Sinopsis
Nala tumbuh dalam keluarga sederhana yang perlahan berubah sejak kepergian Ayahnya. Gadis yang dulu ceria dan ringan itu kini menjadi lebih pendiam, sensitif, dan terbiasa memikirkan banyak hal sendirian. Kehilangan membuat dirinya berubah, dalam cara ia memandang dunia dan menjalani hari-harinya.
Hari libur yang dulu paling ia tunggu, hari-hari berlima bersama keluarga, kini justru menjadi waktu yang ingin ia hindari. Libur sekolah berarti tak ada pilihan lain selain berada di rumah, tempat yang dahulu menjadi ruang paling nyaman, namun kini dipenuhi kenangan tentang Ayah di setiap sudutnya. Dalam kebingungan mengisi hari-hari itu, Nala akhirnya melakukan sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: membuka buku. Kebiasaan yang awalnya hanya cara untuk bertahan, perlahan membuka pintu-pintu kesempatan yang tak pernah ia duga.
Perjalanan itu tentu tidak mudah. Hambatan datang silih berganti, sering kali dalam kesunyian yang menguji kemandiriannya. Namun di tengah perjalanan itu, Nala dihadapkan pada masa lalu yang selama ini ia anggap biasa, bukan kesalahan, bukan luka. Hingga ia menyadari, di sanalah ternyata ada amarah yang belum benar-benar selesai.
Other Stories
Kelabu
Cinta? Apakah aku mencintai Samuel? Pertanyaan yang sulit kujawab. Perasaanku padanya sepe ...
Don't Touch Me
Dara kehilangan kabar dari Erik yang lama di Spanyol, hingga ia ragu untuk terus menunggu. ...
Melodi Nada
Dua gadis kakak beradik dari sebuah desa yang memiliki mimpi tampil dipanggung impian. Mer ...
Mother & Son
Zyan tak sengaja merusak gitar Dana. Rasa bersalah membawanya pulang dalam diam, hingga na ...
Hellend ( Noni Belanda )
Sudah sering Pak Kasman bermimpi tentang hantu perempuan bergaun zaman kolonial yang terus ...
Balon Kuning Di Ujung Jalan
Liburan ke rumah teman masa SD sangat menyenangkan apalagi diperkenalkan berbagai permaina ...