. Sekarang Kak Raka gantiin. Aku cuma mau deket dia biar nggak takut lagi."

Raka (ekspresi hangat penuh kasih sayang, pose jongkok peluk Laras pelan sambil usap rambutnya): "Laras kita semua kangen Bapak. Tapi aku janji, aku lindungin kalian selamanya. Kamar master buat semua bergiliran peluk malam."

Semua adik langsung 'aww' manja, peluk Raka bareng lagi. Comedy balik meledak dengan tawa.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi lembut. Pintu terbuka, Nyonya Kim muncu tetangga Korea umur 50an ramah, rambut bob rapi, apron bunga-bunga, bawa nampan kimchi homemade panas.

Nyonya Kim (ekspresi senyum lebar ramah khas halmae, pose angkat nampan tinggi sambil membungkuk sopan): "Annyeong! Selamat datang tetangga baru! Saya Nyonya Kim dari sebelah. Kimchi segar buat kalian! Apartemen ini bagus ya? Dulu milik investor Indonesia terkenal."

Ibu Sari (ekspresi terharu mata berkaca, pose terima nampan sambil peluk ringan):
"Terima kasih banyak, Nyonya Kim! Kami keluarga Aditya dari Sukarya. Anak-anak saya excited banget!"

Nyonya Kim (ekspresi mata menyipit tertawa, pose tunjuk TV dinding sambil cerita antusias):
"Lihat TV Korea tadi pagi! TWICE Nayeon lagi MC acara musik, ekspresi wajahnya ceria banget sambil joget 'Feel Special', bilang 'Selamat datang turis Indonesia ke Seoul! Gangnam paling fun!' Pasti dia tahu kalian datang!"

Tika (ekspresi fangirl meledak jerit kegirangan, pose lompat peluk Nyonya Kim tiba-tiba):
"Nayeon unnie bilang gitu?! Aku fancam dia! Nyonya, ajarin dance TWICE dong!"

Nyonya Kim tertawa ngakak ajarin dance sederhana. Chaos tambah lucu—adik-adik ikut joget ala K-Pop di ruang tamu, Raka ikutan sambil pegang pinggang Nita biar nggak jatuh. Melodrama ringan: Ibu Sari bisik ke Raka soal betapa bahagianya lihat anak-anak ceria lagi setelah duka Bapak.

Ibu Sari (ekspresi mata basah haru tapi senyum, pose tarik tangan Raka ke kamar mandi sambil bisik): "Raka Ibu senang banget. Tapi jetlag bikin badan lengket keringat. Di Korea air mahal loh, hemat ya. Mandi bareng Ibu yuk? Kayak dulu kecil body rub sabun biar bersih sempurna."

Raka (ekspresi kaget mata melebar tapi tersipu, pose ikut ditarik sambil gelagapan): "Ibu?! Mandi bareng? Aku udah gede. nggak enak kali"

Pintu kamar mandi master suite tertutup pelan. Jacuzzi besar bergelembung hangat, uap naik dramatis. Ibu Sari buka baju pelan, tubuh milf matangnya terpampang: kulit mulus usia 45 tapi kencang, payudara montok F-cup bergoyang lembut, pinggang masih ramping pasca 7 anak, bokong bulat penuh, paha tebal menggoda. Ecchi romansa dewasa memuncak sabun busa licin mengalir di lekuk tubuhnya. Raka telanjang dada, celana pendek basah, megap-megap liat ibunya gosok punggungnya pelan.

Ibu Sari (ekspresi malu-malu tapi penuh cinta dewasa, pose gosok punggung Raka dengan spons busa licin, badan menempel erat): "Sst hemat air Korea beneran mahal, anakku. Ibu cuma mau bersihin kamu kayak dulu. Lihat, sabun ini wangi vanila gosok dada Kakak ya? Tubuhmu tegap banget sekarang."

Raka (ekspresi panik campur nikmat pipi merah membara, pose diam kaku sambil tangan tutup mata setengah): "Ibu ini terlalu deket busa licin banget ahh"

Narasi: Tangan Ibu Sari geser pelan ke dada Raka, busa licin body rub sensual. Payudaranya tekan punggungnya lembut, napas hangat di leher. Raka gemetar, celananya ketat erotis. Melodrama romansa: Ibu bisik nostalgia soal Bapak, air mata campur uap jacuzzi.

Ibu Sari (ekspresi haru air mata jatuh pelan, pose peluk Raka dari belakang dada menempel punggung basah): "Raka sejak Bapak pergi, Ibu cuma punya kamu. Mandi bareng ini bikin Ibu ingat masa bahagia. Jangan tinggalin Ibu ya? Kamu pria satu-satunya sekarang."

Raka (ekspresi tersentuh hati lembut, pose balik badan peluk erat Ibu sambil usap air matanya):
"Ibu aku selamanya lindungin kita. Ini aneh tapi hangat. Aku sayang Ibu paling."

Narasi: Mereka keluar jacuzzi merah muka, pakai kimono putih apartemen. Adik-adik curiga ngintip pintu, cekikikan comedy.

Laras (ekspresi tsundere cemburu pura-pura, pose colek pinggang Raka basah):
"Kak! Lama banget mandi! Ibu curi waktu ya? Giliran aku besok!"

Mira (ekspresi genit mata menyipit jail, pose usap rambut basah Raka pelan): "Wah, bau sabun enak. Body rub bareng Ibu? Ajak aku dong Kak~"

Rina (ekspresi tomboy tertawa ngakak, pose pukul punggung Raka basah): "Haha! Kak Raka blushing! Esports coach malu-malu!"

Nita (ekspresi polos cemburu manja, pose peluk pinggang Raka basah):
"Nita juga mau mandi bareng Kakak! Hemat air!"

Sinta (ekspresi pemalu tutup muka buku, pose bisik pelan): "Romansa mandi kayak novelku"

Tika (ekspresi fangirl tepuk tangan, pose nyanyi):
"Jacuzzi party! Nayeon unnie pasti iri!"

Nyonya Kim (ekspresi tertawa lebar dari dapur, pose angkat piring kimchi panas): "Annyeong! Makan yuk! Kimchi jjigae siap. Cerita Nayeon tadi dia joget sambil bilang 'Gangnam welcome harem baru!' Haha!"

Meja makan penuh tawa melodrama bahagia. Raka pusat harem, peluk-peluk clingy dari semua. Romance dewasa bercampur comedy chaos, tapi di baliknya duka Bapak jadi ikatan abadi. Malam pertama Gangnam: king bed penuh adik-adik bergelung peluk Raka, mimpi Seoul baru dimulai.

Raka (ekspresi bahagia lelah tersenyum, pose rebah di tengah king bed dikelilingi pelukan):
"Ini rumah baru kita. Selamanya bareng."

Ibu Sari (ekspresi cinta penuh damai, pose cium kening Raka pelan): "Iya, anakku. Selamanya."

Other Stories
Mozarela Bukan Cinderella

Moza, sejak bayi dirawat di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu oleh Bu Kezia, baru boleh diadops ...

Chronicles Of The Lost Heart

Ketika seorang penulis novel gagal menemukan akhir bahagia dalam hidupnya sendiri, sebuah ...

Cinta Di 7 Keajaiban Dunia

Malam yang sunyi aku duduk seorang diri. Duduk terdiam tanpa teman di hati. Kuterdiam me ...

Balada Cinta Kamaliah

Badannya jungkir balik di udara dan akhirnya menyentuh tanah. Sebuah bambu ukuran satu m ...

Haura

Apa aku hidup sendiri? Ke mana orang-orang? Apa mereka pergi, atau aku yang sudah berbe ...

Hold Me Closer

Karena tekanan menikah, Sapna menerima lamaran Fatih demi menepati sumpahnya. Namun pernik ...

Download Titik & Koma